AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU

AYAHMU ADALAH AYAH ANAKKU
Anak kucing


__ADS_3

"Ngapain Bapak peluk, Saya?" Ara berkata sembari membulatkan matanya. Carlos pun menaikkan kedua alisnya sembari berucap. "Siapa yang minta datang ke pelukan ku? Kamu tiba-tiba datang sendiri ke sini, nyalahin orang lagi." balas Carlos yang masih melingkarkan tangannya pada punggung Ara.


Spontan Ara menjauh dari Carlos dan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Namun, Carlos justru semakin mempererat tangannya agar Ara tidak bisa keluar dari pelukannya.


"Lepaskan Saya, Pak!" Ara terlihat mencoba melepaskan diri dari pelukan sang Dosen.


"Karena kamu sudah telanjur berada di sini, ya sudah tidak semudah itu kamu bisa lepas. Tuh lihat! Semuanya pada berpelukan, Daddy dan Kakak mu terlihat begitu mesra, Bu Laila pun terlihat begitu menyayangi Aksa. Lalu ... tidak ada salahnya dong kita juga mengikuti mereka, sini Aku peluk biar anget." goda Carlos yang memaksa Ara untuk tetap melepaskan tangan sang Dosen dari dirinya.


Namun, lagi-lagi Ara tidak bisa lepas dari pelukan sang Dosen, liontin kalung yang Ara kenakan, tanpa sengaja tersangkut pada kancing kemeja Carlos, lagi-lagi kejadian sama terulang, seolah-olah Ara tidak boleh berjauhan dari sang Dosen.


"Awww kalungku!" Ara yang semula menjauh, mendadak Ia kembali ke dalam pelukan Carlos karena liontin kalungnya yang tersangkut pada kancing kemeja Carlos, memaksa Ara harus melepaskannya.


Kembali, tatapan mata itu saling bertemu, tapi kali ini Ara tampak begitu gelisah, pasalnya Ia begitu gugup saat bola mata sang Dosen menatapnya dalam-dalam.


"Aduuuhhhhh ngapain sih pakai lihatin kayak gitu, jadi salting kan! Mana pakai nyangkut segala sih nih kalung." batin Ara sembari melepaskan liontin kalungnya. Sementara itu Carlos tampak mencoba membantu Ara untuk melepaskannya. Tentu saja tangan Carlos menyentuh tangan Ara, dalam satu genggaman, Carlos berusaha untuk melepaskan kalung Ara diiringi tatapan mata keduanya yang tidak bisa lepas.

__ADS_1


"Kenapa Aku jadi begitu berdebar saat Aku berada di dekat Ara, sangat berbeda saat Aku dekat dengan Asha, ada apa ini? Apa Aku mulai menyukai Adik dari calon Ibu tiri ku?" batin Carlos.


Kalung Ara pun mulai terlepas. Tapi, tangan keduanya tidak bisa terlepas, bahkan Carlos mengangkat tangan Ara dan menciumnya perlahan, Ara terkejut, Ara terperangah bagaimana bisa sang Dosen melakukan hal itu padanya.


Hingga akhirnya terdengar suara Aksa yang mengejutkan mereka berdua. "Cie cie cie! Tante Ara dan Om Carlos."


Seketika Ara dan Carlos melepaskan tangan mereka masing-masing dan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Sementara itu, Leo yang melihat putranya sedang mendekati Ara, Ia pun menghampiri sang anak dan berbisik. "Hei ... diam-diam kamu menggoda anak gadis orang, ya?"


Carlos tersenyum malu, "Daddy ada-ada saja, tapi seru juga menggoda Dia, Dadd! Ara anaknya manis dan menggemaskan."


Carlos tidak bisa menjawabnya, karena dirinya tidak tahu harus berkata apa.


Sementara itu, Asha yang tahu jika sang Adik terlihat salah tingkah, Iapun mendekati Ara dan berbisik, "Kamu suka ya sama Carlos? Jangan bohongi Kakak."


"Apaan sih Kak! Enggak lah." Ara tampak mengelak namun wajahnya tidak bisa berbohong jika Ara sangat malu.

__ADS_1


Hingga akhirnya sang keponakan tiba-tiba meraih tangan Ara dan tangan Carlos, bocah itu tampak membawa tangan keduanya untuk bersatu.


"Aksa berharap, Tante Ara dan Om Carlos bisa bersama seperti Bunda dan Daddy, biar Aksa punya banyak Dede bayi nantinya, dapat dari Bunda dan Daddy lima Dede bayi. Dari Tante Ara dan Om Carlos juga lima Dede bayi, pasti Nenek nggak kesepian lagi." celetuk sang bocah sembari menahan tangan Ara dan Carlos.


Tentu saja Ara terlihat mengerutkan keningnya dan membalas, "Aksa, Sayang! Kok lima Dede bayi, kayak anak kucing, dong!" .


"Kan Tante Ara imut seperti anak kucing, pingin dielus terus sama Om Carlos hehehe kaboorr ....!" Aksa pun berlari setelah menggoda Ara, sehingga membuat Ara spontan mengejar sang bocah.


"Aksaaaa ... masa Tante dibilang seperti anak kucing sih!" keluh Ara yang kelelahan mengejar sang keponakan yang bersembunyi di balik punggung Carlos.


"Yeeee nggak kena nggak kena!" Aksa tampak mengejek Ara dibalik punggung Carlos.


Kemudian Leo mendekati calon mertuanya yang saat itu sedang menyaksikan keseruan anak-anaknya. "Ibu! Maafkan Saya! Saya sangat menghormati Ibu sebagai orang tua Asha, Saya sangat mencintai putri Ibu, maka dari itu, izinkan kami menikah. Saya akan selalu membahagiakan Asha dan juga Aksa. Keduanya sangat berarti bagi hidup Saya."


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2