
Sejenak Bu Laila berfikir, sang cucu memang membutuhkan seorang Ayah. Carlos yang sedari tadi masih menunggu waktu yang tepat untuk menyadarkan Bu Laila, akhirnya Ia pun mulai angkat bicara.
"Bu Laila! Saya mengerti bagaimana perasaan Ibu. Saya sebagai anak dari Pak Leo ...!" belum sampai Carlos melanjutkan kata-katanya, baik Ara maupun Bu Laila sangat terkejut dengan pengakuan dari Carlos, jika Dia adalah anak dari Leonel Abraham.
"Apa, Pak? Pak Carlos anaknya Pak Leo?" Ara terlihat membulatkan matanya saat mengetahui hal yang sebenarnya, pun sama Bu Laila pun juga sangat terkejut dengan pengakuan Carlos.
"Nak Carlos tidak bercanda, kan?" Bu Laila pun tidak percaya jika Carlos ternyata anak kandung dari Leo. Pria yang sangat Ia benci. Carlos tersenyum kepada mereka berdua dan membawa sang Ayah untuk mendapatkan restu dari Bu Laila. Kini Carlos berdiri bersama Leo untuk menghadap pada Bu Laila.
"Benar, Bu! Leonel Abraham adalah Ayah kandung Saya, beliau sangat ingin menjadi bagian dari rumah ini, beliau sudah terlalu lama menantikan hari ini yaitu mendapatkan restu dari Bu Laila, dan Saya sebagai anak, sangat ingin melihat Daddy berbahagia dengan wanita yang dicintainya. Dan ternyata wanita itu adalah Asha. Dan Daddy tidak mungkin membunuh orang begitu saja tanpa ada asal muasal. Dan Saya sangat yakin sekali Daddy tidak bermaksud membunuh suami Ibu, saya tahu betul bagaimana Daddy. Daddy orang yang bertanggung jawab dan sangat penyayang. Dibalik sifatnya yang tegas, beliau sangat mencintai keluarganya, dan Daya mohon kepada Bu Laila untuk memaafkan Daddy!" ungkap Carlos kepada Bu Laila, sesekali dirinya melihat wajah Ara yang berdiri di samping Ibunya.
Ara pun terlihat salah tingkah saat Carlos menatapnya, Aksa yang sedari tadi cuma melihat adegan mereka, bocah kecil itu pun langsung berdiri di tengah-tengah dan berkata, "Nenek! Kata Bunda, dendam itu nggak baik, maafkanlah Daddy, Nek! Aksa pasti bangga memiliki Nenek yang pemaaf. Nenek orang baik, Daddy juga orang baik. Semua yang ada disekitar Aksa adalah orang-orang yang baik. Coba lihat Bunda, Nek? Apa Nenek tahu bagaimana bahagianya Bunda saat bertemu dengan Daddy. Dan sekarang apa Nenek tega menghilangkan kebahagiaan kami untuk bersama Daddy. Bagaimana jika Nenek menjadi Bunda? Pasti Nenek juga akan bersikap sama, bukan?"
__ADS_1
Entahlah jika Bu Laila mendengar sang cucu berbicara dengan kepolosannya, wanita itu menjadi lemah dan trenyuh, ucapan dari anak yang tak berdosa itu membuat Bu Laila segera memeluk sang bocah.
"Aksa, Sayang! Nenek sangat menyayangimu, Nak! Nenek ingin sekali melihatmu bahagia." ucap Bu Laila sembari membawa Aksa ke dalam pelukannya. Bu Laila menangis, Nenek mana yang tak ingin melihat cucunya bahagia, Ia pun berusaha untuk menurunkan egonya untuk bisa memaafkan Leo.
Kemudian Aksa menangkup wajah sang Nenek dan berkata, "Aksa juga sayang sama Nenek, kami semua Sayang Nenek. Tapi, Aksa akan lebih Sayang jika Nenek mau memaafkan Daddy, Nenek mau kan memaafkan Daddy?"
Bu Laila semakin terharu melihat permintaan sang cucu. Perlahan Bu Laila menganggukkan kepala dan membalas, "Iya, Nenek maafkan Daddy Aksa."
Mendengar ucapan dari Bu Laila seketika Leo menangis, akhirnya dirinya bisa menikahi wanita yang Ia cintai. Pun sama, Ara pun ikut bahagia akhirnya sang Ibu bisa menerima kenyataan tentang kematian Sang Ayah tercinta.
Asha pun tak bisa membendung air mata bahagianya, Leo langsung menghampiri Asha dan memeluknya penuh kebahagiaan, "Akhirnya, kita akan menikahimu, kita akan berkumpul bersama, kamu dan anak kita." ucap mesra Leo sembari menciumi pipi Asha saking bahagianya.
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain, Ara pun ikut menangis bahagia melihat keharuan sang Kakak yang mendapat cinta sejatinya. Gadis itu tanpa sengaja merangkul Carlos yang saat itu sedang berdiri sembari melihat keromantisan Leo dan Asha.
"Huhuhu sedih Aku melihat mereka!" ucap Ara sembari memeluk Carlos dengan tidak sadar. Tentu saja Carlos sangat kaget dan terkejut saat Adik Asha itu tiba-tiba memeluknya, bukannya melepaskan, Carlos justru semakin erat memeluk Ara sehingga membuat Ara mulai tersadar jika ada tangan yang sedang mengusap punggungnya. Spontan Ara mengangkat wajahnya dan menatap wajah Carlos yang sedang tersenyum kepadanya.
"Pak Carlos???"
...BERSAMBUNG...
*
*
__ADS_1
*
...Karena kemarin author sudah membuat voting untuk pasangan Carlos dan Ara. Maka dari itu, author sudah memutuskan berdasarkan suara terbanyak untuk pasangan Carlos dan Ara. Alasannya sudah sangat jelas jika Carlos dan Ara memang bisa menikah. Di sini Author mengutamakan hukum agama yang dianut oleh Author, bukan hukum masyarakat karena ini dan itu, karena apa? Hukum agama itu lebih penting dibandingkan hukum apapun. Meskipun novel ini tidak bergenre agama karena basicnya romantis. Namun Author tetap memberikan edukasi tentang sesuatu yang jarang diketahui oleh masyarakat. So! Kita ambil hikmahnya dan bisa bersikap bijak ya, Zeyenk! Dan Author berharap tidak ada kontroversi lagi di kisah mereka. So guys tetap dukung kisah mereka hingga tamat dan jangan lupa vote nya 🙏🥰...