AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Kenyataan pahit


__ADS_3

Malam itu juga, Ara mengirimkan pesan singkat kepada sang Kakak, Asha yang saat itu sedang duduk di atas tempat tidurnya, Ia melihat ke layar ponselnya. Sebuah pesan WhatsApp dari sang Adik.


Asha membuka pesan WhatsApp itu dan membacanya. Asha dengan seksama membaca pesan Ara yang seketika membuatnya mengerutkan kening.


"Kak! Ara ingin bertemu sekarang penting, Ara tunggu diluar hotel!"


"Ara ingin bertemu denganku? Ada apa, ya?" ucap Asha lirih. Asha pun segera turun sejenak untuk menemui sang Adik yang sudah menunggunya di luar hotel. Asha mendekati pintu kamar mandi dan berkata kepada Carlos jika dirinya beralasan ingin bertemu dengan Ibunya sebentar.


"Carlos! Aku mau turun sebentar, Aku ingin bertemu dengan Ibu, boleh?" pamitnya kepada sang suami. Carlos pun memberikan Asha izin.


"Boleh, jangan lama-lama." jawab Carlos dari dalam kamar mandi.


"Iya, Aku tidak akan lama."

__ADS_1


Setelah meminta izin kepada Carlos, Asha pun segera turun dari kamar hotel dan segera menghampiri sang Adik yang sudah menunggunya di luar hotel. Asha berjalan menuju luar hotel dan akhirnya dirinya melihat wajah sang Adik yang sedang bersedih.


"Ara? Kenapa kamu memanggil Kakak?" tanya Asha yang masih sangat penasaran, apalagi melihat raut wajah adiknya yang tampak bersedih.


"Ayo ikut Ara, Kak!" ajak Ara membawa pergi sang kakak ke tempat yang aman untuk mereka mengobrol. Mereka berdua duduk di taman luar hotel.


Setelah mereka tiba di tempat tujuan, Ara mengajak sang kakak untuk duduk bersama membicarakan sesuatu yang seharusnya Asha ketahui sebelum terlambat.


"Katakan! Apa yang sebenarnya terjadi?" Asha pun siap mendengarkan apa yang akan Ara ungkapkan. Ara memegang tangan sang Kakak dan mengucapkan permintaan maaf sebelum dirinya melanjutkan kata-katanya.


"Ara minta maaf sama Kakak, Ara juga tidak mengerti bagaimana hal ini harus menimpa kepada Ara, dan semua itu berawal dari sebuah kesalahan."


"Sebuah kesalahan? Kakak benar-benar tidak mengerti, kesalahan apa yang kamu bicarakan, Ara?" desak Asha yang sudah tidak sabar ingin segera mendengar pengakuan dari sang Adik, karena Ara merasa jika pengakuan adiknya ini terlihat sangat aneh dan mencurigakan.

__ADS_1


Ara mengambil nafas dalam-dalam dan Ia pun mulai mengatakan hal yang sebenarnya dari awal bagaimana kejadian itu bisa terjadi, antara dirinya dan juga Carlos.


Asha mendengarkan cerita Ara dengan raut wajah yang mulai kecewa, apakah ini benar? Nyatakah ini semua? Sudah terjatuh tertimpa tangga pula, sungguh nasib Asha begitu sial, di malam pengantin dirinya harus kehilangan keperawanannya karena ulah Ayah mertuanya, tapi disisi lain Ia baru saja mendapati kenyataan pahit jika Carlos telah menodai Adiknya dan sekarang Ara sedang mengandung anak dari suaminya.


"Begitulah ceritanya, Kak! Aku minta maaf sekali lagi sama Kakak, Ara pasti sudah mengecewakan Kakak, ampuni Ara, Kak!" gadis itu bersimpuh di hadapan sang Kakak, Ia sadar apa yang dilakukanya pasti akan menyakiti hati Asha. Kekecewaan Asha kepada Leo belum hilang, ditambah lagi sekarang suaminya yang sudah memberikan rasa pilu yang luar biasa.


"Bangunlah! Semua ini tak seharusnya terjadi, Carlos harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya kepadamu, dia harus bersikap jantan, dan Aku tidak mau memiliki suami pengecut seperti dia, sekarang kita pulang, Kakak akan memberikan keadilan untuk mu dan bayi itu. Kamu Adikku, dan Aku tidak bisa melihat adikku menderita." ucap Asha kepada sang Adik.


Malam itu juga Asha memutuskan untuk tidak akan pernah kembali ke kamar pengantinnya, karena saat itu juga Asha memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahan bersama Carlos, dia akan menuntut cerai dari pria itu dan akan memintanya untuk menikah dengan adiknya, agar bayi itu tidak menerima hukuman dari perbuatan kedua orang tuanya.


Asha dan adiknya pun segera pergi dari tempat itu. Asha sudah tidak perduli lagi dengan Carlos yang pastinya saat ini sedang menunggunya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2