AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Benteng Takeshi


__ADS_3

Carlos melihat Ara seolah masih memejamkan matanya, Ia pun tersenyum dan segera memakai piyama tidur langsung tanpa pakaian dalam, sekali lagi Ara yang masih penasaran, Ia kembali menyipitkan matanya dan mengintip suaminya yang sedang berganti baju tanpa memakai pakaian dalam terlebih dahulu.


Seketika Ara melototkan matanya saat melihat suaminya yang tidak memakai pakaian dalam. "What? Dia tidak memakai apapun, dan hanya berbalut piyama tidur? Aduh bisa gawat, lama-lama tuh burung terbang melarikan diri, bahaya nih." batin Ara sembari memejamkan matanya dan terlihat berkedip-kedip meskipun Ara sedang terpejam. Dan itu memaksa Carlos mendekati istrinya dan duduk di samping Ara sembari memperhatikan kedua mata Ara yang tampak berkedip-kedip meskipun sedang terpejam.


"Kenapa belum tidur?" pertanyaan yang tiba-tiba datang dari bibir Carlos yang sedang duduk di samping istrinya.


"Eh ... kok dia tahu kalau Aku belum tidur? batin Ara sembari masih berpura-pura tidur.


Tak ada jawaban dari sang istri, Carlos pun menyentuh ujung hidung Ara dengan telunjuknya. Spontan Ara terkejut dan Ia pun langsung membuka kedua matanya. Ara segera duduk dan menatap wajah sang suami dengan malu.


"Ngapain Pak Carlos sentuh hidung saya?" tanyanya sembari mengusap ujung hidungnya.


"Memangnya nggak boleh Aku menyentuh istriku sendiri, eh ngomong-ngomong jangan panggil aku dengan Bapak dong, kamu pikir aku Ayahmu, emm maaf bukan bermaksud seperti itu, bukankah sekarang kita adalah suami istri, jadi panggil saja aku dengan namaku, bisa juga panggil dengan Mas, Abang, Kakak, Honey, Baby, Sayang, Hubby." seru Carlos sembari tersenyum dan semakin mendekati Ara.


Ara pun cuma berkedip sesekali saat suaminya semakin mendekatinya. Spontan Ara menutupkan selimut pada wajahnya karena dirinya begitu malu saat Carlos memandangi wajahnya.


"Kenapa harus ditutup seperti itu?"


"Saya malu!" balas Ara.


"Malu? Untuk apa kamu malu?" Carlos terus berusaha untuk menarik selimut yang menutupi wajah Ara. Namun, Ara berusaha untuk menahannya.


"Jangan! Saya malu beneran." Ara berkata sembari menahan agar Carlos tidak membuka selimut itu. Tapi rupanya Carlos terus memaksa Ara untuk membuka selimutnya, hingga akhirnya terjadi tarik menarik selimut.

__ADS_1


"Buka!"


"Jangan!"


"Buuukaaa!"


"Jangaaaann!"


Carlos pun menyerah karena Ara tetap tidak mau membuka selimutnya, akhirnya Carlos punya rencana lain untuk mengerjai Ara malam ini. Ia pun pura-pura kelilipan matanya dan terdengar merintih kesakitan. "Aduhhh mataku! Mataku kenapa nih!" mendengar suara kesakitan dari Carlos, tanpa pikir panjang Ara pun segera membuka selimutnya dan melihat Carlos yang sedang mengucek kedua matanya.


"Hmm kamu kenapa?" Ara terlihat cemas dan khawatir.


"Nggak tahu nih, mataku kayaknya kelilipan sesuatu, tolong bantu tiup mataku dong?" titah Carlos yang meminta Ara untuk meniup matanya. Karena kasihan melihat Carlos yang tampak tidak bisa membuka matanya. Ara pun segera mendekati Sang suami yang masih duduk di sampingnya.


Kemudian Ara mulai memegang kepala Carlos dengan posisi berdiri menekuk kedua lututnya. Namun, tiba-tiba saja Carlos menarik salah satu kaki Ara dan meletakkannya menyilang di antara kedua pahanya. Spontan Ara sangat terkejut saat Carlos mendudukkan dirinya pada pangkuan pria itu.


"Udah jangan banyak bergerak, duduk aja di sini? Cepat tiup mataku! Rasanya sakit sekali, nggak tahu nih kelilipan apa, tiba-tiba saja masuk ke dalam mata." Carlos menahan pinggul Ara agar tidak pergi dari pangkuannya. Dan Ara tidak punya pilihan lain lagi, Ia pun terpaksa duduk di atas pangkuan sang Suami yang saat itu sedang tidak memakai pakaian dalam.


Sembari berusaha untuk meniup mata Suaminya, Ara merasakan ada sesuatu yang keras dibawah sana dan sangat terasa pada inti tubuhnya.


