AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Menemani makan malam


__ADS_3

Leo mendekati Asha dan bertanya kepada gadis itu. "Apa yang kamu pikirkan? Tunggu apa lagi, ambil ini! Jika Aku macam-macam, kamu bisa melakukannya, kamu bisa mencambuk ku sekuat tenaga." ucap sang Duda sembari meletakkan cambuk pada tangan Asha. Dan Asha pun memperhatikan cambuk itu sembari terus berpikir apakah mimpinya itu akan menjadi kenyataan.


Setelah memberikan cambuk itu kepada Asha, Leo segera membalikkan badannya dan berjalan menuju ke dalam mansion. Dengan membawa cambuk di tangannya, Asha pun mengikuti langkah Leo meskipun dengan perasaan cemas bercampur takut.


Asha melihat banyak sekali pelayan yang berjajar di sekitarnya, mungkin Ia merasa sedikit tenang, karena banyak mata yang akan melihat jika Leo berani macam-macam kepadanya. Tapi, semakin Ia masuk ke dalam ruangan, Asha dikejutkan dengan pemandangan yang super mewah yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya. Untuk sementara Asha tampak tertegun dengan keeksotisan ruangan yang ada di dalam mansion milik Leonel Abraham.


Hingga akhirnya Asha terkesiap, Ia pun mulai tersadar jika dirinya kehilangan Leo, ada di mana Ayah mertuanya itu, Asha memperhatikan sekeliling banyak sekali pintu dan ruangan yang memudahkan Leo untuk pergi ke manapun. Tiba-tiba Leo menghilang entah kemana, dan Asha pun menjadi gugup mungkin saja sang Ayah mertua sedang mengerjainya.


"Daddy! Daddy di mana? Saya mohon Daddy jangan permainkan Saya seperti ini, Saya mau pergi saja dari sini, Saya tidak mau lama-lama berada di tempat ini, Saya takut!" teriak Asha sambil melihat ke sekeliling, Ia pun berusaha untuk mengambil jalan pintas dan keluar dari mansion itu. Tapi, nyatanya Asha tidak bisa keluar dengan mudah, Ia tidak tahu jalan keluar untuk pergi dari mansion milik Leo. Hingga akhirnya Asha bertemu dengan dua orang pelayan dan mengajaknya untuk masuk ke dalam suatu ruangan.


"Siapa kalian?" tanya Asha dengan gemetaran.


"Mari ikut kami, Nona!" ajak salah seorang diantaranya.


"Ikut kemana? Jangan macam-macam, ya!" sergah Asha yang dirinya mulai takut dan khawatir.


"Anda tidak perlu takut, kami tidak akan menyakiti Anda, kami hanya melaksanakan tugas dari Tuan besar. Ayo ikut!"

__ADS_1


Akhirnya, kedua pelayan itu membawa Asha untuk masuk ke dalam kamar khusus, Ia pun sedikit meronta, bagaimana tidak Asha masih terlihat cemas dan takut, karena dirinya kini berada dalam genggaman Ayah mertuanya yang sudah membuat hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat.


"Lepaskan!" Asha terus meminta untuk kedua pelayan itu melepaskan dirinya. Tapi, Asha justru dibawa ke sebuah ruangan dimana dirinya akan diberikan pelayanan super mewah dan di dalam ruangan itu rupanya bukan hanya dua orang pelayan tapi banyak.


"Astaga! Apa-apaan ini Kenapa Aku harus dibawa ke tempat ini?" Asha heran melihat pelayan yang berderet seolah dirinya adalah seorang ratu. Kemudian Leo mulai datang, terdengar derap langkah kaki seseorang yang terdengar di salah satu lorong, sementara semua pelayan terlihat menundukkan kepalanya memberi hormat.


Tak berselang lama, Asha melihat kedatangan Leo yang malam itu terlihat begitu tampan, dia memang pria berumur, tapi pesonanya cukup membuat Asha oleng dan Ia pun sempat memuji betapa Leo adalah pria yang berkharismatik.


"Nggak bisa bohong, Daddy Leo lebih berkharisma daripada Carlos. Ya Tuhan bagaimana bisa Aku berpikiran seperti itu!" batin Asha yang secara tidak sadar Ia mulai mengagumi sosok Leo.


