AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Aksa menangis


__ADS_3

Asha pun menghampiri putranya dan memeluknya, Ia menciumi wajah sang anak, betapa Ia sangat menyayangi putranya itu.


"Aksa Sayang, Bunda kangen banget sama kamu, maafkan Bunda ya jika Bunda nggak bisa lagi nemenin Aksa bobo, sekarang Aksa harus belajar bobo sendiri, Aksa udah besar, sebentar lagi Aksa udah masuk sekolah, kamu senang?"


"Senang banget, Bunda! Aksa sekarang udah pinter kok, Bunda. Nggak apa-apa Bunda bobonya bareng Daddy saja, Aksa udah keseringan bobo ditemani Bunda. Tuh Daddy kan belum pernah, Daddy juga belum pernah dibacakan dongeng kan sama Bunda, jadi Aksa biarkan saja Bunda nemenin Daddy bobo," seru sang bocah dengan kepolosannya. Membuat Leo tersenyum manis dan kemudian menggendong putranya itu.


"Hei kamu pinter banget sih, tahu aja kalau Daddy belum pernah mendengar dongeng," seru Leo.


"Tahu dong Dadd! Bunda tuh pinter banget mendongeng, sampai Aksa ketiduran. Tapi sekarang nggak apa-apa deh, Bunda bobonya sama Daddy aja. Kan kata Nenek bisa buatin Aksa Dede bayi." dengan segala kepolosannya, Aksa membuat Asha dan Leo saling menatap.


"Ha ... woiya Daddy sama Bunda pasti buatin kamu Dede bayi, Daddy selalu siap menolong Bunda untuk buatin Dede bayi untuk anak Daddy yang ganteng ini." jawab Leo sembari melirik ke arah istrinya.


"Waaahhhh Daddy memang hebat, apa Daddy dan Bunda udah melakukannya?" pertanyaan Aksa memaksa Leo bingung harus menjawab apa.


"Melakukan, melakukan apa?"

__ADS_1


"Ya membuat Dede bayi dong, Daddy! Sebentar-sebentar Aksa mau cek dulu, apa benar Daddy dan Bunda udah buatin Aksa Dede bayi, takutnya Daddy bohong." seru Aksa sembari meminta untuk diturunkan dari gendongan Leo.


Setelah Aksa turun, Ia pun segera mengecek kondisi kamar orang tuanya, berharap Ia menemukan bekas kulit telur dan bekas tepung terigu. Namun, setelah sang anak melihat isi kamar Daddy dan Bundanya, ternyata Ia tidak menemukan sisa pecahan telur dan bekas tepung terigu.


Sementara itu, baik Leo maupun Asha tampak bingung sebenarnya apa yang dicari oleh putranya itu. Setelah Aksa tidak menemukan apapun di sana, bocah itupun menangis. Spontan Asha langsung menghampiri putranya dan menanyakan kenapa sang anak tiba-tiba menangis.


"Huaaaaaa ... kok nggak ada, Bunda dan Daddy pasti nggak bikinin Aksa Dede, ya! Huuwaaaa." tangisan Aksa membuat keduanya bingung.


"Aksa, Sayang! Kenapa Aksa menangis? Aksa mencari apa sebenarnya?" tanya sang Ibu sembari menenangkan putranya.


Dengan sesenggukan, Aksa pun mulai berkata, "Hiks hiks ... kata Nenek, kalau mau bikin Dede bayi bahan-bahannya dari dua telur dan tepung terigu. Tapi, setelah Aksa lihat kok telur sama tepungnya nggak ada, pasti Bunda dan Daddy nggak mau buatin Aksa Dede huwaaaa."


Seketika Asha dan Leo menghela nafasnya, ternyata sang anak mengasumsikan jika membuat Dede bayi itu dengan telur dan tepung terigu. Leo pun berusaha untuk menjelaskan kepada putranya.


"Aksa, dengerin Daddy! Bunda dan Daddy udah buatin Aksa Dede bayi kok, dan adonan nya masih diproses, nanti kalau udah jadi, baru deh bisa dibentuk menjadi tangan, kaki, wajah. Sekarang masih disimpan di tempat yang aman. Jadi, Aksa nggak perlu khawatir lagi ya! Doakan Bunda biar perutnya cepat besar. Karena Bunda udah kekenyangan nanti Dede nya Aksa pasti tumbuh di dalam perut Bunda. Aksa mengerti?" mendengar Leo menjelaskan kepada anaknya, sejenak Asha menahan rasa ingin tertawa, sementara itu Aksa pun mulai faham dan mengerti.

__ADS_1


"Oh jadi begitu ya, Dadd! Iya deh Aksa doain biar Dede nya Aksa cepat tumbuh di perut Bunda. Emm apa itu juga sama dengan Tante Ara dan Om Carlos?" pertanyaan Aksa lagi-lagi membuat keduanya garuk-garuk kepala.


"Hehehe iya sama." jawab Leo


Spontan Aksa berlari meninggalkan kamar Asha dan Leo, dan pergi untuk mendatangi kamar Ara dan Carlos.


"Aksa, kamu mau kemana, Nak?" seru Asha


"Aksa mau ke lihat Tante Ara dan Om Carlos juga, apa mereka juga sudah buatin Aksa Dede bayi sama kayak Bunda dan Daddy. Biar nanti Dedenya Aksa banyak." balas sang bocah sembari menutup pintu kamar mereka.


Akhirnya, Asha dan Leo bisa bernafas dengan lega, sang anak akhirnya pergi dari kamar mereka. Dan kini tinggal mereka berdua, Asha pun merasakan ada sesuatu yang mulai bergerak masuk ke dalam piyama tidurnya yang tak lain adalah tangan suaminya yang mulai merayap-rayap untuk melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.


"Aksa sudah pergi, sekarang tinggal kita berdua. Kita lanjutkan membuat Dede bayi untuk Aksa, hmmm!" bisik Leo sembari membuka ikatan piyama yang dikenakan oleh Asha.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2