Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 28


__ADS_3

"Jangan berpikir yang tidak-tidak, mana mungkin Luis memiliki anak dengan wanita lain. Kau sekarang tenang saja, dan yang lebih penting sekarang adalah kesehatan mu." Ucap Maria yang berusaha menenangkan Vina.


"Baik Ma, tapi semoga saja Mas Luis memang tidak memiliki anak dengan wanita lain," ucap Vina.


Luis yang kini berada di kantor tengah duduk dengan punggung yang bersandar di kursi, wajahnya nampak senang. Pikirannya terus memikirkan kejadian kemarin saat bersama dengan Vira, wanita itu sangatlah unik dan membuat Luis semakin nyaman jika mengobrol dengannya.


Di saat Luis tengah membayangkan kenangan nya bersama dengan Vira, tiba-tiba handphone miliknya berbunyi dan rupanya Maria yang menelponnya.


"Ada apa, Ma?"


"Darimana kau kemarin?"


"Apa maksudnya, aku kemarin pergi untuk menyelesaikan pekerjaan."


"Jangan berbohong, Vina tadi jatuh pingsan dan itu semua gara-gara kau!"


"Apa hubungannya dengan ku? Sebaiknya Mama jangan membuat masalah lagi, aku sedang banyak pekerjaan."


"Jelas ini ada hubungannya denganmu, kau pergi berbelanja dan membeli pakaian bayi laki-laki. Jangan bilang jika kau memiliki anak dengan wanita lain,"


Luis terdiam, ia lupa tentang struk belanja miliknya.


"Luis, kenapa kau diam? Jawab pertanyaan ku, apa kau memiliki anak di luar nikah dengan wanita lain? Jika sampai itu terjadi Mama tidak akan pernah memaafkan mu dan juga Mama tidak akan pernah menerima anak itu di keluarga kita."


"Apa sih Ma, kalau ngomong suka ngaco. Mana mungkin aku memiliki anak dengan wanita lain, dan untuk struk aku membeli pakaian bayi laki-laki untuk hadiah klien ku karena ku dengar istrinya sudah melahirkan bayi laki-laki."


"Apa kau yakin dengan ucapan mu itu?"


"Iya, untuk apa aku berbohong? Sebaiknya Mama jelaskan kepada Vina, aku tidak memiliki waktu untuk menjelaskan kepada wanita itu, terlalu banyak pekerjaan yang menumpuk dan harus segera di selesaikan."


"Baiklah, untuk kali ini Mama percaya. Tapi kau harus pegang ucapan mu itu dan satu lagi, kalau bisa saat jam makan siang kau pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Vina, kasihan dia."


"Aku tidak janji karena banyak urusan yang harus ke kerjakan."

__ADS_1


Setelah itu Luis langsung menutup panggilan dari Maria, kini ia hanya bisa menghela nafas panjang. Sikap Vina membuat Luis sedikit ilfil, terlebih dengan penyakit jantung Vina yang selalu kambuh.


Di saat Luis tengah kesal dengan perkara rumah tangganya, asistennya tiba-tiba menelpon dan mengatakan jika Vira tengah menunggu di ruang tunggu untuk membahas produk miliknya.


Luis langsung menyuruh asistennya untuk membawa Vira masuk ke dalam ruangannya, entah kenapa sebuah senyuman tipis tiba-tiba muncul di benak Luis.


"Selamat siang, Pak Luis." Sapa Vira.


"Selamat siang, silahkan duduk."


Vira pun langsung duduk di depan Luis, ia segera mengeluarkan dokumen yang di minta oleh perusahaan Luis.


"Jadi ini produk terbaru yang kau ingin kembangkan?" tanya Luis saat melihat dokumen yang di bawa oleh Vira.


"Iya Pak Luis, meski masih tahap uji coba. Tapi saya yakin jika parfum yang saya buat akan di minati oleh orang-orang," ucap Vira.


"Lalu target pasar dari Parfum mu itu apa?" tanya Luis.


"Untuk target pasarnya sendiri, kamu menargetkan untuk usia 19-35 tahun." jawab Vira.


