
Akhirnya, Carlos datang ke rumah Bu Laila, Ia yakin jika Asha berada di rumah orang tuanya, dan benar dugaannya, Ia bertanya kepada istrinya kenapa sang istri tiba-tiba pergi meninggalkan rumah tanpa pamit, seharusnya malam ini mereka melaksanakan tugas sebagai suami istri.
"Selamat malam, Bu! Tadi istri Saya berpamitan untuk menemui Ibu sebentar, tapi setelah saya tunggu cukup lama, ternyata istri saya tidak kembali ke kamarnya, dan setelah saya cari-cari ternyata tidak ada, apa Asha ada di sini?" tanya Carlos saat Bu Laila menemuinya. Sebagai seorang Ibu, Bu Laila sangat kecewa terhadap sikap Carlos. Ia pun meminta kepada Carlos untuk menceraikan istrinya dan segera menikahi Ara.
"Maafkan Ibu, Bak Carlos! Asha memang berada di rumah ini, Ibu ingin menyampaikan sesuatu kepadamu, mungkin keputusan ini sangat berat, tapi Ibu terpaksa harus mengatakannya. Nak Carlos, sebaiknya ceraikan saja Asha!" balas Bu Laila.
Seketika Carlos terperanjat, bisa-bisanya Ibu mertuanya bilang seperti itu, menikah dengan Asha adalah impiannya sejak dulu. Tapi kenapa tiba-tiba Bu Laila memintanya untuk menceraikan putrinya.
"Apa Bu? Menceraikan Asha? Bagaimana bisa Ibu berkata seperti itu? Ibu tahu betul bagaimana hubungan kami, tidak mungkin Saya menceraikan Asha begitu saja tanpa sebab, karena saya sangat mencintainya, tidak bisa Saya tidak akan menceraikan istri saya." Carlos tetap ngotot untuk menolak permintaan sang Ibu mertua.
Kemudian perlahan, Bu Laila mengajak ngobrol Carlos secara baik-baik, dan membeberkan semua yang sudah Ia ketahui dari Asha dan Ara tentang hal yang sebenarnya.
"Nak Carlos! Saya mengerti bagaimana perasaanmu, tapi kali ini Saya benar-benar mohon dengan sangat kepada Nak Carlos, tolong ceraikan Asha, dan menikahlah dengan putriku yang lain, yaitu Ara." ungkap Bu Laila yang membuat Carlos terkejut. Ia pun mulai menyadari apa jangan-jangan Ara sudah mengatakan kepada Asha dan Ibunya tentang kehamilannya.
"Apa maksud, Ibu? Saya harus menikah dengan Ara, tapi bagaimana mungkin, Saya tidak mencintai Ara." balas Carlos yang tidak percaya jika dirinya harus menikah dengan Ara.
"Nak Carlos harus gentle, Ibu sudah tahu semuanya, hubungan kalian, Ara dan kamu. Meskipun hati Ibu sangat kecewa kepadamu, tapi Ibu yakin jika kamu tidak mungkin sampai hati membuat Ara menderita, Ara mengandung anakmu, darah dagingmu, sebelum kamu melangkah terlalu jauh dengan Asha dan usia pernikahan kalian masih sehari, alangkah baiknya jika Nak Carlos menceraikan Asha sekarang juga."
Sejenak Carlos diam, karena bagaimanapun juga dirinya bersalah, apalagi sudah tumbuh janin tanpa dosa dalam rahim Ara, sementara dirinya begitu mencintai Asha, ingin sekali dirinya bertemu dengan Asha. Namun, Asha sudah tidak mau lagi bertemu dengannya, sampai nanti Carlos mau menceraikannya.
__ADS_1
"Maaf Saya tidak bisa memutuskannya sekarang, Saya pikirkan dulu, Bu! Karena saya sangat mencintai Asha," jawab Carlos yang tetap ngeyel untuk mempertahankan pernikahannya dengan Asha.
"Tapi Nak Carlos, bagaimanapun juga kamu tidak bisa melanjutkan Pernikahan kalian, ada seorang bayi tak berdosa yang menunggu kehadiran Ayahnya, dan itu kamu. Jika kamu memang laki-laki sejati, tentu saja kamu tidak akan pernah menolak permintaan Ibu, karena itu sudah konsekwensinya, kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya."
Bu Laila berusaha untuk tenang meskipun hatinya benar-benar hancur, bagaimana tidak dua anak gadisnya, berhubungan dengan satu pria.
