AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Asha pulang


__ADS_3

Sementara di tempat lain, hampir setengah jam Carlos menunggu istrinya yang tadi berpamitan menemui ibunya, karena tak kunjung juga Sang istri datang ke kamar hotel, Ia pun segera menyusul istrinya ke lantai bawah, berharap bisa bertemu dengan Asha dan Ibunya.


Setelah Carlos tiba di lantai bawah, ternyata Ia tidak melihat istrinya sama sekali, Asha tidak ada di sana. Lantas, kemana perginya sang istri?


"Kemana sih dia? Tadi katanya cuma sebentar, tapi kok dia nggak ada, coba Aku telepon." Carlos pun mencoba menghubungi nomor istrinya yang saat itu sudah berada di dalam taksi bersama Ara. Asha melihat ke layar ponselnya, Ia mendapati nomor suaminya sedang menelepon dirinya. Namun, rupanya Asha tidak mengangkat telepon dari Carlos, Ia membiarkan nya. Ara pun cuma bisa melihat sikap Asha yang kini mulai berbeda terhadap Carlos.


Asha benar-benar sudah kecewa dengan sikap sang suami, dan Ia sudah memikirkannya masak-memasak, pernikahan itu harus dibatalkan sebelum mereka benar-benar terlanjur memasuki kehidupan rumah tangga.


"Shiiit! Kenapa nggak kamu angkat, Asha? Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kamu pergi meninggalkanku seperti ini? Di mana kamu sekarang?" Carlos pun terlihat kesal, marah dan emosi. Apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya, bagaimana bisa istrinya pergi begitu saja tanpa bicara apapun.


Carlos kembali ke kamarnya, dengan keadaan marah dan kesal Ia bingung harus berbuat apa, Ia harus segera pergi keberadaan isterinya, dimulai dari rumah orang tua Asha, yaitu rumah Bu Laila.


Asha dan Ara pun kini tiba di rumah mereka, keduanya turun dari taksi dan langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui Ibu mereka. Tentu saja kedatangan keduanya membuat Bu Laila sangat terkejut, pasalnya Bu Laila baru saja pulang dari acara pernikahan anaknya. Tapi kenapa justru sekarang sang anak kembali lagi ke rumah.


"Asha? Ara? Kalian berdua pulang bersama? Dan kamu Asha? Seharusnya kamu sekarang bersama suamimu, bukan di sini? Apa-apaan ini?" seru Bu Laila yang sangat terkejut melihat Asha yang seharusnya ikut suaminya, kini Asha kembali pulang ke rumah.

__ADS_1


Ara terlihat bersembunyi di balik punggung sang Kakak, tentu saja Ara sangat takut. Pastinya, sang Ibu pasti marah dengan adanya berita kehamilan dirinya dengan sang Kakak ipar.


Asha pun mulai berjalan mendekati Ibunya sembari berkata, "Maafkan Asha, Bu! Mungkin Ibu bertanya-tanya, kenapa bisa Asha kembali ke rumah, harusnya malam ini Asha bersama Carlos. Asha tidak bisa menjadi istri Carlos lagi, Bu!" mendengar pengakuan dari sang anak, tentu saja Bu Laila naik pitam, bagaimana bisa Ia dengan mudah mengatakan tidak ingin menjadi istri Carlos, padahal baru saja mereka melaksanakan ijab Kabul.


"Asha! Kamu sadar nggak sih dengan apa yang kamu lakukan? Kamu itu sekarang sudah menjadi istrinya Nak Carlos, dan Ibu heran juga sama kamu, bukannya kamu dan Carlos saling mencintai, kamu menginginkan pernikahan ini, tapi kenapa setelah semua terlaksana, justru kamu meninggalkan Carlos dan kamu sudah tidak ingin lagi menjadi istrinya? Maksud kamu apa?"


Tentu saja sebagai seorang Ibu, Bu Laila pasti tidak habis pikir apa yang sebenarnya ada dalam pikiran anaknya.


"Sepertinya, Ibu harus mengetahui semuanya, dan Asha tidak bisa lagi menyembunyikan rahasia ini dari Ibu, karena salah satu putri Ibu ada yang lebih membutuhkan keadilan dari Carlos." ungkap Asha yang mulai berterus terang kepada sang Ibu.


"Apa? Maksud kamu apa? Putri Ibu yang lain? Putri Ibu cuma kamu dan Adikmu. Kamu tuh sebenernya ngomong apa sih, Ibu benar-benar tidak mengerti."


Bagaikan disambar petir, Bu Laila tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang anak.


"Tidak mungkin! Asha, kamu jangan mengada-ada, kamu pasti bercanda, kan? Tidak mungkin Ara hamil dan lebih tidak mungkin lagi Ara mengandung anak dari suamimu. Ayolah kalian berdua jangan ngeprank Ibu seperti ini dong, ini nggak lucu." seru Bu Laila antara terkejut, kecewa, marah dan sedih. Wanita itu terlihat duduk dengan lemas, bagaimana bisa dirinya mendapati kenyataan bahwa salah satu putrinya telah hamil dengan suami anak pertamanya.

__ADS_1


"Ya Tuhan! Cobaan macam apa ini! Kenapa harus menimpa putriku?" sesal Bu Laila yang membuat Ara terpaksa bersujud di hadapan sang Ibu untuk meminta maaf.


"Ara minta maaf, Bu! Ara juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, semua itu karena kecerobohan Ara, Bu! Ara minta maaf." Ara berusaha memelas kepada Ibunya, berharap Bu Laila bisa mengerti dengan apa yang sedang menimpanya. Sedangkan di sisi lain, Asha berusaha menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya, tentang bagaimana hubungan Ara dan Carlos sehingga membuat Adiknya itu berbadan dua.


Setelah panjang lebar Asha menceritakan semuanya kepada sang Ibu, akhirnya Bu Laila pun mengerti maksud putrinya untuk pulang ke rumah, di mana seharusnya malam ini adalah malam pengantin mereka.


Akhirnya Bu Laila bisa memahami apa yang dilakukan oleh Asha, Ia harus mengorbankan perasaannya demi untuk kebahagiaan Adiknya, dan Dia harus merelakan Carlos untuk menikah dengan Adiknya untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya terhadap Ara, Asha rela bercerai dari suaminya yang baru sehari menikahi dirinya.


*


*


*


Hari itu juga, Carlos pun akan segera mencari keberadaan istrinya di rumah orang tuanya. Sedangkan Leo yang saat itu masih berada di dalam kamar, Ia mendapati laporan jika Carlos keluar hotel dengan menggunakan mobil. Tentu saja Leo sangat terkejut kenapa tiba-tiba sang anak pergi meninggalkan kamar pengantin mereka. Apa jangan-jangan Carlos sudah tahu jika dirinya sudah mencuri start atas istri Sang anak.

__ADS_1


"Ada apa dengan Carlos? Kemana perginya malam-malam begini? Itu artinya Asha ditinggal sendirian? Tapi baguslah jika Carlos sudah tahu jika Istrinya bukan perawan lagi, maafkan Daddy mu ini Carlos? Untuk kali ini Daddy tidak bisa mengalah, beruntung kamu bukan anak kandungku, karena Aku menginginkan istrimu." ucap Leo dengan seringainya, entah kenapa pria itu begitu yakin jika dirinya akan mendapatkan Asha.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2