AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Tukang lepas kolor


__ADS_3

Sementara di sisi lain, kini Leo mendekati Asha meminta maaf kepada wanita itu, antara senang dan sedih, Leo bahagia akhirnya setelah berpuluh-puluh tahun, kini dirinya bisa memiliki anak kandung sendiri dari rahim Asha, setelah kematian sang istri, Leo tidak pernah lagi mau menikah, rasa cintanya terhadap mendiang istrinya, membuat Leo tertutup pada wanita lain. Namun, semenjak dirinya bertemu dengan Asha bahkan ia telah menyentuhnya. Dinding beku dalam hati Leo seolah hancur.


Leo mulai mencintai Asha secara perlahan, karena hanya dia wanita yang mampu menggetarkan jiwanya. Apalagi sekarang Asha sedang mengandung darah dagingnya.


Asha melihat kesungguhan Leo yang benar-benar tulus menginginkan bukan hanya dirinya tapi juga bayi itu, karena kehadiran bayi itu semakin mempererat rasa cintanya terhadap Asha.


"Semuanya sudah jelas, sekarang tidak akan ada lagi yang memisahkan kita, aku, kamu dan anak kita. Menikahlah denganku, Asha! Aku mencintaimu." Ungkap Leo sembari mencium tangan Asha.


Entah kenapa Asha tidak bisa berkata apa-apa, seolah bibirnya terkunci dan hanya menganggukkan kepalanya, seketika pelukan hangat Leo membuyarkan segalanya, Asha membalas pelukan Leo penuh keharuan, sungguh Asha merasa ini seperti dalam mimpinya, pelukan ini begitu nyaman Ia rasakan, seolah Leo pernah hadir sebelumnya, iya Leo memang pernah hadir meskipun itu dalam mimpi, dan sekarang telah menjadi kenyataan.


Bu Laila hanya bisa mendoakan untuk kedua putrinya, Ia berharap kedua putrinya bisa hidup bahagia bersama pria yang tepat, meskipun berawal dari sebuah kesalahan, Bu Laila berharap kesalahan itu bisa dibuat sebagai pembelajaran untuk mereka ke depan, agar selalu berhati-hati dalam mengambil langkah agar tidak terjerumus ke dalam lubang dosa.


Setelah mengetahui kenyataan jika dirinya adalah anak dari seorang wanita bernama Salma, Carlos pun mendatangi wanita itu dan meminta maaf atas sikapnya saat itu, Carlos masih belum bisa menerima secara langsung, Ia masih sangat shock saat mendengar jika dirinya bukanlah anak kandung Leo. Carlos menemui Salma sembari mengajak Ara bersamanya.

__ADS_1


"Carlos!" seru Salma saat melihat sang anak yang sedang berdiri menemuinya, Carlos tersenyum dan ia pun segera bersujud di kaki sang Ibu, meminta maaf atas apa yang pernah Ia katakan kepada Salma.


"Maafkan Carlos, Ma! Carlos merasa sangat bersalah kepada Mama, pasti Mama sangat sakit hati saat Carlos berkata seperti itu, Carlos menyesal." Ungkap pria itu dengan menangis sesenggukan.


Hati ibu mana yang tega melihat sang anak bersimpuh menangis di kakinya, Salma membangunkan Carlos untuk berdiri dan mengusap wajah sang anak sembari berkata, "Mama yang seharusnya minta maaf, Mama tidak bisa menjadi Ibu yang baik untukmu, Mama sangat beruntung mengenal Leo dan istrinya, tanpa mereka mungkin Mama tidak akan bisa bertemu denganmu lagi, Nak! Leo sangat berjasa padamu, di balik kekecewaan mu padanya, sesungguhnya Leo sangat menyayangimu seperti anak kandungnya sendiri." Ungkap Salma yang membuat Carlos tersadar jika sang Daddy angkat memang sangat menyayanginya tanpa syarat.


"Iya, Mama benar. Daddy memang sangat menyayangiku, Daddy tidak pernah hitung-hitungan denganku, mungkin sudah saatnya Carlos harus membalas kebaikan Daddy selama ini dengan merelakan Asha untuk Daddy, lagipula Carlos sudah mendapatkan kebahagiaan sendiri. Ara dan bayi kami." Seru Carlos sembari merangkul Ara yang akan Ia nikahi sebentar lagi setelah ketuk palu dari pengadilan agama.


"Mama sangat bahagia, Mama akan memberikan doa yang terbaik untuk kalian berdua, semoga kamu dan gadis pilihanmu hidup bahagia." Balas Salma yang turut bahagia dengan rencana pernikahan anaknya


Setelah Asha resmi bercerai dengan Carlos, selang beberapa Minggu, Leo menjadikan Asha sebagai istrinya, tak ada penolakan yang berarti dari Asha, seolah-olah Asha sangat yakin jika Leo adalah jodoh yang terbaik untuknya, usia tidak menghalangi pernikahan mereka berdua.


Pernikahan yang terjadi begitu cepat, kini Asha dan Leo sudah resmi menjadi suami istri, sudah halal bagi keduanya untuk melakukan hal apapun, termasuk mencium perut Asha yang saat itu masih berusia tiga bulan.

__ADS_1


Di sebuah kamar yang dihiasi bunga-bunga segar, pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri tampak sedang melepaskan rindu. Leo yang saat itu tidur di pangkuan Asha terlihat wajahnya menghadap ke arah perut istrinya sembari membisikkan sesuatu pada janin yang masih kecil itu.


"Hai kesayangan Daddy! Kamu bisa dengar suara Daddy? Kamu baik-baik saja ya di dalam perut Mommy, jangan nakal! Jangan bikin Mommy mu kerepotan, cukup Daddy saja yang bikin Mommy mu kerepotan, karena Daddy belum puas bersama Mommy mu. Sekarang kamu tenang saja, ya! Daddy mau pinjam jalan lahir kamu sebentar, sebentar saja! Nggak lama kok." Bisik Leo yang tanpa sengaja terdengar di telinga Asha.


Asha pun tertawa kecil mendengar ucapan dari suaminya, sedangkan Leo melihat ke arah sang istri yang sedang menertawakannya.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Leo sembari mengangkat kepalanya dan duduk di sebelah sang istri.


"Emm ... enggak aku nggak ketawa kok, lucu aja dengerin kamu ngomong gitu, semoga saja dia nggak ngerti dengan apa yang kamu maksud, ternyata Daddy-nya sangatlah mesum." Balas Asha mengejek suaminya.


"Apa? Kamu bilang aku mesum?"


"Hmm ... itu benar, kan? Tukang lepas kolor!" celetuk Asha yang seketika membuat Leo ingin sekali menggelitik pinggang istrinya.

__ADS_1


"Apa kamu bilang, aku tukang lepas kolor, oke! Kalau seperti itu sekarang aku akan buktikan jika aku memang benar-benar tukang lepas kolor." Sahut Leo sembari merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2