Balas Dendam Tuk Mantan

Balas Dendam Tuk Mantan
Bab 63


__ADS_3

Abian patah hati, semua ucapan Bella menjadi cambukan kuat di dalam hatinya. Apalagi saat Bella bilang ia ingin bahagia tanpa Abian.


Itu adalah pukulan telak yang membuat Abian terdiam dan sedih. Padahal Abian baru ingin memulai untuk membahagiakan Bella. Tentang rumah yang ia bangun, tentang cincin yang Abian beri dan segala usaha Abian untuk membereskan masa lalunya yang memang berantakan.


Tapi Bella memilih untuk menyerah. Semua hal yang Abian kira bisa diubah nyatanya dipatahkan dengan mudah oleh mami-nya sendiri.


Abian mengambil ponselnya. “Bas, ke kantor sekarang. Gue rasa hari ini gue benar-benar hancur,” ucap Abian.


Dengan kepala tertunduk dan mata Abin yang memanas.


“Oke gue ke kantor. Lo jangan bertindak bodoh Bian.“ Suara Bastian tampak memberikan peringatan.


Bibir Abian tersenyum kecut. “Tergantung, tergantung seberapa cepat lo datang, Bas.“ Abian menutup begitu saja ponselnya dan membantingnya.


Emosi dan jiwanya yang kalut membuat Abian tertekan. Bagi Abian, sosok Bella adalah tempat terbaik untuknya. Masa depan yang Abian impikan untuk membangun rumah tangga yang baik dan harmonis.


Tapi semuanya pupus. Dulu Abian melepaskan beka sejenak dan mencarinya untuk kembali tapi sekarang Bella malah meninggalkannya.


Jam terus berlalu, entah sudah berapa lama Abian duduk dengan satu botol wine yang hampir tandas ia telan begitu saja.


Harusnya kebiasaan minumnya sudah berkurang. Tapi tidak, sepertinya kebiasaan itu kembali.


Sebatang nikotin juga sudah Abian apit pada dari telunjuk dan tengahnya.


•••


Sementara itu, Bella menangis. Tidak bisa dipungkiri hatinya juga merasakan patah hati yang hebat. Tapi Bella sudah menetapkan pilihannya. Di masa lalu Bella dicampakkan tapi saat ini Bella harus bersikap tegas untuk dirinya.


“Bel, jangan terlalu berlarut-larut sedihnya. Apa yang Lo ambil itu udah jadi jalan yang terbaik.“


Saat ini Bella sedang berada di rumah Alisa. Mereka menang sempat bertengkar tapi Alisa adalah sahabat terbaik yang selalu menemani Bella pada saat yang tepat.


“Bel, gimana kalau besok lo jalan-jalan sama Arga? Atau liburan bareng sana.“


“Arga sibuk kali Sa, gak mau gue dia terbebani masalah gue.“


“Nggak kok, Arga tuh gak pernah merasa gitu. Lo juga jadi cewek peka dikit lah. Masa is Arga Mulu yang ngajak. Yah sekali-kali lo dong. Emansipasi wanita gitu.“


Bella yang awalnya meneteskan air matanya kemudian tersenyum berkat kata-kata Alisa yang sedikit konyol itu.

__ADS_1


“Lo kak comblang yang proaktif yah,” balas Bella menanggapi.“


Bukan merasa tersinggung, Alisa tertawa. “Yah biar berhasil lah. Walaupun ilmu cocoklogi gue Alisa tapi lo sama Arga tuh pas. Satu pendiam terus yang satu sabar. Lagi lo cari laki macam gimana sih? Gue bakal bantu comblangin lagi supaya lo gak terus terjebak sama si Abian itu.“


“Udah ah, ngomel mulu. Gue mau tidur aja,” ucap Bella. Kepalanya tenggelam dalam selimut.


Kelopak mata Alisa melebar kemudian langsung melepaskan bantal pada wajah Bella yang kemudian disambut kekehan di antara mereka berdua.


Esok paginya, Bella sudah pulang lagi ke rumah. Ya kehidupan memang terus berlanjut tidak peduli dengan rasa sakit hati yang Bella rasakan saat ini.


“Udah lebih baik?“ tanya mama Misya.


Tidak bisa dipungkiri mama Misya sangat khawatir mengenai Bella.


“Udah baikan kok, Ma. Oh iya tentang Abian. Bella gak ada hubungan spesial apapun. Kitancuma teman biasa aja.“


“Jadi itu yang buat anak mama gak pulang,” ucap mama Misya.


Bella mengangguk kecil. “Bella udah baik-baik aja kok. Bella juga mau langsung ke toko yang ada di Kuningan aja. Sekalian mau mampir ke kantor Arga.“ Jelas Bella.


