Balas Dendam Tuk Mantan

Balas Dendam Tuk Mantan
Bab 40


__ADS_3

Semenjak Bella menerima lamaran diadakannya itu, hati Abian meledak-ledak seperti kembang api di malam pergantian tahun yang meriah.


Bahkan setelah makan malam sederhana penuh kehangatan itu, kini Abian dan Bella sedang bersantai di sofa ruang tengah apartemen Abian.


“Kamu nginep aja yah sayang. Please,” bujuk Abian


Bella yang tubuhnya sedang bersandar pada dada bidang Abian itu kemudian sedikit menggeser tubuhnya. “Mm, tapi kan kita—”


“Sst! Cuma nginep aja kok. Kamu mikir apa hayo.“ Abian menggoda Bella dengan mencolek ujung hidung Bella yang membuat Abian gemas.


“Soalnya kamu tuh bahaya, kalau udah dekat-dekat kamu tuh bisa jadi zona red flag tau.“


“Apa salahnya kita coba untuk berhubungan intim?“ Abian malah balik bertanya.


“Gak salah tapi aku takut,” cicit Bella.


“Takut sakit?“ tanya Abian.


Dengan polos Bella mengangguk. Namun kemudian tanpa sadar ujung bibirnya Bella gigit. “Aku sebenarnya penasaran tapi aku takut kalau misalnya kamu gak berjodoh sama aku.. Terus aku pisah sama kamu—”


Tangan Abian terulur dan menyentuh pipi Bella lembut bahkan ibu jari Abian sudah mengusap bibir Bella yang pualam.


“Gak akan, aku gak akan ninggalin kamu. Apapun yang terjadi aku bakal nikahin kamu Bella.. kamu cinta aku, pusat hidup aku itu kamu.“


Kedua bola mata Bella berkelana, seakan tengah mencari sesuatu di mata Abian. Melihat hal itu Abian mendekatkan wajahnya dan menyatukan kedua kening mereka hingga kedua hidung mancung mereka saling berdekatan.


“Bella.. aku benar-benar gak mau kehilangan kamu. Sungguh kalau aku kehilangan kamu lagi artinya aku lelaki bodoh. Kalau aku yang ambil kesucian kamu untuk yang pertama kalinya.. Aku janji juga bakal jadi yang bertanggung jawab sampai akhir,” tutur Abian.


Bella terdiam kedua bola mata cantiknya terus menatap Abian hati-hati. Entah apa yang dipikirkan Bella, tetapi Abian tidak mau menekan dan memaksa Bella terlalu jauh jika memang tidak ada konklusi untuk berhubungan intim.


Hanya karena dorongan nalurinya Abian menyatukan kedua kening mereka hingga kedua hidung mancung mereka saling bersinggungan begitu juga kedua birai bibir mereka yang hampir bersentuhan.


“Kalau kamu masih belum yakin gak apa-apa Bella.. aku akan tunggu kamu kok. Aku ngerti, mungkin aku harus berusaha lebih lagi supaya kamu percaya.. kejahatan aku di masa lalu pasti buat kamu sakit hati,” ucap Abian.


“Aku minta maaf sayang.“ Lanjut Abian dengan suara manisnya dan bibirnya yang tersenyum.


Abian hendak menarik tubuhnya tapi Bella sudah terlebih dahulu menyentuh pipi Abian sehingga kedua bibir mereka saling bertemu.


Peraduan bibir itu tidak terelakkan. Meski hanya sebatas bercumbu Abian sudah senang. Mungkin mimpi basahnya akan segera hadir lagi.

__ADS_1


Tapi setelah tautan bibir mereka terlepas Bella mendekatkan bibirnya pada telinga Abian.


“Bi.. apa kamu yakin bisa buat pengalaman pertama aku gak sakit?“


Abian yang mendengar itu mengusap pinggang Bella dengan seduktif. “Aku bakal ekstra hati-hati. Tapi aku gak janji buat bilang kalau itu gak sakit sama sekali atau aku bilang itu kayak digigit semut.“ Jujur Abian.


“Kenapa kamu bisa tau?“ Bella balik bertanya dengan wajah imutnya.


“Aku dengar dari mantan aku,” sahut Abian.


“Mm.. mantan kamu Amel?“ Bella bertanya dengan hati-hati.


Kepala Abian menggeleng. “Bukan, tapi mantan aku yang namanya Cindy, kamu mungkin kenal." Ungkap Abian santai.


“Cindy ketua OSIS itu,” sahut Bella.


Lagi-lagi Abian memberi anggukan sebagai jawaban. Tiba-tiba saja Abian mengecup singkat bibir Bella. “Maaf yah kamu memang bukan yang pertama buat aku, tapi aku janji setelah ketemu kamu lagi cuma kamu yang akan jadi wanita terakhir yang akan menemani tidur aku. Berbagi cinta dan cewek yang akan melahirkan anak aku. Boleh 'kan aku minta itu.“


Bella mengangguk. “Abian.. Mm, dari pada langsung berhubungan intim boleh gak kita lakukan foreplay dulu. Kamu gak keberatan. 'kan?“


Mendengar pengakuan malu-malu itu mata Abian berbinar. Meskipun hanya sebatas foreplay tapi itu lebih baik daripada halusinasi dengan hanya mimpi basahnya saja.


