
"Asha! Ini adalah Daddy. Calon mertuamu." Carlos dengan bangga memperkenalkan sang Ayah sebagai calon mertua kepada Asha. Asha hanya tersenyum paksa menatap wajah Leo yang saat itu tampak berkaca-kaca.
"Hai Asha! Senang bisa bertemu dengan gadis secantik kamu, ternyata anak ku pintar sekali membawa calon menantu untukku." balas Leo yang masih menutupi hubungan mereka di depan Carlos.
Asha hanya diam tak menjawab, sungguh bibirnya begitu kelu untuk berkata, melihat Leo yang berusaha untuk tidak bersedih di depan Carlos jika gadis yang dibawa Carlos ternyata adalah Ibu dari Aksa, putranya sendiri.
Hingga tiba-tiba saja terdengar suara dering ponsel milik Carlos, Ia pun segera melihat ke layar ponselnya, ternyata itu adalah dari Rektor di mana dirinya mengajar sebagai dosen. Ia pun meminta izin kepada Sang Daddy untuk menerima telepon.
"Daddy! Aku terima telepon dulu! Asha sebentar, ya! Kamu duduk dulu bersama Daddy. Sebentar lagi Aku kembali." pamit Carlos kepada keduanya. Setelah itu Carlos sedikit menjauh dari mereka agar bisa berbicara dengan Rektor nya dengan leluasa.
Leo menganggukkan kepalanya dan tersenyum, setelah Carlos pergi dari hadapan mereka, tentu saja kini tinggal Asha, Leo dan juga Aksa. Aksa melihat Sang Bunda dan Daddy-nya terlihat aneh, bocah itupun tampak menggandeng kedua tangan mereka dan menyuruh keduanya untuk duduk di kursi meja makan.
"Bunda, Daddy kok malah bengong, ayo kita duduk!" Aksa menggandeng keduanya untuk duduk di kursi meja makan. Tentu saja baik Leo maupun Asha tak bisa melepaskan pandangan mereka, belum lagi Leo yang terlihat terus berkaca-kaca, membuat Asha tak kuasa melihat kesedihan Ayah dari anaknya itu.
__ADS_1
Setelah keduanya duduk di kursi meja makan, sambil menunggu kedatangan Carlos, Asha pun mulai berkata kepada Leo, "Kenapa Pak! Kenapa harus Pak Leo? Kenapa harus Carlos yang menjadi anak Bapak, Aksa dan Carlos adalah saudara, bagaimana saya mengatakan kepada Carlos jika Anda adalah Ayah putra Saya? Bagaimana perasaannya saat tahu yang sebenarnya?" Asha pun tampak bingung haruskah Ia jujur, dan pastinya Carlos pasti sangat bersedih jika tahu yang sebenarnya.
"Aku juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, Aku tak mengira jika kamu yang akan dibawa Carlos untuk bertemu denganku, dan Aksa! Ternyata benar, Aksa adalah putra kita. Aku juga sangat menyayangi Carlos, Aku sama-sama menyayangi anak-anak ku, Carlos dan Aksa adalah putraku, bagaimana bisa Aku menyakiti Carlos, tapi Aksa juga sangat membutuhkan ku." ucapnya sembari memperhatikan Aksa yang sibuk bermain game di ponsel milik Asha dengan tatapan yang mata yang sendu.
"Saya harus mengatakannya kepada Carlos, terima atau tidak, Ia harus tahu yang sebenarnya, jika Aksa adalah Adik kandungnya." Asha pun tidak punya pilihan lain lagi selain berkata jujur.
*
*
*
Setelah Carlos mengakhiri teleponnya, Ia pun beranjak untuk menghampiri Leo dan Asha yang saat itu sedang duduk di kursi meja makan. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara Anto yang sedang memanggil nama anak sang Bos.
__ADS_1
"Tunggu Tuan muda!"
Carlos berhenti dan menoleh ke arah sang asisten pribadi Leo. Ia pun berkata kepada Anto, "Iya Pak Anto! Ada apa?" tanyanya sembari memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jasnya.
"Ada yang ingin saya sampai kepada Tuan muda!" seru sang asisten.
"Apa yang ingin Pak Anto katakan?" tanya Carlos penasaran. Untuk sejenak Anto menghela nafasnya dan memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
"Tuan muda! Sebenarnya Aksa itu adalah Adik kandung Anda!"
'Jediaarrr'
Seperti suara petir yang menyambar saat Ia mendengar jika Aksa adalah Adik kandungnya.
__ADS_1
"Apa maksud Pak Anto?"
...BERSAMBUNG...