Leo pun berkata kepada semua pelayan yang ada di ruangan itu. "Kalian layani Nona Asha sebaik mungkin, Aku ingin kalian merubah penampilannya, Aku ingin melihatnya seperti bidadari malam ini. Karena malam ini Aku akan mengajaknya makan malam istimewa." seru Leo mengomando semua pelayan itu.


Leo menyeringai dan setelah itu Ia pun segera pergi meninggalkan Asha dan pelayan-pelayannya. Asha hanya menatap punggung laki-laki itu dan untuk sesaat dirinya teringat saat malam di mana Ia mencengkram erat punggung Leo saat pria itu mengubahnya menjadi wanita biasa dan bukan gadis perawan lagi.


Setelah kepergian Leo, kemudian para pelayan segera melakukan make over terhadap Asha sesuai perintah Leo, dari mandi kembang dan layanan spa yang memanjakan kulit Asha, dari masker emas 24 karat yang dioleskan ke sekujur tubuhnya. Membuat kulit Asha terpancar begitu cerah.


Setelah hampir satu jam Leo menunggu kedatangan Asha, akhirnya yang ditunggu-tunggu telah tiba. Leo mendengar suara derap langkah kaki seseorang dari sebuah lorong yang terlihat gelap, sejenak Leo menyipitkan matanya dan menantikan wajah yang sedang datang kepadanya.

__ADS_1


Asha mulai menampakkan diri dan menatap wajah Leo yang saat itu terlihat begitu terpesona akan kecantikan istri dari anak angkatnya itu. Leo pun berjalan menghampiri Asha yang saat itu memakai dress berwarna hitam nan elegan. Dengan model A line yang memperlihatkan tubuh ideal sang menantu angkat. Sungguh penampilan Asha kali ini benar-benar membuat Leo tidak bisa berkata apa-apa.


Leo menundukkan kepalanya dan mengangkat topi untuk sang menantu angkat. "Silahkan duduk Tuan putri!" seru Leo kepada Asha sembari mengulurkan tangannya kepada Asha.


Asha hanya diam dan Ia terlihat bingung dengan apa yang dilakukan oleh Leo kepadanya.


"Kenapa Daddy harus melakukan hal ini?" Asha bertanya kepada Leo yang saat itu begitu bahagia.


"Aku ingin kamu tahu, jika kamu akan menjadi permaisuriku, dan mulai sekarang kamu akan terbiasa seperti ini, setelah Carlos menceraikanmu, Aku akan menikahimu," seru Leo sembari tersenyum.


"Daddy nggak usah mimpi, mana mungkin Saya akan menikah dengan Daddy, Saya tidak pernah mencintai Daddy, Saya hanya menganggap Daddy hanya sebagai Ayah mertua tidak lebih." sahut Asha yang masih bersikukuh dengan pendiriannya.


"Oh ya! Tapi kenapa Aku begitu yakin jika kamu pasti akan mencintaiku, entah kenapa aku merasa jika kamu mulai mencintaiku, Asha. Dan satu lagi, jangan pernah menganggapku sebagai ayah mertua lagi, karena Aku tidak pernah menginginkan nya, dan selamanya kita tidak pernah terikat hubungan antara Mertua dan menantu. Carlos bukanlah darah dagingku." jawaban Leo membuat Asha tidak bisa berkata apa-apa. Karena kenyataannya memang seperti itu. Leo semakin mendekati Asha hingga akhirnya pinggang nan ramping itu berada dalam pelukan seorang Leo.


"And then, kamu ingin tahu bagaimana kisah sebenarnya, bukan? Aku akan mengatakannya kepadamu, agar kamu tahu betapa Aku sangat menginginkan mu, dan berharap perceraian kalian berdua segera disahkan." bisik Leo dengan suara seraknya, kali ini Asha merasa tidak nyaman, karena bagaimanapun juga dirinya belum bercerai secara resmi dengan Carlos. Asha menjaga jarak dari Leo, Ia pun mendorong tubuh Leo hingga akhirnya pria itu berjalan mundur.


"Maaf, Dadd! Sebaiknya kita menjaga jarak, Saya dan Carlos belum resmi bercerai, saya masih berstatus sebagai istrinya, dan Daddy tahu itu."

__ADS_1


"Well! Aku mengerti. Maaf! Oke kita duduk. Temani Aku makan malam sebentar! Setelah itu kamu boleh beristirahat dan Aku tidak akan mengganggumu."


...BERSAMBUNG...


__ADS_2