“Tentu aja, aku akan ajarin kamu. Pertama sini tangan kamu.“ Pinta Abian.


“Abi.. Mm—”


“Kamu harus rasakan dulu bentuknya dan ukurannya. Supaya kamu gak kaget dan terbiasa.“


Pipi Bella memerah dan reaksi kejantanan Abian sungguh luar biasa. Abian bisa merasakan jika sang raja singa-nya telah bangun dan menegang.


Sungguh luar biasa, jika saja Bella bukan wanita berharga sudah pasti Abian akan menerjang atau terus berupaya merayu dengan tipu dayanya. Tapi karena Bella adalah wanita yang sangat Abian cintai dan wanita yang sangat berharga maka Abian berusaha sabar.


“Coba kamu elus sayang anggap aja itu mainan kesukaan kamu.“


“Abi.. kok panas, terus kenapa berkedut. Apa dia hidup.“ Polos bela dengan wajahnya yang panik namun sialnya malah memicu libido Abian menjadi tinggi.


Abian gila! Tidak bisa Abian menahan lagi kemudian Abian menelusupkan tangan Bella ke dalam celana boxer-nya. Bibir dan napas Abian sudah terengah.


“Hmm.. Sayang, coba kamu pijat yah. Tapi jangan diremas. Kamu urutnya keatas-kebawah.“

__ADS_1


Tak lama Bella melakukannya. Meski amatir tapi Abian bisa merasakan efeknya sungguh luar biasa sampai kedua matanya merem-melek.


“Bi.. kamu kenapa? Apa aku salah laku-in nya?“


“Enggak, ini udah benar.. aku bukan ekspresi kesakitan sayang tapi keenakkan. Bisa kamu kecup ujungnya.“


Abian sudah tidak tahan dan setelah Abian memberikan perintah itu, Bella untuk pertama kalinya merasakan bau anyir dari lava yang Abian tembakkan di mulut Abian.


“Abi, kamu keluarin apa kok baunya kayak gini “


Napas Abian yang masih terengah dan tubuhnya yang lemas itu kemudian tersenyum cerah. Badan Abian menegak dan mengambil tisu untuk menyeka bibir Bella yang sebelumnya sudah Bella bersihkan dengan tangannya sendiri.


Tak lupa Abian juga memberikan kecupan terima kasihnya. “Sayang.. belum berhubungan intim aja kamu udah begini. Maaf yah aku tadi semprot air mani aku,” ucap Abian.


“Sekarang gantian kamu yah yang aku kasih foreplay. Oh iya itu tadi namanya *******.“


Kedua bola mata Bella mengerjap lucu. Abian sangat gemas dan dengan matanya yang memancarkan gelombang libidonya yang tinggi.


“Sayang sekarang gantian kamu yah.“


Abian membenarkan boxer-nya kembali, untuk lebih aman dan mengendalikan diri untuk menepati janjinya.


Melancarkan aksinya dengan lancar Abian mulai membelai Bella dengan sentuhan sentuhan kecilnya. Bibir Abian juga dengan bebas menyusuri tubuh Bella yang halus, harum dan bagian dalamnya belum terjamah siapapun.


Racauan Bella yang menggelora mengaktifkan tombol gelombang kemesuman Abian semakin besar tangan besarnya kemudian merogoh kewanitaan Bella.


Bibir mereka yang menyatu akhirnya terlepas karena Bella yang merengek dengan seksi merasakan sentuhan nikmat Abian yang sangat luar biasa.


“Abi.. apa kamu bakal lakukan hal yang sama?“


Dari mata Bella yang satu dan napasnya yang tidak beraturan Abian tau jika Bella sedang cemas menunggu apa yang akan Abian lakukan pada bagian paling penting dan sensitif tubuh Bella.


“Aku bakal kasih yang spesial. Aku bakal manjain kelopak bunga mawar kamu ini. Sampai kamu rasain apa itu *******,” tutur Abian.


Dan setelah berkata seperti itu Abian membuat tubuh bagian bawah Bella polos dan membuat Bella terus meracau keenakan, berakhir hingga kaki Bella gemetar dan mengejan mengeluarkan cairan nikmatnya.


Ada rasa bangga yang terpatri di dada Abian. Bibirnya mengecup Bella dan membawa menggendong Bella menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


“Makasih yah sayang.. aku bahagia kamu kasih aku pengalaman yang luar biasa. Aku bakal terus ada buat kamu. Aku cinta kamu Bella.“

__ADS_1


Bella memeluk Abian erat. “Aku juga senang, aku juga sayang sama kamu.“


Senyuman terbaiknya Abian tunjukkan pada Bella. Dan setelah ini Abian berjanji ia akan menyelesaikan secepat mungkin masalahnya dengan Amel termasuk dengan pembatalan pernikahan mereka dan memberitahu langsung orangtua Amel.


__ADS_2