
Sinta dan Wisnu berjalan masuk ke halaman rumah yang cukup luas, mereka sengaja meluangkan waktu untuk datang berkunjung ke rumah Vira.
Di saat pintu rumah terbuka, menampilkan sosok Vira dengan balutan pakaian tidur dengan rambut yang masih sedikit acak-acakan.
"Vira.." ucap Sinta saat melihat wajah putri sulungnya.
Sinta langsung berjalan cepat dan memeluk putri sulungnya yang sudah lama tidak bertemu, dengan lembut Vira pun membalas pelukan dari ibunya.
Sinta yang senang langsung mencium kening dan pipi Vira beberapa kali, "Mama sangat merindukanmu, nak." Ucap Sinta dengan tangan yang masih memeluk anaknya.
Wisnu yang melihat hal itu pun ikut memeluk Vira, mereka bertiga terlihat seperti keluarga yang bahagia.
"Ayo masuk," ucap Vira.
Sinta dan Wisnu pun masuk ke dalam rumah putrinya, ia melihat beberapa orang yang sedang lalu lalang dengan membawa beberapa dus. Vira mengajak kedua orang tuanya untuk naik ke lantai atas karena di lantai atas tidak ada kegiatan karyawannya.
"Jadi uang 5 miliar itu kau gunakan untuk membangun usaha?" tanya Wisnu yang sudah menebak kegiatan yang di lakukan di rumah Vira.
"Iya ayah dan usaha ku berjalan dengan lancar," jawab Vira.
"Baguslah jika begitu, ayah minta maaf saat hari pernikahan Vina. Jika ucapan ayah ada yang keterlaluan," ucap Wisnu.
"Tidak apa-apa," jawab Vira.
"Mama juga minta maaf sayang telah menamparmu, apakah sakit? Atau jadi berbekas?" tanya Sinta.
"Tidak kok Ma, tenang saja." jawab Vira tersenyum.
"Lagi pula kita sudah merencanakannya dari awal, yang kita lakukan hanyalah sandiwara untuk mengelabuhi Vina. Memang aku sedikit terkejut dengan permintaan Vina yang menyuruh ku untuk menggantikannya di malam pertama, tapi mungkin itu jalan yang lebih baik karena jika aku tidak lepas dari keluarga kita di depan mata Vina. Mungkin sekarang aku masih harus hidup sesuai dengan keinginan Vina dan mungkin kalian juga tidak bisa menunjukkan kasih sayang kalian kepada ku secara terus terang karena penyakit Vina yang suka kambuh," ucap Vira.
"Iya Mama sangat tidak setuju dengan keputusan mu yang mau menyerahkan keperawanannya mu untuk menggantikan Vina," ucap Sinta dengan nada sendu.
__ADS_1
"Iya tapi lihat sekarang, setidaknya aku bisa keluar dengan bebas dan apa yang ku inginkan tidak perlu lagi di atur oleh Vina." Jawab Vira.
Sebenarnya kejadian setelah Vina menikah dimana Wisnu dan Sinta menampar dan memaki Vira hanyalah sandiwara semata yang di lakukan oleh mereka untuk mengelabuhi Vina, dan semua itu sudah di rencanakan oleh Vira.
Dari dulu dia ingin pergi bebas dari rumahnya karena selama ini, semua yang dia inginkan harus di berikan secara sembunyi-sembunyi oleh kedua orang tuanya.
Bahkan Vina dengan tegas meminta kedua orang tuanya untuk tidak memanjakan Vira dan tidak mempublish nya ke publik agar semua orang tahu jika Sinta dan Wisnu hanya memiliki satu orang anak yaitu dirinya, dan jika Wisnu dan Sinta tidak menuruti keinginan Vina maka wanita itu akan langsung jatuh sakit dan langsung di bawa ke rumah sakit.
Flashback.
Sinta berjalan dengan cepat menuju ruang kerja suaminya, "Mas," panggil Sinta dengan tangan yang membuka pintu.
"Ada apa?" tanya Wisnu heran.
"Vina, sudah gila." ucap Sinta.
"Apa maksud mu?" tanya Wisnu bingung.
"Apa? Ini tidak masuk akal." Wisnu langsung bangkit dari tempat duduknya dengan ekspresi terkejut.