Karena Carlos masih bersikukuh untuk tidak menceraikan Asha, maka Ia pun akan menunggu Asha untuk menemuinya, tapi Asha sudah memutuskan untuk tidak akan menemuinya lagi, Asha berharap Carlos segera melayangkan gugatan cerainya kepada Asha. Dengan begitu masalah selesai dan Carlos bisa menikah dengan Ara, adiknya.
Belum ada titik terang untuk Carlos merelakan pernikahannya dengan Asha, Ia masih belum bisa menerima kenyataan jika harus bercerai dengan gadis yang dicintainya, tapi dirinya juga tidak bisa membiarkan bayi dalam kandungan Ara sia-sia. Karena bagaimanapun juga Carlos adalah ayah biologis dari bayi itu.
"Baiklah, Bu! Saya pikirkan dulu masak-masak, berikan Saya waktu untuk memutuskannya, karena tidak mudah bagi saya melupakan Asha begitu saja." kata terakhir sebelum Carlos meninggalkan rumah Bu Laila.
Akhirnya, Carlos pulang tanpa membawa Asha kembali, malam pernikahan yang seharusnya menjadi malam terindah bagi setiap pasangan pengantin, nyatanya malam ini Carlos harus menghadapi kenyataan jika dirinya harus menceraikan Asha yang baru beberapa jam menjadi istrinya.
Sementara itu di dalam kamar, Asha melihat kepergian Carlos dari balik jendela, tega atau tidak, Asha harus mengikhlaskan kepergian Carlos untuk menikah dengan Adiknya, karena bagaimanapun juga sang adik lebih membutuhkan Carlos daripada dirinya, apalagi Asha sudah merasa tidak pantas lagi untuk menjadi istri Carlos, karena malam ini adalah malam tersial bagi dirinya, Ia menjalani malam pertama bukan dengan suaminya, tapi dengan orang lain yang merupakan Ayah mertuanya.
"Maafkan aku, Carlos! Mungkin ini adalah keputusan terbaik bagi kita, kita tidak bisa bersatu, jodoh tidak menggariskan kita untuk hidup bersama." ucap Asha lirih. Di saat yang bersamaan tiba-tiba dirinya menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, sejenak Asha mengerutkan keningnya dan melihat ke layar ponsel.
"Nomor siapa ini?"
__ADS_1
Asha pun menerima telepon itu dan Ia mulai mendekatkan ponsel pada telinganya.
"Halo siapa ini?"
"Asha! Ini Aku, Leonel Abraham."
Seketika Asha menutup teleponnya dan membuangnya ke atas tempat tidur, setelah Ia tahu jika iyu adalah suara Leo, dirinya begitu takut, kejadian yang baru saja terjadi padanya benar-benar membuatnya trauma.
Namun, di sisi lain, Leo menyeringai, ini sudah pasti terjadi. Asha mungkin belum bisa menerima kenyataan jika dirinya sudah menjadi yang pertama untuknya. Karena Leo tidak mendapat jawaban dari Asha, Ia pun mengirimkan pesan singkat kepada istri anak angkatnya itu.
"Aku tahu apa yang sudah kulakukan sangat tidak kamu sukai, tapi tidak bagiku, Aku sangat menyukainya. Ceraikan Carlos! Dan menikahlah denganku!"
Pesan itu dikirim Leo untuk membuktikan kesungguhannya kepada Asha, dia akan bertanggung jawab atas apa yang sudah Ia lakukan sebelum pernikahannya dengan Carlos semakin dalam. Karena Leo menduga jika Carlos dan Asha belum melakukan malam pertama, karena malam ini terbukti Carlos pergi dari kamar hotelnya untuk mencari keberadaan sang istri.
Setelah tidak ada dering telepon lagi, Asha pun segera mendekati ponsel miliknya, dan Ia pun perlahan mengambil ponsel itu dan memeriksanya.
Asha mendapati pesan WhatsApp dari nomor yang baru saja menghubunginya yang tak lain adalah dari Ayah mertuanya. Setelah itu Ia pun membaca pesan yang sudah dikirimkan kepadanya.
Asha menggelengkan kepalanya, ternyata sang mertua sudah terobsesi kepadanya, tapi sayang, Asha begitu takut setelah kejadian itu, Ia merasa dirinya begitu kotor dan menjijikkan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...