
Mendengar pengakuan dari Carlos, Aksa pun membalikkan badannya dan menatap wajah Carlos, "Benar seperti itu, Om? Tante keenakan? Keenakan apanya, Om?" Aksa dengan bola matanya yang bulat, Ia menatap kedua mata Carlos yang saat itu sedang mencari cara untuk mengalihkan pembicaraan.
Seketika Ara menepuk jidatnya, kekhawatiran nya dengan rasa ingin tahu Aksa akhirnya terjadi sudah, Aksa pun langsung menanyakan nya kepada Carlos. Karena Carlos bingung harus menjawab apa, akhirnya Ia menggendong Aksa dan mengajaknya untuk membuka jendela, menikmati suasana pagi yang indah dari kamar Carlos.
Kini Aksa berada dalam gendongan Sang Kakak, sembari menggendong Aksa Carlos pun berkata, "Hmm sini Anak ganteng, maksud Om Carlos keenakan itu seperti kita sedang membuka jendela kamar di pagi hari dan menikmati indahnya pemandangan alam yang masih sejuk. Hmm kamu buka jendelanya!" seru Carlos kepada Aksa yang Ia suruh untuk membuka jendela kamarnya, sementara itu tanpa sadar lilitan handuk yang melingkar pada pinggang Carlos tiba-tiba melorot, karena Carlos tidak bisa memperbaikinya dikarenakan Ia sedang menggendong Aksa. Sang handuk pun akhirnya terlepas dari tubuh Carlos, alhasil kini Carlos tanpa memakai sehelai benangpun, dan itu membuat Ara tertawa kecil melihat pemandangan Suaminya yang sedang menggendong Aksa dengan keadaan telanjang bulat.
Setelah jendela dibuka oleh Aksa, tampaklah pemandangan pagi hari yang masih sangat sejuk, belum lagi cahaya matahari yang tidak terlalu panas membuat suasana begitu menyenangkan, "Tuh! Aksa lihat sendiri kan, pemandangan nya sangat cantik dan jika kita merasakan nya pasti keenakan, sama seperti yang Tante Ara rasakan."
Aksa pun tampak manggut-manggut seolah-olah sang bocah mengerti. Sementara di belakang mereka, Ara yang sedari tadi melihat pemandangan yang berbeda dari apa yang dilihat oleh Carlos dan Aksa, Ia pun berkata, "Di sini juga ada loh pemandangan yang indah, ada dua gunung yang kembar, sayang ditengah-tengah ada ular Naga nya sedang teler."
Spontan Carlos merasa ucapan sang istri adalah ambigu, Ia pun mulai merasakan sensasi angin yang menerpa begitu sejuk pada miliknya yang tak terlindung apa-apa.
__ADS_1
"Oh tidak! Handukku?" Carlos pun mulai panik, hingga akhirnya Ia memberikan kode kepada sang istri untuk segera menutupi bagian bawah tubuhnya. Sementara itu Aksa terlihat mengerutkan keningnya saat melihat wajah Carlos yang sedang tegang ditambah lagi dengan ucapan Ara tentang ular Naga.
"Ular Naga? Mana ular Naga nya, Tante?" tanya Aksa penasaran.
"Hehehe tanya aja sama Om Carlos?" balas Ara yang membuat Carlos semakin panik dan gugup, Ia khawatir jika sang bocah minta turun dalam keadaan dirinya seperti itu, dipastikan Aksa akan bertanya macam-macam tentang penemuan terbarunya, yaitu ular Naga milik Carlos. Untung saja Aksa tidak minta untuk diturunkan, namun Ia rupanya masih penasaran dengan ekspresi wajah Carlos
"Om Carlos kenapa? Ular Naga nya mana?" tanya sang bocah polos.
"Sayang! tolong ambilkan handukku, nanti aku bisa kedinginan dan masuk angin." titah Carlos kepada istrinya untuk menutupkan sesuatu pada tubuh bawahnya yang terlihat sesuatu yang menggantung manja, melihat suaminya yang mulai panik dan karena takut jika saja Aksa melihat penampilannya yang tanpa memakai apapun, Ara pun mengambilkan handuk yang terjatuh itu dan memasangnya kembali pada tubuh suaminya. Akhirnya, Carlos bisa bernafas dengan lega, kini ular Naga nya aman dari serangan angin yang menerpa, tapi sikap berbeda justru ditunjukkan oleh Aksa yang melihat sang Tante yang sedang menutupi tubuh Carlos dengan handuk.
"Kenapa Tante di sini?" tanyanya tanpa dosa.
__ADS_1
"Oh ... ini Tante sedang menutupi burung Om Carlos biar nggak lepas terbang bebas karena jendelanya Aksa buka." seketika Aksa pun garuk-garuk kepalanya, dari tadi Ia dibuat pusing oleh kedua pasangan pengantin baru itu, dari dua biji telur, ular Naga hingga burung, akhirnya Aksa meminta Carlos untuk menurunkannya, setelah itu sang bocah pamit untuk keluar kamar karena kepalanya sedang pusing.
"Aksa pergi ke kamar dulu, Tante. Aksa kepalanya pusing." celetuk sang bocah.
"Loh Aksa sakit?" tanya Carlos yang khawatir.
"Enggak kok, Aksa nggak sakit, cuma Aksa dari tadi bingung, dari telur, ular Naga sama burung. Ah ... Aksa pergi aja deh, ngomong sama orang dewasa itu bikin pusing, mending ngomong sama kucing."
Mendengar ucapan dari Aksa, baik Ara maupun Carlos mencoba menahan rasa ingin tertawa nya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1