AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Dua biji telur dan tepung terigu


__ADS_3

Kini kedua pria itu menyambut kedatangan calon istri masing-masing, Leo mengulurkan tangannya kepada Asha dan segera membawanya ke depan penghulu. Pun sama dengan Carlos, sang Dosen tampak tersenyum sumringah kala Ia membawa calon pengantinnya untuk duduk di depan penghulu dan meresmikan pernikahan mereka. Aksa terlihat begitu bahagia melihat Bunda dan Daddy-nya bersatu. Begitu juga Ia melihat Sang Tante yang juga menikah dengan Kakaknya.


Aksa duduk bersama sang Nenek, bocah itu terlihat sedang memikirkan sesuatu, tentu saja Bu Laila mengerutkan keningnya melihat sang cucu yang terlihat sibuk berpikir.


"Aksa kenapa, Sayang?"


"Aksa sedang berpikir, Nek!" jawab sang bocah sembari mengetuk-ngetuk kepalanya.


"Berpikir? Aksa sedang berpikir apa?" Bu Laila semakin penasaran.


"Nanti malam, Aksa bobo sama siapa dong, Nek? Bunda pasti udah nggak mau nemenin Aksa bobo lagi, Aksa sendirian deh, Tante Ara juga nggak akan mau nemenin Aksa lagi. Tante Ara pasti nemenin Om Carlos." ujar sang bocah bersedih. Bu Laila pun tersenyum dan menghibur sang cucu.

__ADS_1


"Katanya Aksa udah gede dan pingin punya dede bayi, jadi biarin aja Bunda dan Daddy buatin Aksa Dede bayi, jangan diganggu. Nanti kalau diganggu Dede bayinya nggak jadi-jadi. Nanti, biar Nenek yang nemenin Aksa bobo." seru Bu Laila yang sedang menghibur sang cucu.


"Ohhh gitu ya, Nek! Iya deh kalau begitu nanti Aksa bobo ditemani Nenek aja, biar besok pagi Dedenya Aksa udah ada, dan Aksa bisa gendong dia, waaahhhh udah nggak sabar mau dibuatin Dede bayi sama Bunda dan Daddy." celoteh sang bocah yang membuat Bu Laila tertawa.


"Aksa! Ya nggak langsung besok Bunda dan Daddy ngasih kamu Dede bayi, nunggu sembilan bulan lagi, baru Dedenya Aksa lahir, sekarang Bunda dan Daddy masih ... em masih ... ah iya masih bikin adonan Dede bayinya." Bu Laila berusaha memberikan penjelasan kepada sang cucu agar bisa di pahami.


"Bikin adonan, Nek? Apa pakai telur?" pertanyaan Aksa memaksa Bu Laila harus berpikir waras.


"Dua biji telur? Pakai terigu nggak, Nek?" lagi-lagi Aksa membuat Bu Laila pusing menjawabnya.


"Emm iya dong. Juga pakai tepung terigu yang berwarna putih bersih." jawab Bu Laila mencari-cari jawaban yang tepat agar sang cucu tidak bertanya yang aneh-aneh lagi.

__ADS_1


"Waaahhhh kayak bikin kue, dong?" Aksa bertanya sembari menatap wajah sang Nenek yang merasa ingin sekali segera keluar dari topik pembicaraan dengan sang cucu.


"Hehehe iya, hampir sama! Sudah ya Aksa, jangan bertanya lagi kepada Nenek. Kepala Nenek terasa sangat pusing dan berkunang-kunang." sahut Bu Laila sembari berpura-pura memegangi kepalanya.


"Hmmm begitu, ya! Pasti seru Bunda dan Daddy bikin Dede bayi, apa Tante Ara dan Om Carlos juga seperti itu, Nek? Sama juga pakai dua biji telur dan tepung terigu berwarna putih?" sekali lagi Aksa membuat Bu Laila memaksa untuk berkata iya.


"Iya sama! Sudah ya, Sayang! Aksa diam dulu, kita nggak boleh berisik nanti dimarahi sama Pak Penghulu, nanti Pak Penghulunya gondok terus nggak mau nikahin Bunda dan Daddy, gimana hayo? Aksa nggak bakalan bisa punya Dede bayi." mendengar ucapan dari sang Nenek, Aksa pun spontan menganggukkan kepalanya dan menutup bibirnya rapat-rapat.


Bu Laila tersenyum melihat kepolosan sang cucu, sementara itu akhirnya setelah mengucapkan ijab Kabul, kini Asha sudah siap menjadi istri seorang Leonel Abraham, dan setelah itu Carlos juga ikut mengucapkan ijab Kabul dan berhasil menjadikan Ara sebagai istrinya.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2