"Baik, karena parfum yang saya produksi saat ini memiliki aroma yang kalem dan cocok untuk mahasiswa dan wanita kantoran," ucap Vira.


"Sungguh? Apa kau membawa sampel parfum nya, aku ingin mencium aromanya." Ucap Luis.


"Tentu, saya bawa sampel parfum yang saya produksi."


Vira langsung mengeluarkan satu botol parfum yang di kemas dalam botol yang terbuat dari kaca dan berbentuk kotak, Luis langsung mencium aroma parfum yang di berikan oleh Vira.


Aromanya sangat kalem dan tidak menyengat, bahkan ini wangi parfum yang enak untuk di gunakan sehari-hari.


"Ya kau benar, wangi parfum nya sangat enak dan aku juga menyukai wanginya." Puji Luis.


"Terimakasih, Pak Luis. Jadi bagaimana? Apa anda juga setuju untuk membantu saya memasarkan produk saya di cabang-cabang mall milik anda?" tanya Vira.

__ADS_1


"Iya saya setuju, tapi tergantung bagaimana keuntungan yang saya dapat. Jika keuntungannya bagus maka saya setuju," ucap Luis yang masih tetap berpegang teguh pada prinsip bisnis miliknya.


"Tentu, untuk keuntungannya saya akan mengirimkan dokumen lainnya." Jawab Vira.


"Baiklah, lalu dokumen ini hanya keterangan produknya saja?" tanya Luis yang kembali membuka dokumen tersebut.


"Iya, itu dari segi bahan-bahan yang di gunakan." Ucap Vira.


"Nona Vira, mungkin anda baru terjun ke dunia bisnis?" tanya Luis dengan tatapan mata yang sedikit serius.


"Iya Pak Luis, ada apa?" tanya Vira.


"Jika anda hanya ingin membahas kerja sama untuk memasarkan produk milik anda, anda harusnya sudah menyiapkan semua dokumennya. Dari mulai penetapan harga yang di rencanakan, bahan-bahan dasar dari produk anda, rencana anda bagaimana dalam memasarkan produk itu, dan berapa kemungkinan keuntungan yang saya peroleh dan juga anda. Anda harusnya paham tentang hal itu, lagi pula saya orang yang sangat sibuk dan tidak mungkin bisa memiliki waktu luang yang banyak." Ucap Luis yang ingin memberikan pelajaran tentang dunia bisnis kepada Vira.


"Maaf Pak Luis, saya tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi." Ucap Vira yang merasa sedikit sedih dengan ucapan Luis.


"Tentu, anda tidak boleh melakukan kesalahan itu lagi. Jika anda masih tetap bersikap seperti itu, saya jamin tidak akan pernah ada perusahaan yang mau bekerja sama dengan anda." Ucap Luis.


"Baik Pak Luis."


"Saya tunggu dokumennya besok siang, saya harap semuanya sudah di persiapkan dengan matang." Ucap Luis yang membuat Vira sedikit terkejut.


"Baik Pak Luis." Jawab Vira.


"Lalu untuk rencana promosi produk, anda ingin membuat promosinya seperti apa?" tanya Luis.


"Iya saya berencana untuk menjualnya di mall-mall milik anda, mungkin dengan brosur." ucap Vira.


"Hahaha.." Penjelasan Vira langsung membuat Luis tertawa. "Nona Vira, pemikiran bisnis anda sangatlah dangkal. Jika anda berpikir seperti itu, saya jamin tidak sampai 1 tahun anda sudah gulung tikar." Ucap Luis.


"Maaf pak Luis, saya masih baru dalam hal ini dan belum terlalu paham." Jawab Vira.


"Saya maklumi hal ini, ada beberapa teknik promosi yang bisa di gunakan seperti periklanan, sales, humas, menggunakan media sosial dan masih banyak lagi. Jadi di antara yang saya sebutkan anda akan menggunakan alat promosi yang mana?" tanya Luis.

__ADS_1


Vira terdiam sejenak dengan kepala yang memikirkan alat promosi mana yang cocok digunakan olehnya.


__ADS_2