Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 48


__ADS_3

Kini Luis dan Sabrina sudah sampai di sebuah Villa yang di kelilingi oleh hutan, dengan udara yang sejuk.


"Ini sudah siang, tapi seperti masih pagi." Ucap Sabrina senang.


"Iya, apa kau masih ingin memangku Rafael? Dia pasti berat, biar aku bangunkan saja." Ucap Luis yang melihat Rafael tengah tertidur di gendongan Sabrina.


"Tidak apa-apa, biar aku saja." Ucap Sabrina, ia langsung membawa Rafael masuk ke dalam Vila.


Luis segera mengikuti Sabrina, "Pak Luis, dimana kamar saya?" tanya Sabrina.


"Kamar mu ada di lantai dua," jawab Luis.


Lalu Sabrina langsung pergi ke lantai dua menuju kamarnya, ia segera menidurkan Rafael di dalam kamar miliknya.


Setelah itu Sabrina langsung keluar kamar dan menghampiri Luis yang berada di lantai bawah.


"Pak Luis, sebaiknya anda segera beristirahat karena besok kita harus bertemu dengan klien." Ucap Sabrina.


Luis pun tersenyum ia segera mendekati Sabrina dan memeluk wanita dari belakang, "Iya, aku ingin beristirahat. Tapi denganmu," bisik Luis tepat di telinga Sabrina.


Sabrina hanya tersenyum, "Ku dengar ada pemandian air panas di Vila ini, apa kau ingin mandi bersama?" Ajak Luis kepada Sabrina.


"Emm.. Baiklah, kalau begitu aku ganti baju dulu." Ucap Sabrina yang segera melepaskan pelukan Luis darinya.


Kini Luis sudah berada di kolam pemandian air panas, pemandangannya sangat nyaman dengan nuansa alam yang indah.


Lalu tak beberapa lama, datang Sabrina dengan menggunakan sehelai handuk, perlahan Sabrina melepaskan handuk yang melingkar di tubuhnya.


Luis bisa melihat pakaian dalam Sabrina yang berwarna hitam sangat cocok dengan kulitnya yang putih.


Lalu Sabrina mulai masuk ke kolam air panas, Luis segera menarik tangan Sabrina dan memegang pinggangnya.


Wanita itu kini duduk di hadapan Luis dengan kepala yang bersandar di dada bidang pria itu, "Kau sangat cantik," Puji Luis dengan bibir yang menciumi leher jenjang wanita di depannya.


"Emm.. Pak Luis," Sabrina mulai menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh bibir Luis pada leher jenjang miliknya.

__ADS_1


Perlahan tangan Luis membelai wajah Sabrina, ia mulai mencium bibir Sabrina dengan sangat Lembut. Begitu juga Sabrina, wanita itu mulai membalas setiap ciuman yang di berikan oleh Luis.


"Emm.. Sabrina, tubuhmu sangat harum." Ucap Luis, tangannya mulai membuka tali BH yang menutupi buah persik milik Sabrina.


Kini tubuh bagian atas Sabrina sudah terlihat sangat jelas, Luis sedikit terdiam melihat buah persik Sabrina yang terasa tidak asing baginya.


"Kenapa Pak Luis?" tanya Sabrina heran karena Luis hanya diam tanpa melakukan apapun.


"Tidak, milikmu sangat indah." Puji Luis yang membuat pipi Sabrina merah merona karena malu.


Luis langsung mendekatkan mulutnya pada ujung gunung Sabrina, wanita itu hanya bisa menggigit jarinya saat merasakan sensasi ketika Luis menjadi seorang bayi.


Tangan Sabrina mulai meremas rambut Luis, yang membuat Luis semakin bergairah dan tangannya mulai menjelajah seluruh tubuh Sabrina.


"Pak Luis," ucap Sabrina dengan suara rintihan penuh kenikmatan.


"Sabrina, kau wanita milik ku." Bisik Luis tepat di telinga wanita itu.


"Tapi kau milik wanita lain," jawab Sabrina dengan tangan yang melingkar di leher Luis.


"Aku hanya milikmu, sayang." jawab Luis yang langsung mencium bibir Sabrina dengan penuh gairah.


Lalu Luis langsung memangku tubuh Sabrina dan membawanya ke sebuah kursi yang ada di samping kolam.


"Aku menginginkannya," ucap Luis yang menatap ke arah Sabrina.


Dengan perlahan Sabrina menganggukkan kepalanya, "Tapi kunci pintunya, aku tidak ingin pengurus Vila tiba-tiba masuk dan melihat kita sedang melakukan hal itu." Pintu Sabrina dengan suara pelan yang terdengar sangat sensual.


Luis langsung mengunci pintu dari dalam, meski begitu di hadapan mereka terpampang pemandangan alam.


Luis langsung membuka celana pendek yang menutupi bagian bawahnya, ia meminta Sabrina untuk mengelus junior kesayangannya yang sudah terkurung selama beberapa tahun dan belum di masukkan ke dalam gua.


Sabrina mulai mengelus junior Luis dengan tangannya tapi tak beberapa lama mulut dan lidah Sabrina pun mulai menari-nari bersama junior Luis yang membuat pria itu tersenyum senang.


"Sekarang giliran ku," ucap Luis yang membuat Sabrina melepaskan Junior Luis dari mulutnya.

__ADS_1


Luis langsung membuka penghalang bagian bawah milik Sabrina, wanita itu mulai merintih penuh kenikmatan saat tangan Luis mulai menjelajahi gua milik Sabrina.


Hingga tiba-tiba Luis mengarahkan lidahnya yang membuat Sabrina hanya bisa menahan diri dengan nafas yang terengah-engah.


"Apa kau puas dengan pemanasan nya?" tanya Luis.


"Iya Pak," jawab Sabrina dengan tubuh yang lemas.


"Baiklah, sekarang aku akan memulainya. Ku harap kau tidak tumbang duluan," ucap Luis.


Sabrina hanya bisa menganggukkan kepalanya, tubuhnya mulai merasa sensasi yang sudah lama ia inginkan. Sebuah kenikmatan duniawi yang membuat Sabrina hampir kehilangan akalnya.


Luis dengan semangat yang membara mulai menggoyangkan pinggulnya yang membuat Sabrina merintih penuh kenikmatan.


"Pak Luis..." Panggil Sabrina dengan suara manja.


"Panggil aku sayang," jawab Luis yang mulai mencium bibir Sabrina dengan lembut dan tangannya mulai meremas buah persik milik Sabrina.


Sabrina hanya bisa menikmati setiap sentuhan yang Luis berikan, beberapa kali mereka berganti gaya yang membuat kegiatan pun terasa sangat panas.


Hingga setelah hampir 2 jam lebih, Luis akhirnya tumbang dan melepaskan semua miliknya di dalam rahim Sabrina.


Di atas lantai Sabrina dan Luis berbaring bersama tanpa menggunakan sehelai benang pun, Sabrina mulai membelai tubuh dan wajah Luis.


"Sayang," panggil Sabrina dengan tangan yang memeluk kepala Luis dan membenamkan nya tepat di dada miliknya.


"Bagaimana, apa kau puas?" tanya Luis kepada Sabrina.


"Sangat puas," jawab Sabrina yang sudah sangat lemas.


Perlahan Sabrina mulai memejamkan matanya, sementara Luis mulai bangkit dan melihat Sabrina tertidur.


Lalu tangan Luis langsung mengangkat tubuh Sabrina dan membawanya ke dalam kamar miliknya.


"Terimakasih untuk hari ini, Sabrina."

__ADS_1


__ADS_2