Sejenak Ara menghela nafasnya ketika Ia merasa tidak nyaman saat duduk dengan posisi seperti itu, Carlos yang menyadari jika Istrinya sedang tidak nyaman dan mulai gelisah. Ia pun segera membuka matanya dan menatap wajah istrinya yang terlihat salah tingkah.


"Emmm biarkan Aku turun!" pinta Ara sembari berusaha untuk berdiri. Namun, lagi-lagi Carlos tidak membiarkan istrinya pergi dan Ia pun justru semakin erat memeluk istrinya sehingga Ara pun merasa sangat susah bergerak.

__ADS_1


"Kalau Aku tidak mau? Kamu mau apa?" Carlos pun semakin mendekati bibir Ara.


"Aku ... Aku ... !" Ara tidak melanjutkan kata-katanya, karena Carlos langsung membungkam bibir istrinya dengan kecupan manis nan begitu mendebarkan jiwa. Ciuman pertama bagi keduanya, terasa begitu manis dan sangat menggairahkan.


Sembari mengecup, tangan Carlos yang terampil pun mulai membuka piyama tidur yang dikenakan Ara malam itu. Hingga akhirnya terlihat pundak sang istri yang putih dan mulus, Carlos mengecupnya dengan lahap, sehingga membuat Ara semakin terbawa oleh setiap sentuhan yang diberikan oleh Carlos padanya. Masih dalam posisi Ara duduk di atas pangkuan suaminya, dengan cepat Carlos membuka piyamanya sendiri setelah dirinya berhasil membuka piyama tidur sang istri, meskipun hanya bagian atasnya saja.


Ara menempelkan tubuhnya pada Carlos hingga Ara bisa melihat dan menyentuh punggung Carlos yang bertato itu. Sungguh Ara melihat betapa sempurnanya sang suami. Sementara Carlos tampak mengusap punggung Ara yang mulus, hingga akhirnya Carlos merebahkan istrinya di atas ranjang pengantin mereka. Tinggal selangkah lagi untuk mereka melakukan malam pertama.


Hanya dengan satu tarikan saja, Carlos berhasil melepaskan piyama tidur sang istri, dan kini yang tersisa hanya sebuah kain kecil yang menutupi sesuatu yang rimbun diantara kedua pangkal paha Ara.


Sedangkan Carlos sudah terlihat siap dan parajuritnya sudah sangat siap untuk bertempur malam ini, Ara dibuat melongo dengan sesuatu yang berdiri tegak mengalahkan Monas, tampak berotot dan terlihat begitu besar.


"Hoooo ya ampun! Apa itu? Sebesar timun, ah tidak-tidak, sebesar terong, ah tidak-tidak, sebesar itu muat nggak ya? Oh no no pasti sakit banget masuknya. Ibuuuu ... Ara takut!" Ara terlihat begitu takut dan cemas saat melihat prajurit milik Carlos.


Carlos menyeringai dan Ia pun berkata kepada istrinya. "Jangan takut, Sayang! Kau pasti akan suka, ini tidak seperti yang kamu kira, percayalah!"


Ara menggelengkan kepalanya saat Carlos mulai melepaskan kain penutup itu, kemudian Carlos membenamkan kepalanya di bawah sana dan memberikan berjuta sensasi kenikmatan yang membuat Ara mencengkram erat rambut sang suami.


Carlos begitu menikmatinya, rasanya begitu manis dan sangat menggairahkan, dan lagi-lagi Ara tidak bisa mengendalikan dirinya, Ia pun merasa jika dirinya akan mencapai puncaknya, Carlos yang tahu jika sang istri akan mencapai puncak. Ia pun segera mengangkat kepalanya dan segera menyiapkan prajurit nya untuk langsung membobol benteng Takeshi milik Ara.


Dengan beberapa kali dobrakan, Prajurit Carlos berhasil menguasai benteng Takeshi milik Ara dan disertai lenguhan panjang Ara yang terlihat dirinya sudah menuju puncak.


Untuk sejenak Carlos berhenti bergerak, karena sang istri baru saja mendapati puncak surgawi, Ara tampak menggigit bibir bawahnya saat Ia merasakan sensasi nikmat disertai rasa perih yang akhirnya hilang juga seiring dengan gerakan lembut Carlos.

__ADS_1


Sang Prajurit itupun akhirnya bisa mengobrak-abrik isi benteng Takeshi milik Ara, dan lama kelamaan bukan rintihan kesakitan yang keluar dari bibir Ara, tapi suara-suara merdu yang berirama desaahan yang begitu menggelitik telinga Carlos sehingga membuat pria itu semakin semangat untuk pekerjaan barunya kali ini, pekerjaan yang tentunya membuat Carlos melenguh kenikmatan.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2