Balas Dendam Tuk Mantan

Balas Dendam Tuk Mantan
Bab 65


__ADS_3

Misya duduk meja kerjanya, lewat jendela rumahnya Misya memandang jauh ke cakrawala yang indah. Hati Mama Misya berdebar-debar, karena ia memiliki sebuah rahasia yang ingin diungkapkan kepada putrinya, Bella. Rencana besar yang sudah Misya bicarakan diam-diam dengan suaminya. Belakangan ini Misya cukup memperhatikan siapa saja lelaki yang dekat dengan Bella.


Dan Misya merasa Arga yang paling cocok dan sudah cukup lama saling mengenal dengan Bella. Namun, Misya ingin membuat kejutan ini tanpa sepengetahuan Bella. Ada harapan momen itu akan menjadi kejutan yang tak terlupakan bagi putrinya tercinta.


Maka dari itu Misya memutuskan untuk menghubungi Arga secara diam-diam. Dia merasa bahwa saatnya telah tiba untuk mengungkapkan rencana baik yang telah lama terpendam. Misya mengatur pertemuan dengan Arga di sebuah kafe yang tidak jauh dari toko kue dan roti miliknya.


“Tante.. udah lama tunggu. Maaf Arga terlambat,” ucap Arga.


“Nggak kok, santai aja. Tante juga baru sampai kok.“


“Tante udah pesan makanan? Biar Arga pesan-in sekalian Tan,” ucap Misya.


Se-penglihat Misya, sosok Arga itu adalah anak muda yang baik, sopan dan bisa diajak bicara dalam hal santai maupun serius. Paling terpenting adalah Arga yang bisa mengayomi dan menyayangi tulus Bella. Itu adalah kriteria paling utama yang Misya dan Gunarman cari dalam mencari calon menantunya.


Bella itu anak satu-satunya dan banyak hal yang telah Bella lalui dalam hidupnya yang tidak senyaman sekarang.


“Oh iya, Tante.. sebenarnya Arga ajak Tante ke sini tuh mau ngomongin tentang keseriusan Arga mau mempertemukan keluarga besar masing-masing.


“Tante setuju kok. Kamu udah tentukan hari-nya? Tante dan om Gunarman bisa kok minggu ini buat kosongkan jadwal. Gimana dengan orangtua kamu?“ tanya Misya.


Arga terkejut dan terharu mendengar kata-kata Misya. Dia tidak menyangka bahwa Mama Misya akan mendukung rencana mereka dan bahkan langsung memberitahukan waktu yang ia punya.


Di wajah Arga tidak bisa melunturkan senyumnya. “Tante Misya, makasih yah.. Arga gak tahu harus berkata apa. Arga begitu bahagia, Tante mendukung hubungan kami dan menyambut pertemuan keluarga yang Arga usulkan juga.“


“Sama-sama.. Bagaimana kalau kita jangan kasih tau Bella dulu sebelum dekat hari H aja.“ Usul Misya.


“Kalau Arga gak masalah sih Tante. Tapi apa Bella gak terlalu terkejut. Terkadang Bella itu gak suka hal yang terlalu mendadak.“ Jujur Arga.


Kepala Misya mengangguk. “Iya sih.. Tante kenal banget itu anak tapi Tante mau buat ini menjadi sebuah kejutan bagi Bella. Sebenarnya, Tante juga merencanakan pertemuan keluarga di rumah kami pada akhir pekan ini. Tante akan memberi tahu Bella bahwa kita akan mengadakan sebuah acara keluarga yang penting. Namun, tidak akan mengungkapkan rahasia sebelum momen yang tepat tiba." Jelas Misya penuh dengan kecerdikannya.


Arga tersenyum dalam kegembiraan, menghargai kecerdikan dan kejutan yang direncanakan oleh Misya. Mereka berdua mulai membicarakan detail-detail pertemuan keluarga, termasuk dekorasi, makanan, dan suasana yang diinginkan.


•••

__ADS_1


“Ma, beneran lusa ada acara keluarga? Kok gak biasanya diadakan di hotel?“ tanya Bella.


“Sekalian papa kebetulan ada kerjaan disana. Sekalian juga cicipi menunya.“ Dalih Misya.


Dalam hati Misya tersenyum. Sebab rencana yang ia punya dengan Arga juga sudah tersusun dengan rapi.


“Oh.. gitu. Siapa aja yang datang Ma? Apa tante Vivian bakal datang dari Bangka?“


“Nanti juga kamu tau kok. Kamu dandan yang cantik aja yah. Jangan terlalu santai karena ini pertemuan keluarga.“


Bella mengerutkan keningnya. “Loh gak biasanya kayak gitu Ma. Apa ada pertemuan keluarga karena ada sesuatu yang spesial?“


“Tentu. Spesial.“ Misya tersenyum.


Bella menatap mamanya penuh tanya dan menggapai tangan Misya. “Ma.. ada apa sih? Acara apa?“ Desak Bella.


