AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Telur ceplok


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, secerah wajah Aksa yang saat ini sedang berdiri di depan pintu kamar tidur kedua orang tuanya, Ia pun sudah tidak sabar untuk menanyakan apakah Bunda dan Daddy-nya sudah membuat adonan Dede bayi untuknya. Aksa pun mulai mengetuk pintu kamar itu dengan awalnya lemah, karena tidak ada jawaban dari dalam, akhirnya Aksa mengetuknya dengan sedikit keras. Sementara diwaktu yang bersama, Leo merasa jika Dede kecilnya bangkit lagi, dikarenakan hukum alam rutinitas setiap pagi si Dede bangun dengan sendirinya. Sedangkan Asha pun masih memejamkan matanya dengan kondisi tanpa sehelai benangpun, hanya ditutupi sebuah selimut yang menutupi tubuh keduanya.


Dibalik selimut itu, Leo mulai beraksi lagi sebelum dirinya bangkit untuk pergi ke kamar mandi, sembari mencium tengkuk Asha yang tidur membelakanginya, Leo pun mendekatkan Dede kecilnya pada tempat peraduannya, hanya dengan satu kali hentakan Leo berhasil memanjakan si Dede berotot dengan hiasan rumbai-rumbai di sekitarnya, sementara terdapat dua buah telur sebesar telur burung puyuh tampak melengkapi penampilan Dede gemoy milik sang singa.


Asha spontan membuka kedua matanya saat merasa jika ada sesuatu yang masuk kembali ke tempat pribadinya dengan cepat dan terasa begitu nikmat. Leo menyeringai dan melanjutkan aktivitasnya sebelum mereka mandi untuk membersihkan diri masing-masing.


Ditengah-tengah keduanya mengulang percintaan semalam, tiba-tiba saja, terdengar suara seseorang yang sedang mengetuk pintu kamar mereka. Asha maupun Leo menghentikan gerakan eksotis nya masing-masing dan mulai menebak siapa yang sudah berani sekali mengganggu dirinya dan juga sang istri. Karena ketukan pintu itu sangat mengganggu dan membuat Leo geram.


"Sayang! Coba lihat dulu di depan, siapa di sana! Mungkin saja ada sesuatu yang penting." seru Asha kepada suaminya yang saat itu sedang sibuk-sibuknya menanamkan benih-benih cinta. Leo menghela nafas panjang dan Ia pun terpaksa mengikuti perintah sang istri.


Pria itu tampak mencabut miliknya dan segera menutupi tubuhnya dengan piyama tidur, sedangkan Asha berkesempatan untuk pergi ke kamar mandi saat Leo membukakan pintu.


Leo berjalan menuju ke pintu kamar tidurnya dan bersiap memarahi pelayan yang berani mengganggu ritualnya pagi ini. Ia mulai membuka kunci pintu itu dan menarik handel dengan menunjukkan wajah kesalnya. Leo membuka pintu itu dengan cepat dan Ia pun melihat wajah sang anak yang sedang menatapnya sambil meringis.

__ADS_1


"Hai Daddy! Selamat pagi." sapa Aksa kepada sang Daddy.


Leo seketika lemas dan menyandarkan kepalanya pada sisi pintu. Aksa pun mendekati sang Daddy dan berkata seperti orang dewasa.


"Daddy kenapa? Kok teler gitu, kayak petinju yang sudah bertarung lima ronde aja, ahh payah ...." celetuk sang bocah yang memaksa Leo kembali membelalakkan matanya.


"Hmmm kamu bilang Daddy payah? Tuh Bunda kamu ngakuin loh kalo Daddy ini kuat dan perkasa." sahut Leo sembari berjongkok di depan Aksa.


"Hmm oke, coba lawan Daddy, emang Aksa bisa nggak ninju Daddy, ayo! Daddy nggak takut." Leo pun berdiri dan membalas tantangan anaknya, dengan sedikit membungkuk Leo pun seolah-olah bersiap untuk melawan anaknya.


Sementara itu, Aksa pun bersiap untuk menyerang sang Daddy, tentu saja Leo tidak sungguh-sungguh untuk melakukannya, Ia hanya sekedar membuat putranya senang. Namun, berbeda dengan Aksa, bocah itu bersiap untuk meninju sang Daddy, karena Leo tidak punya persiapan untuk membela diri karena dipikir tinjuan Aksa tidak akan keras, dengan cepat Aksa meninjau Leo tepat pada si Dede kecilnya.


"Ooohhhhggggg ... Aksaaaa bukan ini yang ditinju Nak, ini aset berharga punya Daddy, nanti Bunda kamu nangis lihat ini." pekik Leo sambil mendekap Dede kecil yang bergantung di antara kedua pangkal pahanya.

__ADS_1


"Horeeee ... ye ye Aksa menang! Ah Daddy cemen, gitu aja udah nyerah." ledek sang anak yang membuat Leo pasrah, Leo hanya berharap semoga Dede kecilnya masih bisa beroperasi dengan normal.


Hingga akhirnya, Asha datang menghampiri mereka berdua, dan dirinya melihat sang suami yang sedang memegangi Dede kecilnya yang baru saja terkena tinjuan dari Aksa.


"Sayang! Kamu kenapa?" Asha menghampiri suaminya yang sedang meringis kesakitan menahan dua buah telur puyuh nya serasa naik ke atas dan membuat perutnya seperti kram dan nyeri.


"Telurku, Sayang! Ahhh rasanya mau pecah." balas Leo sambil meringis kesakitan.


"Telur? Daddy punya telur? Waaahhhh mana Dadd Aksa mau lihat, biar nanti Aksa suruh Bunda buatin telur ceplok untuk sarapan pagi Aksa, hmm pasti lezat, yummy!"


Seketika Leo menyandarkan kepalanya tak berdaya pada tubuh istrinya saat mendengar Aksa berkata jika sang anak ingin membuat telur ceplok dari telur miliknya. Asha pun tak bisa menahan rasa ingin tertawa nya karena ulah kedua laki-laki yang sangat Ia sayangi itu.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2