
Kini Anggun berada di rumah sakit setelah kedatangan Vina, Anggun pun mau di bawa ke rumah sakit. Sementara Luis hanya bisa berada di ruang rawat Anggun bersama dengan Vina untuk menjaga putri kecilnya.
"Kau bersama j*lang itu selama seminggu, apa yang sudah kau lakukan?" Vina tiba-tiba bertanya tentang Sabrina.
"Apa yang kau katakan, sebaiknya kau memfokuskan dirimu pada Anggun."
"Apa? Lalu membiarkan suami ku berselingkuh dengan wanita lain di luar sana!?"
"Omong kosong apa itu? Siapa yang selingkuh, setelah kau di usir dari rumah otakmu semakin kacau dan selalu mengatakan hal-hal yang tidak benar."
"Kau membicarakan sesuatu yang sesuai dengan faktanya, ingat Luis jika kau sampai selingkuh dari ku. Aku tidak akan pernah memaafkan mu dan pastinya aku akan membuat j*lang kecilmu itu menderita!"
"Kau sedang mengancam ku?"
"Aku tidak sedang mengancam mu tapi aku memperingatkan mu, jika kau adalah pria yang sudah menikah dan sudah memiliki anak. Jika sampai Anggun tahu apa yang di lakukan oleh ayah kesayangannya, aku yakin setelah Anggun besar dia pasti akan sangat membenci mu!"
"Sebaiknya kau diam, Vina! Dan aku ingatkan posisi mu, kau hanya wanita yang menikah dengan ku karena bisnis tidak lebih! Dan jika kau berani mengancam ku dengan menggunakan Anggun akan ku pastikan kau menyesal."
Vina kini hanya diam dengan mata yang berkaca-kaca, ia sangat kesal karena Luis tidak pernah mau membuka hati untuk dirinya.
"Selama ini aku kurang apa sih? Aku sangat mencintaimu tapi kau bahkan tidak pernah membalas perasaan ku!" Vina mulai menangis dan mengeluarkan semua uneg-uneg di hatinya.
__ADS_1
"Stop Vina, jangan mulai lagi. Ini rumah sakit dan kau malah ingin mencari keributan."
"Aku bukan ingin mencari keributan, tapi kenapa kau selalu bersikap seperti itu? Apa kau tidak pernah sekalipun memikirkan perasaan ku, apa kau tidak pernah memikirkan bagaimana sakitnya hati ku saat melihat mu bersama dengan wanita lain? Dan apa kau pernah memikirkan perasaan Anggun, putri kandung mu sendiri?" Vina langsung menangis saat mengatakan hal itu.
Luis terdiam, ia memang egois dari dulu dan sekarang ia bahkan tidak pernah memikirkan perasaan Anggun sama sekali.
"Aku minta maaf," hanya itu yang bisa Luis katakan.
"Luis, kumohon demi masa depan dan kebaikan Anggun jadilah suami dan ayah yang baik untuk Anggun dan juga aku." Vina langsung memegang tangan Luis, ia berusaha untuk meluluhkan hati pria itu dengan membawa nama Anggun.
"Luis, sekali ini saja buka hatimu untuk kami. Aku tahu apa yang ku lakukan memang salah, tapi semua ini gara-gara kau tidak pernah mengganggap ku sebagai istri. Jika kau memperlakukan ku selayaknya sebagai istri, aku juga tidak akan pernah bertindak seperti itu."
Luis hanya diam, ia langsung melepaskan tangan Vina. "Untuk saat ini aku akan pikirkan, sebaiknya kau jaga Anggun dengan baik."
"Arg.." Luis memukul tembok tapi yang ada tangannya malah sakit.
"Arg.. Sial, sakit!" Pekik Luis yang memegangi tangannya.
"Luis, apa yang sedang kau lakukan di sini?" Steven datang untuk menjenguk Anggun tapi ia malah melihat putrinya seperti orang idiot yang memukul tembok dengan tangannya.
"Tidak ada."
__ADS_1
"Lalu untuk apa kau memukul tembok? Apa kau kira tangan mu terbuat dari besi!"
"Apa sih, ayah! Aku sedang bingung dan kau malah mengajak bercanda."
"Memangnya kau bingung kenapa, cerita lah pada ku. Lagi pula kita sama-sama laki-laki dan aku pasti akan lebih mengerti perasaan mu karena aku juga laki-laki."
Lalu Luis langsung menceritakan semua permasalahan nya, ia mencintaiku Sabrina sementara ia harus melakukan kewajibannya sebagai seorang suami dan juga ayah bagi Vina dan Anggun.
Luis kini merasa jika dirinya tidak pernah adil pada Anggun dan lebih mementingkan Rafael, ada perasaan menyesal dan bersalah di benak Luis jika memikirkan sikapnya yang seperti itu pada anak kandungnya sendiri.
"Permasalahan mu memang rumit, tapi menurut ku jika kau bisa mendapatkan dua-duanya untuk apa memilih salah satu!" Solusi yang di berikan Steven bukannya memberikan jalan keluar malah menambah runyam semua permasalahan.
"Aku tidak bisa melakukan hal itu." Tolak Luis.
"Tapi kau mencintai wanita itu? Apa kau sudah tidur dengannya?"
"Emm.. Iya sudah."
"Sekarang kau telah tidur dengan wanita itu, dan jika kau memilih Vina kau akan menyakiti wanita itu dan juga sebaliknya. Dan daripada kau menyakiti salah satunya mending kau pilih dua-duanya dan jadikan mereka istri mu."
Luis hanya tersenyum bingung dengan solusi yang di berikan oleh ayahnya. "Sudahlah, aku sepertinya curhat pada orang yang salah."
__ADS_1
Luis langsung pergi saat mengatakan hal itu, sementara Steven hanya bingung karena baginya solusi yang di katakan olehnya itu sudah yang terbaik.
......Jika kau bisa memiliki dua-duanya untuk apa memilih salah satu......