“Nanti kamu tau kalau udah hari H jadi sabar yah. Yang pasti ini acara baik kok.“


Setelah itu Misya berlalu menuju kamar, tidak menghiraukan Bella yang masih memanggilnya untuk memohon jawaban yang pasti.


“Hai Ma, kayaknya seneng banget sambut Papa.“


Misya yang baru saja mengambil tas kerja suami yaitu mengangguk kecil. “Iya Pa, soalnya mama senang akhirnya Bella ketemu sama lelaki yang baik dan sayang tulus sama dia, Pa.“ Jelas Misya.


“Ah kamu bilang mau ada pertemuan sama Arga itu 'kan. Jadi mau ada acara pertemuan keluarga minggu ini?“


“Iya lusa. Tadi Arga udah tentuin jadwalnya dan kita sepakat. Kebetulan orangtuanya Arga juga bisa. Lebih cepat lebih baik juga Pa.“


“Terus Bella gimana tanggapannya?“ tanya Gunarman.


“Kalau masalah Bella itu serahin sama Mama. Mereka juga udah saling dekat kok Pa.. gak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagipula Arga itu gak mungkin berniat jahat.“


“Kalau Papa gimana baiknya aja sih Ma. Tai lebih baik kasih tau Bella juga. Dia pasti butuh persiapan juga.“ Bijak Gunarman.

__ADS_1


“Iya Pa, nanti mamam kasih tau kok kalau udha hari H nya tiba.“


Gunarman mengangguk kecil dna tersenyum simpul. “Kalau gitu aku mau mandi dulu. Bella ada di rumah?“


“Ada di kamarnya nanti aku panggil kalau Papa udah selesai bersih-bersih,” ucap Misya.


Sesudah itu, kedua pasangan pasutri itu menuju kamar pribadinya. Misya akan selalu ingat posisinya sebagai seorang istri yang harus melayani suaminya dengan baik. Meskipun Misya itu wanita karir yang sukses tetapi ia tidak pernah lupa akan kodratnya sebagai istri.


Menyiapkan keperluan suaminya bukan hal yang sulit atau banyak menyita waktunya karena sebenarnya suaminya itu sangat pengertian mengenai tugas rumah yang sudah jarang Misya lalukan.


“Pa.. senang deh Papa bisa pulang cepat hari ini. Bella kira bakal makan malam sama Mama berdua aja,” celetuk Bella


“Ya Papa berusaha kok supaya kedepannya Papa bisa sering kumpul. Papa juga udah gak cari hal lain lagi udah cukup kayaknya.“


Obrolan ringan dan hangat itu terus berlanjut. Sampai makan malam selesai. Tanpa Bella sadari, Misya menatap lekat putrinya yang sebentar lagi akan dipinang oleh lelaki yang bertanggung jawab dan mencintai putrinya dengan tulus.


“Bel, kalau menurut kamu gimana Arga. Belakangan ini Papa sering ketemu di kerjaan?“ tanya Gunarman.


“Kalau masalah bisnis Bella yakin sih Arga bisa dipercaya. Dia juga udah mulai ambil alih beberapa tanggung jawab di perusahaan pusat Maha Grup juga kayaknya udah hampir ada satu tahun.“ Jelas Bella.


“Kalau untuk personalnya gimana? Kamu itu sama Arga udah saling kenal lama, kalian juga saling dekat juga 'kan?“


Bella menatap sejenak wajah Gunarman maupun Misya secara bergantian. Membuat Misya yang sadar kemudian berbicara. “Kok jadi merah gitu pipi kamu memang ada apa?“ tanya Misya.


“Ma.. jangan-jangan Papa sama Mama lagi merencanakan sesuatu yah?“


“Ya memang kalau tanya kayak gitu merencanakan sesuatu?“ Gunarman balik bertanya.


“Kalau ada rencana bagus memang kenapa? Kan umur kamu juga udah cukup. Arga dan kamu sudah saling mengenal jauh satu sama lain. Kamu juga bilang Arga pernah tanya kamu soal mau ketemu sama keluarga kita dan Arga juga 'kan?“


“Ya sih.. tapi Bella belum omongin lagi sama Arga jadi yah gitu.“


“Gitu yah kalau ternyata Arga udah tanya Mama sama Papa duluan gimana? Kamu keberatan gak buat pertemuan keluarga?“ tanya Gunarman.

__ADS_1


Misya yang melihat putrinya tampak terdiam dan menundukkan sedikit kepalanya, tau jika putrinya itu sedang ragu pada dirinya sendiri. Atau mungkin sedang bingung.


Ada satu harapan kecil yang Misya ucapkan dalam hatinya semoga saja sikap ragu putrinya itu adalah sikap karena bimbang mengambil keputusan besar dalam hidupnya bukan karena ragu dengan hatinya sebab ada lelaki lain yaitu Abian.


__ADS_2