Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 56. Akhir


__ADS_3

Sabrina melihat pantulan dirinya di balik cermin, sebuah gaun indah berwarna putih terpasang di tubuhnya. Wajah cantiknya memancarkan aura kebahagiaan, hingga seorang anak kecil menghampiri nya.


"Mama." Rafael memeluk Sabrina yang kini tengah menggunakan gaun pengantin, wanita itu tersenyum seraya menyetarakan tingginya dengan Rafael.


Sabrina tersenyum tipis, kini ia bisa hidup bahagia bersama dengan Luis dan juga Rafael. Seorang pelayan datang untuk mengajak Sabrina pergi ke altar pernikahan, wanita itu tersenyum dengan kedua tangan yang memegang erat gaun pengantinnya. Ras gugup dan mulai menyelimuti dirinya saat ini, hingga langkahnya terhenti di depan seorang pria dengan balutan jas rapi dan menatapnya dengan lembut.


Di saat itu pula janji suci antara Luis dan Sabrina terucapkan, mereka saling memegang tangan dan menatap satu sama lain. Kebagian terukir di wajah mereka berdua yang kini sudah terikat oleh ikatan pernikahan yang suci.


Taburan bunga mawar menghujani kedua insan yang tengah dilanda kebahagiaan, Luis memeluk pinggang wanita yang kini telah sah menjadi istrinya.


"Untuk pertama kalinya aku bahagia dalam menjalankan pernikahan." Bisik Luis karena saat menikah dengan Vina ia sama sekali tidak bahagia tapi berbeda saat bersama dengan Sabrina, Luis merasa sangat bahagia karena ia telah bersama dengan wanita yang ia cintai.


"Aku juga bahagia, sangat-sangat bahagia bisa menikah dengan pria seperti mu." Jawab Sabrina dengan tangan yang melingkar di leher Luis.

__ADS_1


Saat ini semua orang tengah berdansa dan begitu juga dengan Sabrina dan Luis, merasa berdansa dengan rasa bahagia dan penuh cinta.


Hingga tangan Luis menarik Sabrina untuk ikut bersamanya ke lantai 3, ia telah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk wanita kesayangannya di lantai 3.


Saat pintu di buka, Sabrina tersenyum dan tertawa ringan saat melihat sebuah kamar yang sudah di dekorasi dengan sangat romantis.


Terdapat taburan bunga mawar yang menghiasi ranjang dan beberapa lilin yang berada di meja.


"Kau menyiapkan ini? Kenapa, lagi pula kita sudah pernah melakukan nya." Ucap Sabrina dengan tangan yang mengelus pipi Luis.


Luis mulai mencium bibir istrinya, ia sangat bernafsu dan menginginkan tubuh Bianca untuk saat ini.


Sabrina yang masih menggunakan gaun pernikahan pun hanya tersenyum, "Tapi bagaimana dengan Rafael, ia pasti sedang mencari ku." Pikiran Sabrina terus memikirkan Rafael.

__ADS_1


"Jangan pikir kan anak itu, dia pasti kini sedang bersama dengan ibu ku. Dan sekarang adalah waktu kita, ku harap kau kuat sampai pagi." Bisik Luis dengan tangan yang memulai membuka resleting gaun Sabrina.


Wanita itu tersenyum, ia mulai mengikuti permintaan Luis. Keduanya kini berada dalam belenggu kenikmatan duniawi yang membuat Luis dan Sabrina menjerit-jerit penuh rasa kenikmatan.


Berkali-kali Luis lakukan dan berkali-kali juga Sabrina harus di buat tumbang, tapi untuk malam ini tidak ada kata ampun untuk Sabrina karena bagi Luis malam ini adalah malam spesial mereka berdua dan Luis tidak ingin melewatkan malam spesial mereka hanya dengan kegiatan biasa.


Senyuman penuh kepuasan dan kenikmatan terpancar di wajah Luis dan Bianca, keringat membasahi keduanya.


Hingga akhirnya Luis berada di ambang kelelahan, tubuhnya terasa sangat lemas ia merasa tidak sanggup untuk bergerak lagi ataupun bangun dari tempat tidur.


Di sampingnya ada Sabrina yang memeluk pria itu dengan sangat lembut, "Sabrina, aku mencintaimu dan aku berjanji akan menjagamu, dan menjaga anak kita."


Luis mencium bibir istrinya dengan lembut, Sabrina tersenyum tipis dan membalas ciuman dari suaminya.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu, Luis."


__ADS_2