AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Air mata bahagia


__ADS_3

"Siapa Anda? Saya tidak pernah merasa mengenal Anda, Nyonya." Balas Carlos yang masih belum terima jika Salma adalah Ibu kandungnya.


"Ibu tahu pasti kamu akan berkata seperti ini saat kita bertemu, tapi ketahuilah! Bagaimana pun juga kamu adalah putraku, anak kandungku, dan Leo adalah Daddy angkatmu bukan Daddy kandungmu, karena sebenarnya Ayah kandungmu sudah meninggal dunia." Ungkap Salma.


Kemudian Salma menjelaskan semua kronologi kejadian dimana dirinya dulu meninggalkan Carlos di rumah Leo, dan mempercayakan Leo untuk merawat anak kandungnya, karena Salma tidak sanggup untuk merawat bayi di negeri orang, ia harus berjuang sendirian untuk melanjutkan hidupnya agar suatu hari nanti ia bisa melihat putra kandungnya lagi.


Salma memantau bagaimana kehidupan Carlos adalah lewat sosial media milik Leo, dimana Leo sering memajang foto-foto kebersamaannya bersama Carlos, hingga akhirnya Salma mendengar jika putranya itu akan menikahi seorang gadis. Di situlah Salma ingin mengucapkan selamat kepada sang anak yang saat ini sudah menikah dengan gadis pujaan hatinya.


Setelah Salma tahu hal yang sebenarnya dari Leo, Ia pun ingin menghibur anaknya agar tidak terlalu bersedih menghadapi kenyataan jika dirinya bukanlah anak kandung Leo.


Carlos terlihat lemas, Ia tidak bisa berkata-kata lagi, kenyataan lebih menyakitkan daripada berita kehamilan Asha. Kenyataan jika dirinya bukanlah anak kandung Leo. Ia terlihat begitu sedih, akhirnya Ia harus kehilangan segalanya, cinta Asha dan juga cinta Daddy nya.


"Kenapa? Kenapa ini harus terjadi ya Tuhan! Apakah ini balasan apa yang sudah ku perbuat pada Ara, Engkau tunjukkan segalanya, memang sepertinya tidak ada jodoh antara aku dan Asha, bagaimanapun caranya aku menghindari perceraian ini, kenyataannya aku harus merelakan Asha, dia bukan jodohku." batin Carlos sembari menundukkan wajahnya yang kecewa, Ia pun menatap sekeliling, semuanya menatap nanar. Hingga akhirnya Carlos memutuskan untuk pergi.


"Carlos!" panggil Salma yang cemas dengan keadaan putranya.


"Biarkan saja! Biarkan dia sendiri, mungkin dia masih butuh waktu untuk menerima kenyataan jika dia bukanlah anakku." Sahut Leo kepada Salma.

__ADS_1


Melihat Carlos pergi, Ara yang saat itu sedang berdiri di samping sang kakak, tiba-tiba Ia mengejar Carlos, Ia tahu Carlos pasti butuh sandaran bahu untuk menghibur hatinya.


"Ara! Kamu mau kemana?" tanya Asha yang melihat sang adik yang sedang pergi mengikuti Carlos.


"Ara cuma sebentar, Kak!" jawabnya yang kemudian Ia segera mengikuti Carlos pergi.


"Ara tunggu!" Asha masih mencemaskan sang Adik. Namun, Leo rupanya menghalangi Asha untuk mencegah adiknya mengikuti Carlos.


"Biarkan dia pergi, sudah saatnya mereka berbicara, dan Carlos harus bisa menerima Ara dan bayinya, sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangiku untuk menikahimu." Ucap Leo kepada wanita yang kini sedang mengandung anaknya.


Sementara itu, Carlos tampak duduk di kursi di tengah taman kota, Ia mencoba menenangkan pikirannya dengan melihat pemandangan kota malam itu, hari itu dirinya benar-benar sudah tidak bisa mempertahankan cintanya lagi, karena bagaimanapun juga Ia tidak bisa lagi mempertahankan pernikahannya yang masih seumur jagung.


"Bagus ya pemandangannya?" ucap Ara sembari menatap pemandangan kota di malam hari. Seketika Carlos menoleh kearah samping, dilihatnya gadis yang pernah mewarnai hidupnya tiba-tiba berada di sampingnya.


"Ara, kamu!" seru Carlos sembari memperhatikan wajah Ara yang saat ini terlihat berbeda, mungkin karena faktor gadis itu sedang mengandung.


"Kehidupan ini sebuah misteri, kadang kita sangat yakin akan mendapatkan segala yang kita inginkan, tapi kenyataannya jika Tuhan tidak mengabulkan, mau tidak mau kita harus menerimanya, sama seperti apa yang kuinginkan, aku ingin kamu bertanggung jawab atas kehamilan ini. Tapi sepertinya kamu tidak pernah mengharapkan untuk menjadi ayah dari bayi ini, kamu masih mencintai Kakak. Meskipun kamu tahu jika Kakak sedang mengandung anak dari Om Leo. Well! Aku tidak akan memaksamu, mungkin ada baiknya aku besarkan sendiri anak ini, tanpa Ayahnya sekalipun bayi ini akan tetap mendapatkan kasih sayang dari orang-orang sekitarnya, karena paksaan itu tidak akan pernah baik." ungkap Ara sembari menatap wajah Carlos yang saat itu sedang termangu menatapnya.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Ara pun beranjak pergi dari samping Carlos, baru saja selangkah Ia pergi, tiba-tiba Carlos menahan tangan Ara dan tidak membiarkan gadis itu pergi.


"Jangan pergi!" seru Carlos yang memaksa Ara untuk membalikkan badannya.


"Sudah malam! Aku harus pulang, udara malam tidak baik untuk kesehatan, lagipula itu juga tidak akan baik untuk kesehatan bayiku." balas Ara.


"Bayimu? Sejak kapan bayi itu menjadi milikmu sendiri? Bayi itu juga bayiku, aku Ayahnya. Dan aku akan hadir saat Ia lahir ke dunia nanti, bayi kita akan mendapatkan orang tua yang lengkap, ayah dan juga ibunya." ungkap Carlos yang membuat Ara berkaca-kaca, Ia tak menyangka jika kata-kata itu terucap dari bibir Carlos.


"Apa maksudmu?" Ara seakan tak percaya jika Carlos akan berkata demikian. Kemudian pria itu tampak memegang kedua tangan Ara dan menciumnya.


Setelah mencium tangan Ara, Carlos kemudian mencium kening gadis itu sembari berkata, "Maafkan atas keegoisanku, Aku sudah sangat bersalah kepadamu, aku sudah menyakitimu begitu dalam. Mungkin itu sebabnya Tuhan menunjukkan semua ini padaku, sebuah kenyataan yang benar-benar membuat hatiku sakit, mungkin ini tidak sepadan dengan apa yang sudah kamu lewati selama ini. Ara! Aku akan menikahimu."


Ara tidak bisa berkata apa-apa, Ia hanya bisa menangis bahagia, akhirnya harapannya untuk membawa Ayah sang bayi terlaksana juga, kini Carlos sudah menyadari jika selama ini dirinya sudah tidak adil kepada Ara.


"Apa ucapanmu ini bisa dipercaya?" tanya Ara untuk meyakinkan dirinya.


"Apa perlu ku buktikan sekarang? Aku akan menikahimu sekarang juga, demi bayi kita." Seru Carlos sembari memeluk sang gadis penuh kasih. Ara pun tidak bisa lagi membendung air mata bahagianya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2