AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Hamil anak Daddy Leo


__ADS_3

Asha menatap nanar ke arah testpack yang berada di atas telapak tangannya, sembari menatap wajah Ibu dan Adiknya bergantian. Seolah mereka berdua sedang menunggu Asha untuk segera melakukannya. Asha pun mulai membalikkan badannya dan masuk kembali ke kamar mandi. Dengan perasaan berkecamuk, Asha pun segera melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh Ara.


Sementara itu, Bu Laila dan Ara tampak sedang menunggu Asha diluar dengan perasaan campur aduk, Bu Laila yang semakin sedih jika anak perempuannya lagi-lagi mengandung, tanpa kejelasan siapa Ayah dari bayinya, apakah Carlos ataukah ada pria lain.


Sedangkan Ara, terlihat begitu khawatir, jika saja sang kakak hamil anak Carlos, itu artinya akan susah baginya untuk mendapatkan tanggung jawab Ayah dari bayi yang sedang Ia kandung.


"Ya Tuhan! Jika benar Kakak hamil, lantas bagaimana dengan bayiku? Sudah pasti Carlos lebih memilih Kakak. Lalu bagaimana dengan nasibku ya Tuhan?" batin Ara yang tentu saja pasti sangat khawatir jika saja Asha mengandung anak Carlos.


Asha memejamkan matanya sesaat, ketika Ia sudah mengangkat testpack itu dari wadah berisi air urine miliknya, untuk sejenak Asha mengambil nafas dalam-dalam, Ia harus siap untuk melihat hasil testpack yang kini sedang Ia pegang. Dalam hitungan satu sampai tiga, Asha perlahan membuka kedua matanya.

__ADS_1


Perlahan kelopak mata itu terbuka, dan dilihatnya garis satu pada testpack itu, Ia bisa bernafas dengan lega ternyata dugaannya salah. Namun, dalam hitungan detik, garis kedua mulai muncul dan Asha tidak percaya jika dua garis itu terlihat begitu nyata, Asha sedang hamil.


"Astaga! A-Aku hamil? Ini tidak mungkin, tidak mungkin, aku hamil anak Daddy Leo?" ucap Asha lirih, tubuhnya gemetaran saat mengetahui kenyataan jika dirinya tengah berbadan dua. Bagaimana dirinya mengatakan kepada Ibunya, jika Ia sedang hamil, pasti sang Ibu sangat kecewa dan sedih, masalah Ara belum selesai, kini ada masalah baru yaitu kehamilan Asha.


Pintu kamar mandi perlahan terbuka, Bu Laila dan Ara menoleh ke arah kamar mandi, dilihatnya Asha keluar dari kamar mandi dengan menundukkan wajahnya. Ara langsung mengambil testpack yang Asha pegang.


Seketika Ara menutup mulutnya, kala Ia melihat hasil testpack dua garis merah, ternyata benar sang Kakak sedang mengandung. Bu Laila pun menghampiri Ara yang sedang melihat hasil testpack milik Asha.


"Maafkan Asha, Bu! Asha tidak bermaksud menyakiti hati Ibu, semua itu karena sebuah kesalahan dan kecerobohan Asha. Asha mohon Ibu bisa mengerti!" ucapnya sembari menangis, berharap sang Ibu memaafkan dirinya.

__ADS_1


Bu Laila pun semakin tidak mengerti kenapa Asha menganggap itu adalah sebuah kecerobohan, kemudian Bu Laila menanyakan sedalam-dalamnya atas apa yang menimpa sang anak.


"Sekarang katakan pada Ibu, bagaimana hal itu bisa terjadi, jika kamu belum pernah disentuh oleh Nak Carlos, lantas siapa yang sudah melakukannya?" desak Bu Laila yang tidak bisa lagi Asha sembunyikan, jika dirinya pernah berhubungan satu malam dengan sang Ayah mertua di saat malam pengantinnya bersama Carlos.


"Asha memang bodoh, Bu! Asha ceroboh. Malam itu saat baru saja kami resmi menjadi suami istri, Asha salah masuk kamar, Asha masuk ke dalam kamar Daddy ...." Ungkap Asha dengan suara terbata-bata.


Tentu saja, baik Bu Laila maupun Ara tidak menyangka jika Asha bisa berhubungan badan dengan Mertuanya.


"Apa? Jadi kamu dan mertuamu terlibat hubungan suami istri? Oh ya Tuhan! Asha ... kamu sadar apa yang kamu lakukan?" Bu Laila terlihat sangat marah, kecewa dan emosi.

__ADS_1


"Asha tahu Ibu pasti kecewa, tapi semuanya sudah terjadi, Bu! Sekarang Asha tinggal meratapi kesedihan dan menuai hasilnya, yaitu kehadiran bayi ini." ucapnya sembari meraba perutnya. Mungkin dalam hatinya Asha kecewa dengan apa yang sudah Leo lakukan padanya. Namun, dalam hati kecilnya, Asha tidak mungkin membiarkan janin tak berdosa ini mendapatkan penderitaan, karena sejatinya kehadiran bayi itu adalah karena dosa kedua orang tuanya.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2