
"Kata Nenek seperti itu, Tante! Bikin Dede bayi itu pake dua biji telur sama tepung terigu," jawaban polos Aksa memaksa Ara dan Carlos tertawa. Sungguh keponakannya itu bisa saja membuat mereka tidak habis pikir. Sangat lucu dan menggemaskan.
"Aksa sini dekat sama Tante!" titah Ara sembari merentangkan kedua tangannya agar sang keponakan bisa mendekatinya yang sedang duduk di atas ranjang tidurnya.
Aksa pun bingung kenapa Ara dan Carlos justru tertawa saat mendengar alasannya, bocah itu pun mendekati sang Tante dan bertanya, "Kok Tante malah ketawa sih! Emangnya ada yang lucu?" melihat wajah Aksa yang menggemaskan membuat Ara memeluk sang keponakan.
"Aksa, Sayang! Doakan saja ya semoga nanti Tante bisa segera hamil, nanti Tante pasti kasih Aksa Dede bayi yang lucu. Selucu kamu! Hmmm kamu tuh bikin Tante gemas saja!"
Ara mencubit pipi Aksa gemas dan setelah itu memeluknya penuh kasih sayang, sementara itu terdengar suara deheman dari sebelahnya yang tak lain adalah Carlos.
__ADS_1
"Ehem ehem ...." seketika Aksa dan Ara menoleh ke arah Carlos. Aksa memperhatikan wajah Carlos yang sedang cemberut melihat sang istri yang sedang memeluk keponakannya.
"Om Carlos kenapa? Kok manyun gitu!" seru Aksa kepada Carlos.
"Tante Ara jahat, masa yang dipeluk cuma Aksa doang, nggak asyik ah!" celetuk Carlos yang protes terhadap istrinya. Ara pun menyilangkan kedua tangannya dan memutar bola matanya menyikapi sikap manja suaminya.
"Waaahhhh Om Carlos jahat banget, masa semalaman memeluk Tante Ara, kasihan tau. Pasti Tante nggak bisa nafas." celetuk Aksa yang sudah membuat Carlos melototkan matanya. Sementara Ara pun terlihat tertawa kecil mendengar penuturan lugu sang bocah.
"Iya bener tuh, Sayang! Om Carlos ngga ngelepasin Tante sama sekali, padahal Tante udah minta tolong untuk dilepaskan, tapi Om Carlos tidak mau mendengarkan, sampai badan Tante sakit semua ini." sambung Ara yang justru membuat Aksa semakin kesal dengan Carlos.
__ADS_1
"Om Carlos kok jahat banget gitu sih, Tante Ara salah apa sama Om? Kok tega-teganya Om melakukan hal itu, huuhuhuu Om Carlos jahat!" seketika Aksa pun menangis, dalam bayangan bocah itu, Carlos telah berbuat jahat kepada sang Tante, oleh karena itu Aksa pun merasa kasihan kepada Ara, karena sudah diperlakukan kasar oleh Carlos.
Melihat Aksa sedang menangis, Ara pun memeluk keponakannya sembari mengusap-usap kepalanya. "Sssttt ... sudah-sudah Aksa nggak usah menangis gitu dong, Sayang! Cup cup." Ara berusaha menenangkan sang bocah, nyatanya pasangan pengantin baru itu berhasil membuat Aksa yang lugu menangis.
Carlos pun bingung dan salah tingkah, ingin rasanya Ia mengendong Adiknya itu dan menenangkannya, tapi Ia tidak menemukan piyama tidur di sekitarnya, akhirnya Ia melihat sebuah handuk yang letaknya tidak jauh dari ranjang tidurnya. Handuk itu tergeletak di atas kursi di samping tempat tidurnya. Dengan cepat Carlos meraih handuk tersebut dan menutupkan nya pada tubuh bawahnya yang masih bergelantungan.
Setelah Carlos memakai handuk itu, Ia pun menghampiri sang Adik yang saat itu sedang bersama istrinya. Aksa terlihat sesenggukan sambil menyembunyikan wajahnya pada tubuh Sang Tante. Kemudian Carlos berjongkok di dekat Aksa dan berkata kepadanya, "Aksa! Om Carlos minta maaf, Om nggak bermaksud seperti itu sama Tante Ara, mana mungkin Om nyakitin Tante Ara, nggak mungkinlah itu, Om sangat menyayangi Tante, masa sih Om tega nyakitin seperti itu, yang ada Tante Ara tuh keasyikan dan suka sekali sama Om, tuh lihat Tante aja cengar-cengir. Pasti keenakan dia." spontan Ara mencubit lengan suaminya agar tidak berkata seperti itu, karena pastinya rasa ingin tahu Aksa membuat bocah itu mendadak menjadi detektif dan bertanya hingga ke akar-akarnya.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1