Lalu Wisnu meminta pelayan untuk memanggang Vira, setelah itu Sinta langsung menceritakan semuanya kepada Vira.
"Tapi kenapa dia malah meminta hal itu? Bukankah ini semua kesalahannya, tapi kenapa malah aku yang harus menggantikannya untuk menutupi kesalahannya." Ucap Vira tidak percaya jika adiknya berencana seperti itu.
"Iya, tapi pokoknya Mama gak setuju. Ini semua salah Vina, dia malah tidur bersama dengan pria yang tidak jelas dan sekarang dia meminta untuk menikah dengan Luis. Lalu setelah semuanya siap, dia ingin meminta mu untuk menggantikan nya di malam pertama," ucap Sinta kesal.
"Biar ayah yang memarahi Vina dan memberikan dia pengertian," ucap Wisnu.
"Tapi Mas, ingat bicaralah dengan pelan-pelan kau tahu Vina punya penyakit jantung," ucap Sinta mengingatkan.
Tapi di saat Wisnu hendak pergi, Vira tiba-tiba menghentikan langkah kaki ayahnya.
__ADS_1
"Aku setuju," ucap Vira.
"Apa maksudmu nak? Kau setuju untuk menggantikan Vina, apa kau tahu artinya? Kau akan kehilangan sesuatu yang berharga sebagai seorang wanita," ucap Sinta dengan kedua tangan yang memegang pundak anaknya.
"Aku tahu, tapi aku cape! Aku cape harus hidup di bawah keinginan Vina, aku cape jika hidup ku harus di atur sesuai keinginan, Vina terus mengancam kita dengan penyakitnya secara tidak langsung, aku cape! Dan aku ingin keluar dari rumah ini dan mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk ku," ucap Vira dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tapi sayang, Mama tidak mau melihat mu.." Sinta tidak sanggup melanjutkan perkataannya ia lebih memilih memeluk Vira dan menangis.
"Aku tahu mungkin keputusan ku ini sesuatu yang akan ku sesali di masa depan, tapi aku juga tidak ingin terus hidup di bawah kendali Vina karena Mama tahu kan bagaimana konsekuensinya jika kita tidak menuruti keinginan Vina, ia pasti akan langsung sakit karena penyakit jantung nya itu." Ucap Vira yang mengingat setiap kali orang tuanya tidak menuruti keinginan Vina maka wanita itu akan sakit jantung dan harus di bawa ke rumah sakit.
"Baiklah sayang, jika itu keinginan mu. Ayah akan menyetujui nya," ucap Wisnu yang menatap sendu putrinya.
"Mas..." Panggil Sinta yang tidak setuju dengan keputusan Vira.
"Ini adalah jalan yang terbaik untuk Vira, ia akan hidup bebas setelah ini." Wisnu berusaha meyakinkan Sinta.
"Iya Ma, aku akan baik-baik saja. Tapi aku mohon saat setelah pernikahan Vina, ia pasti akan meminta ku untuk itu dan aku akan pura-pura tidak mau dan ku harap ayah dan Mama untuk memaki ku dan menampar ku," ucap Vira.
"Tidak sayang, Mama tidak mau menamparmu." Ucap Sinta.
"Ku mohon, Ma. Sekali ini saja, tampar aku." Pinta Vira dengan terpaksa Sinta menuruti keinginan Vira.
"Sayang, setelah keluar dari rumah ini kau akan hidup sendirian. Jadi ayah minta di saat kau ingin memberikan kesucian mu kepada Luis, mintalah uang 5 miliar kepada ku." ucap Wisnu.
"Tapi ayah, bagaimana bisa? Perusahaan mu sedang malam masa kritis, aku tidak mungkin setega itu." Ucap Vira.
"Ini permintaan ayah, mintalah uang 5 miliar. Setidaknya Vina tidak akan sakit-sakitan karena ayah memberikan uang itu kepada mu, sayang." ucap Wisnu dengan senyuman hangat.
"Baiklah, ayah. Terimakasih."
Wisnu langsung mengajak istrinya untuk memeluk Vira, Vira nampak menangis di dalam pelukan kedua orang tuanya hanya karena keegoisan Vina, ia dan kedua orang tuanya harus hidup di dalam kendali Vina.
__ADS_1
Flashback off.