
Leo tidak menjawabnya, Ia hanya menggelengkan kepala sembari menatap wajah Asha begitu dalam. Entah kenapa tatapan mata Leo tiba-tiba membuat jantung Asha berdegup kencang. Seolah-olah Ia merasa begitu dekat dengan Leo.
"Kenapa? Aku merasa sangat dekat dengan Daddy Leo, aku mencintai Carlos, tapi Aku belum pernah merasakan hal semacam ini padanya, perasaan aneh dan sangat membuat jantungku berdetak lebih cepat. Tuhan! Ada apakah ini?" batin Asha yang terlihat begitu gugup saat Leo menatap kedua bola matanya.
"Daddy yakin dengan apa yang Daddy katakan? Carlos bukan anak kandung Daddy?" sekali lagi Asha ingin meyakinkan dirinya jika itu memang benar, Carlos nyatanya bukan anak kandung Leo.
"Ikutlah denganku! Aku akan menceritakan semuanya padamu tentang rahasia yang selama ini Aku sembunyikan dari Carlos." seru Leo sembari menarik tangan Asha untuk masuk ke dalam mobil bersamanya. Dan lagi-lagi Asha tidak bisa menolaknya, Ia pun mengikuti perintah Leo tanpa paksaan, meskipun dirinya masih canggung dan memalingkan wajahnya. Nyatanya Asha sudah tidak takut lagi saat berada di dekat Ayah mertuanya.
Leo menoleh ke arah samping, memperhatikan Asha yang saat itu sedang melihat ke luar jendela mobil. Sejenak Leo meraba tangan gadis itu dengan perlahan, tangan Asha teraba begitu dingin karena dirinya begitu gugup.
__ADS_1
Sontak Asha melihat ke arah tangannya, di mana tangan Leo tengah sedang merabanya. Seketika Asha menarik tangannya dari genggaman tangan Leo, dan Ia pun terlihat duduk lebih menjauh dari posisi semula.
Leo pun berusaha untuk menenangkan dirinya, kali ini Ia tidak ingin membuat Asha takut dengan dirinya, karena sejatinya Leo sangat berharap Asha akan menjadi miliknya seutuhnya.
"Maaf! Aku tidak bermaksud untuk membuatmu tidak nyaman, kamu tidak perlu takut padaku, Aku tidak akan menggigitmu." ucapan Leo seketika membuat Asha tersenyum kecil, entah kenapa kata-kata Leo tak sengaja membuat bibir Asha tersenyum. Mungkin ada unsur humoris dibalik sikap Leo yang terkenal dingin dan kejam.
"Sial! Ngapain sih Aku senyum-senyum sendiri, Aku kan benci sama dia, bisa-bisanya Aku ikut senyum." gerutu Asha yang secara tak sadar Ia mulai nyaman saat bersama sang mertua.
Mobil berhenti di depan pintu utama mansion, dan sudah ada pelayan yang membukakan pintu untuk Leo dan Asha.
__ADS_1
Asha sangat terkejut dan Ia pun tampak bingung sedang berada di mana dirinya. Leo segera menghampiri Asha dan mempersilahkan Asha untuk masuk ke dalam istananya.
"Masuklah! Kita bicara di dalam!" titah Leo sembari mengulurkan tangannya kepada Asha. Tapi, rupanya Asha masih takut untuk masuk ke dalam, Ia khawatir jika saja Ayah mertuanya itu berbuat macam-macam lagi kepadanya.
"Maaf Daddy! Sebaiknya Saya pulang saja." ucap Asha meminta izin kepada Leo untuk pulang ke rumahnya.
"Pulang? Kamu mau pulang? Kamu lihat hari ini sudah larut malam, mana mungkin Aku biarkan kamu pulang semalam ini, lebih baik kamu tinggal sebentar di sini, dengan begitu kita bisa bicara dari hati ke hati. Dan Aku akan menceritakan semuanya kepadamu tentang Carlos. Aku mohon! Tetaplah tinggal di sini sebentar saja. Jangan khawatir! Aku tidak akan macam-macam kepadamu, jika Aku macam-macam kamu bisa pakai ini untuk mencambuk ku." seru Leo sembari memberikan cambuk kepada Asha.
"Cambuk!!!" jawabnya dengan terkejut. Seketika Asha teringat akan mimpinya saat Leo meminta hukuman cambuk kepadanya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa mimpi itu mirip dengan apa yang Aku hadapi sekarang? Apa sebenarnya Aku dan Daddy Leo memang seharusnya bersama?" batin Asha yang mulai berkecamuk dalam dada.
...BERSAMBUNG...