AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Salah kamar


__ADS_3

Setelah acara sungkeman, kedua pasangan pengantin itu tampak menemani para tamu undangan hingga larut malam, karena Carlos harus menemani beberapa teman-temannya, maka Ia menyuruh Asha untuk masuk ke kamar terlebih dulu, sampai dirinya selesai menemui tamu-tamunya.


"Sayang! Sebaiknya kamu pergi ke kamar dulu, Aku akan menemui teman-temanku dulu, kamar kita nomor 208." seru Carlos kepada sang istri.


"Baiklah! Aku ke kamar dulu, Aku capek banget, Aku mau istirahat!" balas Asha sembari dirinya beranjak pergi meninggalkan Carlos. Ia pun merasa sangat lelah dan mengantuk. Asha berjalan sedikit gontai karena Ia sudah merasa sangat kelelahan.


Asha berjalan menuju ke kamar hotel di mana ia akan melewati malam pengantin bersama suaminya, Ia berjalan di sepanjang koridor hotel dan mencari kamar hotel dengan nomor 208. Karena matanya yang merasa begitu mengantuk, Ia pun melihat angka yang tertera pada pintu kamar hotel itu dengan samar.


"Mana sih kamarnya, oh itu dia." seru Asha saat melihat sebuah angka yang menurutnya adalah kamar 208. Ia pun segera masuk ke dalam kamar itu, setelah itu Ia menutupnya kembali, Asha melihat kamar itu gelap tanpa cahaya penerangan yang baik, hanya lampu meja yang terlihat menyala. Ia pun segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Namun, ada sepasang mata yang tengah mengintai gadis itu. Seseorang yang sedang duduk di sudut ruangan, Ia terlihat sedang memegang segelas Wine.


Karena Asha merasa tubuhnya begitu lengket, Ia pun segera membuka gaun pengantinnya dan dalam sekejap kini Asha tanpa mengunakan busana apapun, hanya penutup area sensitifnya yang masih menempel.


"Shiiit! Kenapa harus kamu yang datang ke sini!" batin pria yang sedang duduk di sudut ruangan gelap itu, tanpa sadar jiwa kelelakian nya bangkit saat melihat tubuh indah milik Asha. Setelah itu Asha masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara itu pria yang berada di sudut ruangan itu berusaha untuk menenangkan dirinya, begitu lama dirinya menduda, dan baru kali ini Ia melihat penampilan polos seorang wanita yang mampu membuat gairahnya bangkit, selama ini dirinya belum pernah merasakan hal seperti ini, entah kenapa saat melihat Asha seperti itu, naluri alami kelelakian nya mulai berkobar. Dan Ia tidak bisa menahannya lagi.


Setelah beberapa saat, Asha keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk pada tubuhnya, dan Ia berjalan menuju ke sebuah lemari di samping tempat tidur, Ia hendak berganti pakaian, Asha membuka lemari baju dan hendak mengambil salah satu piyama. Namun, rupanya tidak ada pakaian wanita sama sekali, hanya ada beberapa kemeja, celana dan jas pria.


"Loh kok nggak ada baju ganti untukku? Di mana ya!" Saat Asha sibuk mencari pakaian untuknya, tiba-tiba saja terasa ada sesuatu yang memegang pinggangnya, seketika Asha membalikkan badannya dan Ia melihat seorang pria yang sangat Ia kenali tiba-tiba berada di hadapannya.

__ADS_1


"Daddy! Daddy kok di sini?" Asha tampak panik dan ketakutan, Ia pun mencoba mencari penutup tubuhnya agar bagian dadanya tidak terlihat oleh Sang mertua.


"Harusnya Aku yang bertanya, kenapa kamu bisa berada di dalam kamarku?" balas Leo dengan seringainya.


"Apa? Kamar Daddy! Ini kamar kami, kamar nomor 208, bukan?" Asha pun terlihat mulai panik.


"Bukan, ini kamar 209, dan kamu sudah salah kamar." ucap Leo sembari menunjukkan gantungan kunci yang bertuliskan nomor 209.


Seketika Asha pun langsung berusaha untuk pergi dari kamar sang mertua, Ia harus segera pergi dari kamar itu, tentu saja tidak baik bagi dirinya berada satu kamar dengan sang Ayah mertua. Tapi, tidak semudah itu Asha bisa pergi, nyatanya Leo menahan tangan Asha dan membawanya lagi ke hadapannya. Tentu saja Asha sangat terkejut dengan sikap Leo kepadanya, harusnya Leo melepaskannya bukan justru menghadangnya.


"Tidak semudah itu kamu bisa pergi, Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba saja Aku merasa hidup kembali setelah sekian lama Aku dingin kepada wanita, kamu adalah wanita yang berhasil membuat hidup seorang Leo membara lagi, ceraikan Carlos! Sebelum dia menyentuhmu." seru Leo yang kini berubah menjadi posesif kepada Asha.


"Daddy sudah gila, Saya ini menantu Daddy, istrinya anak Daddy." sergah Asha yang tidak terima Leo berkata seperti itu.


"Aku tidak perduli! Kamu harus menjadi milikku, Asha!" balas sembari membawa Asha ke dalam pelukanku, tentu saja Asha memberontak, Ia ingin segera pergi dari kamar itu dengan segera, jika tidak Leo bisa saja melakukan sesuatu kepadanya, mengingat Leo sudah terperdaya oleh pesona menantunya itu.


"Lepaskan Saya, Daddy! Saya mohon. Kasihanilah Saya! Saya ingin pergi dari sini, suami Saya pasti menunggu." rengek Asha memohon kepada Leo untuk melepaskan dirinya. Namun, rupanya Leo benar-benar seperti singa kelaparan, Ia tidak menghiraukan rengekan Asha, Leo pun melakukan sesuatu yang sangat jauh, Ia berusaha memiliki Asha sepenuhnya. Dan kini Asha tidak bisa lagi lepas dari jeratan sang Singa.

__ADS_1


"Jangan Daddy! Jangan lakukan itu!" rintih Asha yang sudah tidak bisa berkutik lagi, tubuhnya sudah dikuasai oleh sang mertua, hingga akhirnya lolos sudah teriakan dari bibir Asha, saat Leo berhasil menjadikan Asha sebagai miliknya.


Hanya buliran air mata yang keluar dari sudut mata Asha, dirinya tidak menyangka jika sang mertua tega melakukan hal itu kepadanya, malam pertama yang seharusnya Ia lakukan dengan Carlos, kini harus berakhir bersama sang Ayah mertua.


"Maafkan aku! Aku sungguh tidak bisa menahannya, nikmati saja, Baby! Aku tahu sebenarnya kamu juga menikmatinya, hmm!" bisik pria itu sembari bergerak lembut di sana. Sementara itu entah kenapa tiba-tiba Asha mengikuti permainan Leo, mungkin karena sugesti dari mimpinya, sehingga dengan mudah Asha adaptasi saat Leo menyentuhnya.


Hingga akhirnya suara teriakan itu berubah menjadi suara-suara indah yang bergema dalam kamar itu. Rupanya kedua insan itu menikmati hubungan terlarang itu dengan indah.


...BERSAMBUNG...


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2