
Asha tiba di rumahnya sekitar jam satu malam, tak menampik ada kebahagiaan tersirat pada wajahnya, apalagi Ia baru saja bertemu dengan Ayah dari anaknya, Leonel Abraham.
Asha membuka pintu dengan perlahan, Ia takut jika kedatangannya akan membangunkan orang rumah, Ia pun berjalan mengendap-endap agar tidak ada yang tahu jika Ia baru saja keluar rumah untuk menemui Leo. Namun, tiba-tiba saja Asha dikejutkan dengan suara Sang Ibu yang tiba-tiba memanggilnya.
"Asha! Darimana kamu?" Bu Laila tampak berdiri di samping saklar lampu dan Ia pun menyalakan lampu ruangan yang sebelumnya sudah dimatikan. Spontan Asha menghentikan langkahnya dan berbalik arah kepada sang Ibu dengan wajah penuh curiga.
"I-Ibu!" Asha sangat terkejut bagaimana bisa sang Ibu mengetahui dirinya pulang, padahal Asha pulang dengan sangat hati-hati agar Ibunya tidak melihat kedatangannya.
Bu Laila berjalan menghampiri putrinya dan memperhatikan Asha yang terlihat cemas.
__ADS_1
"Darimana saja kamu? Kamu tahu ini jam berapa?" Bu Laila menunjuk ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari.
"Asha! Asha, ada keperluan sebentar, Bu!" alibinya yang tidak dipercaya begitu saja oleh Bu Laila.
"Keperluan? dijam seperti ini? Keperluan seperti apa? Apa ada pelanggan yang minta bertemu denganmu di jam istirahat seperti ini? Ini dini hari Asha, harusnya kamu temani anakmu tidur, bukan malah keluyuran nggak jelas, dan Ibu berharap kamu tidak pergi menemukan pria itu." ucap Bu Laila yang masih memiliki dendam terhadap Leo.
Asha terdiam, karena nyatanya dirinya baru saja menemui Ayah dari anaknya, Bu Laila pun curiga jika Asha tengah membohonginya. Bu Laila mendesak agar Asha berkata jujur.
"Iya! Asha bertemu dengan Pak Leo, maafkan Asha, Bu!" ungkap Asha yang memberanikan diri untuk mengatakan kepada Ibunya tentang hal yang sebenarnya.
__ADS_1
"Asha! Kamu sudah gila! Laki-laki itu sudah membunuh Ayahmu, dia yang menyebabkan Ayah meninggal dan sampai sekarang Ibu masih sangat membencinya." ungkap Bu Laila kesal.
"Pak Leo Ayahnya Aksa, Bu! Dan dia berhak mendapatkan Aksa selain Aku, Asha mohon sama Ibu, tolong! Lupakan dendam Ibu, kita coba berdamai dengan waktu, Ayah sudah bahagia di sisiNya, dan kita jangan berlarut-larut dalam dendam tak berguna itu, Asha mohon sama Ibu, maafkanlah Pak Leo, Bu! Pak Leo ingin sekali mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada Asha, dan ia akan menjadi Ayah untuk Aksa, karena Pak Leo memang Ayahnya Aksa." Asha mencoba meyakinkan sang Ibu agar bisa merestui hubungan mereka.
"Di sini Ibu tekankan, kamu tidak boleh kembali dan menikah dengan pria itu, pria itu sudah membunuh Ayahmu, ingat itu Asha! Ibu lebih setuju kamu menikah dengan Carlos, jika kamu tidak mau mendengar ucapan Ibu, Ibu tidak akan menganggap mu sebagai anak Ibu lagi."
"Tapi, Bu! Ibu sudah salah faham. Pak Leo tidak seperti yang Ibu bayangkan, dia tidak membunuh Ayah, Bu. Ibu sudah salah menduga." Asha mencoba menjelaskan semuanya kepada Bu Laila. Namun, Bu Laila masih berpegang teguh pada pendiriannya, Ia masih belum percaya dengan ucapan Asha.
"Dengar Asha! Ibu tidak mau lagi mendengar jika kamu masih membela laki-laki itu, kamu harus tetap menikah dengan Carlos, titik!" setelah mengatakan hal itu, Bu Laila kemudian pergi masuk ke dalam kamar. Sementara Asha harus mencari cara untuk meyakinkan Ibunya jika Leo tidaklah bersalah.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...