
Setelah lima belas menit, permainan itu berakhir, Leo yang lima tahun berpuasa, tentu saja kini dirinya tidak akan berlama-lama untuk melakukan hubungan itu, cukup lima belas menit sudah cukup untuk membuatnya puas, sementara itu Asha tampak ngos-ngosan seusai percintaan mereka, dan tidak bisa dipungkiri Asha pun mendapatkan puncaknya.
Melihat Leo terhempas di sampingnya, Asha segera beranjak pergi, meskipun terasa masih begitu sakit, Asha berusaha untuk beranjak pergi dari kamar Leo dengan segera. Dengan mimik wajah meringis, Asha mengambil sebuah selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, mengingat tidak ada baju ganti dalam kamar Leo untuknya. Dengan tertatih Asha segera keluar dari kamar sang mertua dengan segera.
Asha berharap suaminya belum masuk ke dalam kamar, Asha membuka pintu dan menyembulkan kepalanya, Ia pun melihat kondisi sekitar kamar, untuk memastikan aman dan tidak ada orang yang tahu. Setelah dirasa aman, Asha segera keluar dari kamar Leo dan masuk ke kamar nomor 208, di mana nomor itu adalah nomor kamar hotel miliknya dan suami.
Asha langsung membuka pintu kamar dan Ia pun segera pergi ke kamar mandi, di sana Asha mengguyur badannya dengan air, Asha menggosok-gosok tubuhnya sembari merutuki Dirinya sendiri yang sudah ceroboh masuk ke dalam kamar Leo.
"Aku kotor! Aku jijik dengan diriku, bodoh bodoh sekali. Maafkan aku suamiku, Aku tidak pantas menjadi Istrimu," rutuk Asha pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Beruntung Carlos belum masuk ke dalam kamar mereka, apa jadinya jika Carlos tahu bahwa istrinya salah masuk kamar, apalagi tahu jika istri yang baru dinikahi nya didahului oleh sang Ayah.
Setelah cukup lama Asha berada di dalam kamar mandi, Ia pun segera keluar dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, matanya terlihat sembap karena Ia benar-benar merasa sangat bersalah dengan sang suami, Ia tidak bisa menjaga mahkota kesuciannya.
Ia pun hanya bisa menangis dan menangis, tidak mungkin baginya untuk melayani sang suami, Ia merasa sangat kotor dan jijik, tak seharusnya Carlos mendapatkan istri seperti dia.
"Tunggu, Mas!"
Mendengar seruan dari suara seseorang yang dikenalnya, Carlos pun berhenti dan membalikkan badannya, Ia melihat Ara yang sedang berdiri di depannya.
__ADS_1
"Mas! Kita harus bicara, kamu harus bersikap tegas, Mas! Aku tidak bisa seperti ini terus, kehamilan ini lama-lama akan semakin besar, lalu bagaimana kata orang-orang nanti!" seru Ara sembari memohon kepada Carlos untuk bertanggung jawab atas kehamilannya.
"Sssttt jangan keras-keras! Kamu mau orang lain dengar, kamu tahu Aku sangat menyayangi Kakakmu, dan sekarang adalah hari pernikahan kami, jadi Aku mohon sama kamu, tolong jangan bilang siapa-siapa, lebih baik kamu pergi sejauh mungkin, dan lahirkan anak itu ditempat lain, Aku yang akan membiayai kelahirannya, kamu tidak usah khawatir, semuanya akan ku tanggung, tapi untuk menikahi mu rasanya itu tidak mungkin, Kamu dan Kakakmu adalah saudara, dan itu rasanya tidak bisa. Kamu mengerti kan? Anggap saja itu kesalahan yang tidak bisa kubayangkan, Aku khilaf dan Aku berharap kamu bisa melupakannya, Aku akan tetap tanggung jawab terhadap bayi itu. Tapi, kumohon pergilah sejauh mungkin untuk menghilangkan jejak, agar hubungan mu dengan kakakmu tetap baik, apa Kamu tidak kasihan melihat Asha jika dia tahu kalau kamu mengandung anak dari suaminya?"
Mendengar ucapan dari Carlos, Ara pun juga berpikir bagaimana nanti jika sang Kakak tahu, pastinya dia akan meminta cerai kepada Carlos, tapi dirinya juga tidak bisa membiarkan anaknya lahir tanpa Ayah, Ara pun tetap akan berbicara kepada Asha, dan berharap sang Kakak bisa mengerti, karena kejadian itu terjadi sebelum Asha dan Carlos menikah.
"Maaf, Mas! Aku rasa tidak bisa menyembunyikannya dari Kakak, mungkin Kamu akan kecewa, tapi kamu juga egois, bayi ini ada karena dosaku dan dosamu, jadi dia tidak berhak menderita, Aku akan memperjuangkan hak bayi ini untuk mendapatkan kasih sayang dari Ayahnya," batin Ara, Ia pun membiarkan Carlos pergi, tapi dalam hatinya Ia tidak bisa menuruti permintaan Carlos untuk melahirkan bayi nya tanpa kehadiran Ayah kandungnya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1