AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Pertemuan Aksa dan Daddy


__ADS_3

Di saat yang bersamaan, Anto sedang menerima telepon dari kolega bisnis Leo, Leo memerintahkan kepada Anto untuk menanganinya, mengingat malam ini ada acara dengan putra dan calon menantunya.


"Bos ada telepon dari Pak Rendy!"


"Kamu saja yang menjawab, bilang padanya malam ini Aku tidak bisa, besok saja kita bicarakan masalah itu, tunggu Aku kembali ke Surabaya." balas Leo.


"Baik, Bos!" Anto pun segera pergi sedikit menjauh untuk berbicara dengan Pak Rendy sebagai perwakilan dari Bosnya.


Disisi lain Leo menunggu kedatangan Carlos dengan duduk di kursi meja makan sembari memperhatikan arah pintu masuk, berharap Ia segera melihat kedatangan sang anak yang akan membawa menantu untuknya. Sementara di luar, Carlos menggandeng tangan Asha dan juga menggendong Aksa, Carlos berharap Sang Ayah bisa menerima Aksa sebagai cucunya.


"Apa kita akan bertemu dengan Daddy, Om?" tanya Aksa yang sudah tidak sabar lagi ingin segera bertemu dengan Leo. Sementara Asha sudah mempersiapkan kata-kata untuk menghadapi calon mertuanya, malam ini juga Ia akan mengatakan kepada Carlos tentang dirinya yang tidak bisa melanjutkan hubungan itu hingga ke jenjang pernikahan.

__ADS_1


"Ayo kita masuk! Daddy pasti sudah menunggu kita semua." ajak Carlos yang sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ayahnya. Sementara itu Aksa yang awalnya berada dalam gendongan Carlos, tiba-tiba Ia minta diturunkan dan berlari sendiri untuk menemui Leo.


"Turunkan, Om! Aksa mau jalan kaki saja." rengek sang bocah sembari berontak untuk segera turun. Carlos pun menuruti nya, Ia pun segera menurunkan Aksa dan melepaskan bocah itu untuk berjalan sendiri. Namun, bukannya berjalan, Aksa langsung berlari ke dalam untuk segera menemui Leo.


"Aksa! Kamu mau kemana, Nak?" seru sang Ibu sembari berusaha untuk menahan putranya berlari-lari. Aksa menoleh dan berkata. "Aksa mau bertemu dengan Daddy, Bunda! Aksa udah nggak sabar ingin tahu apa benar Daddy punya koleksi kaset Ultraman banyak." jawab lugu sang bocah, kemudian Aksa berlari terus hingga akhirnya Ia sampai di depan pintu dan pintu itu terbuka secara otomatis.


Sedangkan Carlos dan Asha tampak berjalan bersama mengikuti Aksa dari belakang. Namun, sebelum tiba di depan pintu, Aksa merasa jika ponselnya tertinggal di dalam mobil Carlos, Ia pun meminta izin untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam mobil.


"Tunggu Carlos!" seru Asha sembari melihat ke dalam tasnya.


"Ponselku ketinggalan, Aku ambil dulu sebentar!" pamit Asha.

__ADS_1


"Hmm ... jangan lama-lama!"


"Iya ...!"


Asha pun segera kembali ke mobil Carlos untuk mengambil ponselnya yang tertinggal, sementara itu Aksa yang sudah masuk terlebih dahulu, Ia berjalan menghampiri seorang pria yang sedang duduk dan tengah memperhatikannya dalam-dalam. Leo melihat seorang bocah laki-laki yang sedang berjalan menghampiri dirinya, sejenak Leo mengernyitkan dahi, mungkinkah itu bocah yang Ia dengar suaranya lewat telepon Carlos kemarin.


"Aksa!" sebuah kata terucap dari bibir pria itu, entah kenapa hatinya begitu berdebar saat melihat wajah bocah yang berusia hampir lima tahun itu mirip sekali dengannya. Apakah ini kebetulan ataukah memang disengaja.


Tak berselang lama, Aksa berlari menghampiri Leo dan langsung menyapa Leo dengan senang, "Daddy! Ini pasti Daddy-nya Om Carlos, kan?"


Leo berjongkok dan menatap wajah sang bocah yang tentu saja membuat terkejut. Leo mengusap lembut rambut Aksa dan spontan Ia memeluk bocah itu penuh kasih sayang.

__ADS_1


Setelah itu Ia melepaskan dan berkata, "Ini Aksa yang suka dengan Ultraman itu, kan?" seru Leo yang membuat Aksa tersenyum bahagia.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2