“Oke deh, hati-hati yah.“


Bella mengangguk kecil. “Oke Ma,” ucap Bella.


Bella ingat papa-nya pernah bilang kalau saat kita terpisah dari orang yang kita cintai beri dia waktu untuk merasa kehilangan dan paham tentang arti berharganya kehadiran kita tapi setelah waktu itu berlalu dan ia tidak kembali artinya kamu bukan orang yang ia cari atau ia tunggu.


Hal itu membuat Bella berpikir jika ia dan Abian sudah terpisah lama dan kemudian kembali lagi dan kini terpisah. Semua keadaan dan situasi juga tidak mendukung untuk mereka bersama.


Hati Bella harusnya bisa berbesar hati jika ia dan Abian memang bukan pasangan yang akan bedama apalagi berakhir dalam ikatan perkawinan.


Dunia terus berjalan dan Bella tdak ingin lagi membuang waktunyandengan Abian. Cukup sekali ia menjadi bodoh dan cukup dua kali ia seperti seorang pengikut setia. Tidak ada yang ketiga jika ia masih menginginkan jiwanya yang utuh.


“Pagi Bu Bella,” sapa para karyawan yang Bella lewati saat akan masuk ruangannya.


Bekerja rasanya adalah pelampiasan terbaik untuk Bella. Itu adalah bagian positifnya untuk menghabiskan waktunya lebih bermanfaat dibanding mengurung diri di kamar dengan mata bengkaknya.


“Ya, pagi semua.“ Bella menyahut dan memulas senyumnya.


Waktu berlalu begitu cepat sampai Bella harus menghentikan sejenak kegiatannya. Karena suara ketukan pintu ruang kerjanya.

__ADS_1


“Permisi Bu, ada pak Arga yang mau bertemu.“ Dibalik pintu itu asisten Bella yaitu Jesica.


Sudut bibir Bella tersenyum. Tulang pipinya semakin menonjol dan tercetak jelas.


“Ya, masuk aja Jes.“ Bella menyahut.


Tak lama pintu membuka dan Bella bisa melihat bagaimana Arga dengan kemeja putihnya dan membawa sebuah kantong yang cukup besar di tangan kanannya.


Dengan tatapan sedikit berkerut, Bella datang menghampiri Arga.


“Makasih yah udah mau luangkan waktu kamu buat aku.“


“Gak masalah,” jawab Arga.


Kantong yang Arga bawa itu kemudian diletakkan begitu saja di meja kerja Bella. Hal itu membuat Bella menatap Arga dan bertanya. “Ini apa? Kenapa bawa buat tangan segala sih.“ Protes Bella dengan nada imutnya.


“Buka dulu aja, Jangan protes dulu.“ Arga menatap dengan ekspresi jebakannya.


Perlahan Bella membuka kantong tersebut. Dan betapa terkejutnya saat Bella saat melihat sebuah tanaman kaktus.


“Kaktus?“ tanya Bella. Suaranya penasaran apa alasannya Arga memberikannya sebuah kaktus.


“Supaya punya hobi baru. Sirami terus nanti kamu tau ada sesuatu yang luar biasa untuk dilihat.“ Jelas Arga.


Kepala Bella mengangguk. Oke, kalau gitu ayo.“


Tanpa banyak basa basi lagi, akhirnya Bella dan Arga pergi bersama. Rencananya mereka akan memasak di apartemen Arga dan menonton film bersama. Sebenarnya terdengar sangat membosankan. Hanya saja dibandingkan dengan berjalan-jalan ke mall.


“Ga.. boleh aku tanya sesuatu?“ tanya Bella.


“Apa? Tanya aja. Tapi aku belum mau omongin tentang keluarga dulu yah. Tau perasaan kita masing-masing saat ini. Aku cuma mau kita habiskan waktu bersama ini tanpa ada yang merasa bersalah atau terbebani oke.“ Jelas Arga.


Dan Bella menjadi mati kutu dengan ucapan Arga itu sebab seperti seorang peramal Arga bisa membaca dengan baik isi kepala maupun gerak-gerik Bella.


“Mm, gak jadi tanyanya Bel?“ tanya Arga.


“Oh iya, nanti kamu mau makan steaknya matang atau setengah matang?“ Bella mengalihkan pembicaraan.


“Aku setengah matang aja. Tapi jangan mentah yah Bel.“

__ADS_1


Bella menatap Arga dengan senyumnya. Bagaimana bisa ada pria yang terlalu baik seperti Arga. Yang mau menghibur dirinya sebagai teman dan tidak memanfaatkan situasi.


Rasanya Bella lebih baik tidak ragu ataupun terlalu memberi jarak hubungan dengan Arga. Walaupun masih Abu-abu, Bella hanya ingin menyimpan hal baik dan membuang hal buruk.


__ADS_2