
Setelah hampir setengah jam pasangan suami istri yang sedang menanti kelahiran putra pertama mereka itu, akhirnya Leo terlihat lemas di belakang punggung istrinya, posisi di mana Asha berjongkok sembari menahan rasa antara nikmat dan lelah karena tentu saja kondisinya yang sedang hamil, membuat Asha sedikit kewalahan. Dan akhirnya, berakhir sudah aktivitas yang membuat keduanya melenguh panjang.
Perlahan, rudal tempur yang sebelumnya berdiri tegak, setelah mengeluarkan amunisinya, kini menjadi teler dan tak berdaya, akhirnya kepala itu terkulai lemas dalam posisi menggantung.
Baik Leo maupun Asha tampak saling tertawa, ternyata mereka masih bisa merasakan kenikmatan meskipun perut Asha sudah hampir melahirkan. Mereka berdua saling memandikan satu sama lainnya, Asha pun tampak menyabuni tubuh sang suami dengan lembut tanpa terkecuali, tiba-tiba saja tangan Asha berhenti pada sebuah benda yang terasa panjang dan kenyal dengan sedikit sentuhan bulu yang cukup kasar.
Leo menyeringai saat tangan istrinya menyabuni daerah itu. Asha tampak sedang mengurut benda itu dengan eksotis.
"Aawww ... jangan coba-coba ganggu dia lagi," seru Leo sembari dirinya juga menyabuni tubuh sang istri. Tangan Leo berada pada perut sang istri dan terlihat mengusap-usap nya dengan sabun.
Asha tersenyum karena dirinya menemukan mainan baru yang membuatnya geli-geli tapi suka, benda itu juga yang membuat Asha setiap malam mencarinya, bahkan terkadang Asha sendiri yang memainkannya saat dirinya sedang ingin, mengingat kondisi kehamilan yang memaksa Asha untuk minta disentuh lebih.
__ADS_1
Karena Asha terlalu menghayati apa yang sedang Ia pegang, akhirnya benda itu kembali menegang dan seketika Asha membulatkan matanya saat sentuhan itu terasa menjadi keras. Leo tersenyum hingga akhirnya berbisik di telinga Asha untuk meminta yang kedua kali.
"Lagi??? Apa tadi masih kurang?" tanya Asha terkejut dengan permintaan suaminya.
"Kamu sih! Udah tahu lagi bobo kok masih diganggu juga, ya kebangun lah!" balas Leo yang bersiap kembali melakukan part kedua. Hampir saja Leo memasukkan kembali untuk part kedua, tiba-tiba dirinya merasa pinggangnya encok mendadak. Memaksa Leo memegangi pinggangnya dengan merintih kesakitan.
"Aduh aduh! Pinggangku, sialan nih pinggang kenapa tiba-tiba rewel, aahhh ... kalau gini caranya mana kuat untuk lanjut ke part dua," rintih Leo yang tanpa sengaja didengar oleh Asha.
"Nggak tahu nih, tiba-tiba pinggangku sakit sekali." Balas Leo yang akhirnya benda yang sempat menegang itu kini terlihat lemas karena Leo benar-benar merasakan sakit yang luar biasa pada pinggangnya. Dan di saat yang bersamaan, Asha merasakan ada sesuatu yang keluar dari bawah sana, rasanya hangat dan keluar secara mendadak.
"Ohhh apa ini? Apa yang terjadi padaku?" Asha tampak panik saat ia melihat diantara kedua pangkal pahanya, air bening itu mengalir cukup deras seperti air seni.
__ADS_1
Asha dan Leo saling menatap, jangan-jangan ini adalah tanda-tanda proses persalinan yang sedang terjadi.
"Sayang! Jangan-jangan kamu akan melahirkan?" tanya Leo dengan paniknya. Akhirnya, cepat-cepat Leo segera mengambilkan piyama handuk untuk menutupi tubuh sang istri, sementara dirinya juga sedang mengambil handuk piyama, sembari menahan rasa sakit yang luar biasa pada pinggangnya, Leo segera membawa istrinya untuk keluar dari kamar mandi dan segera mencari bantuan.
Akhirnya, Asha segera mendapatkan pertolongan dan dirinya segera dilarikan ke rumah sakit bersalin, di sisi lain Leo terlihat terus menahan rasa sakit itu, sedangkan Asha masih terlihat tenang meskipun Ia merasa begitu ngilu pada pangkal pahanya.
Asha terlihat kasihan melihat sang suami yang tampak sangat kesakitan, Ia tak tega melihat Leo seperti itu.
"Ya ampun, Sayang! Bagaimana bisa kamu seperti ini, kamu kesakitan seperti itu."
Asha pun tidak menyangka jika sang suami akan mengalami hal seperti itu.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...