
"Om Carlos kenapa?" terdengar suara Aksa yang bertanya kepada Carlos yang sesenggukan menangis sembari memeluknya. Kemudian Carlos menatap wajah sang bocah sembari berkata, "Om tidak apa-apa, Aksa senang bertemu dengan Daddy?" pertanyaan yang membuat Aksa tersenyum kegirangan.
"Senang dong, Om! Aksa senang banget ketemu sama Daddy." jawabnya dengan segala kepolosan anak-anak. Lagi-lagi Carlos tidak bisa membendung kesedihannya melihat Aksa yang merupakan Adiknya sendiri. Tentu saja Aksa yang melihat Carlos, naluri kasih sayang bocah itu sangat terlihat dengan mengusap air mata Carlos dengan kedua tangannya.
"Om Carlos jangan bersedih, Aksa bahagia kok ketemu sama Daddy. Kenapa Om malah bersedih? Bunda, Daddy! Om Carlos kenapa kok menangis? Tolong bilang sama Om Carlos jangan menangis lagi." rupanya ucapan sang bocah memaksa Asha untuk mendekati Carlos dan berusaha untuk menyentuh pundaknya.
Niat hati ingin menghibur Carlos, Asha justru dibuat terkejut dengan sikap Carlos yang tiba-tiba berdiri dan menatapnya dengan tajam. Tentu saja Asha terkesiap dengan sikap Carlos yang tiba-tiba seperti itu.
"Ca-Carlos! Apa yang terjadi? Ke-kenapa Kamu seperti ini?" Asha bertanya dengan wajah gugup dan cemas. Sungguh Ia belum mengerti dengan apa yang terjadi kepada Carlos.
Tanpa basa-basi, Carlos memegang satu tangan Asha dengan erat, tentu saja Leo terlihat panik dengan apa yang akan dilakukan oleh putranya kepada Asha. Leo pun berusaha untuk menenangkan Carlos.
__ADS_1
"Carlos! Apa-apaan kamu!" Leo merasa sang anak sedang tidak baik-baik saja.
"Daddy tunggu di situ! Carlos ingin berbicara sebentar dengan Asha." ucap Carlos sembari menahan Leo untuk mendekat. Kemudian Ia pun mulai menatap wajah Asha dengan serius.
"Ada apa denganmu, Carlos?" tanya Asha yang melihat tatapan mata Carlos kali ini begitu berbeda. Seolah ada kesedihan yang begitu mendalam terukir lewat bola matanya yang tampak berkaca-kaca.
"Kenapa kamu tidak bilang dari awal, kenapa kamu tidak pernah berkata jujur kepada ku, kalau saja dari awal Aku tahu yang sebenarnya, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Mungkin Aku tidak akan sekecewa ini, Asha. Kamu sudah membohongi ku, kamu sudah menipuku!" ungkap Carlos dengan air mata yang masih setia mengalir dari sudut matanya.
Carlos pun tidak menunggu terlalu lama, Ia pun segera membawa Asha langsung ke hadapan Sang Ayah, Carlos sengaja melempar tubuh Asha kepada Daddy-nya. Tentu saja dengan sigap Leo menangkap tubuh Asha. Kini Asha berada dalam pelukan Leo. Antara gugup dan deg-degan saat Asha berada dalam pelukan Daddy-nya Carlos.
"Carlos! Apa yang kamu lakukan?" Leo terlihat mulai marah dengan apa yang dilakukan oleh sang anak karena telah memperlakukan Asha seperti itu. Kemudian Carlos mulai angkat bicara sembari menggendong Aksa dengan sesekali mengusap air matanya.
__ADS_1
Carlos berjalan menghampiri Asha dan Leo dengan Aksa berada di dalam gendongannya, kemudian Ia pun mulai berkata, "Kenapa kalian berdua sembunyikan semua ini dariku? Kalian pikir Aku ini apa? Aku sudah tahu semuanya, siapa Asha dan siapa Aksa."
Mendengar penuturan dari sang anak, tentu saja Leo sangat terkejut, apa mungkin sang anak sudah mengetahui semuanya.
"Carlos, apa maksudmu, Nak?" Leo pun sangat penasaran dengan apa yang dimaksud oleh sang anak.
"Daddy tidak usah menyembunyikan rahasia ini lagi, Aksa adikku kan, Dadd?" tanya Carlos sembari menatap wajah Aksa penuh kasih.
Seketika Leo dan Asha sangat terkejut dan saling menatap, bagaimana bisa Carlos tahu rahasia mereka, belum juga Asha mengatakannya, tapi Carlos sudah mengetahuinya.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1