Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 40


__ADS_3

Kepulangan Luis langsung di sambut oleh ratusan pertanyaan dari Vina, yang membuat Luis langsung marah.


"Apa kau bisa diam? Aku lelah dan ingin beristirahat," ucap Luis dengan nada tinggi.


"Apa kau bisa sehari saja tidak membuat keributan? Vina, anak ku sangat lelah dan butuh istirahat tapi kau malah langsung mengajak ribut." Ucap Maria yang tiba-tiba datang dan langsung ikut campur.


Vina dan Luis sama-sama terkejut dengan sikap Maria, tapi Luis cukup senang karena Maria tidak lagi membela Vina.


"Tapi Ma, aku hanya.." Sebelum menyelesaikan perkataannya, Maria langsung memotong ucapan Vina.


"Kau memang wanita yang telah memikirkan kondisi suami mu, kau sangat egois. Luis itu sangat lelah seharian bekerja, sementara kau?! Hanya duduk diam di rumah, tapi masih saja mencari keributan dan terus mempersulit Luis. Apa kau tidak malu?" Tanya Maria dengan suara lantang yang membela putranya.


Luis sedikit tersenyum tipis, lalu ia beranjak pergi meninggalkan Vina dan juga Maria.


"Ma, apa yang kau lakukan? Kenapa kau malah memarahi ku?" Tanya Vina dengan nada sedikit tinggi dan kesal.


Suara tamparan langsung terdengar, mata Vina seketika membulat sempurna perlahan tangannya memegang pipi kiri miliknya yang terasa sangat panas dan perih.


"Sebaiknya kau sadar diri! Kau ini siapa, setelah apa yang kau lakukan kepada ku. Tanpa tahu rasa malu, kau masih ingin meminta perlindungan dari ku?" Ucap Maria yang memandang rendah menantu perempuannya.


"Ma, aku sudah minta maaf. Kenapa sih masih harus di permasalahkan terus? Saat itu aku sedang dalam emosi yang tidak stabil," ucap Vina yang kembali berusaha untuk membujuk ibu mertuanya.


Tapi Maria nampak tidak peduli, lalu terdengar suara tangisan Anggun. Maria langsung pergi begitu saja untuk menenangkan cucu perempuannya.


Vina yang kesal langsung masuk ke dalam kamar untuk berbicara dengan Luis, ia ingin tahu kemana perginya pria itu sampai pulang larut malam.

__ADS_1


"Mas," panggil Vina tapi ia melihat Luis sudah tertidur nyenyak.


Melihat Luis yang sedang tertidur, Vina secara perlahan mengambil handphone Luis. Ia ingat pola handphone Luis karena pernah mengintipnya sekali, dan benar saja pola handphone miliknya masih belum di ganti.


Luis mulai membuka chat, ia terdiam saat melihat sebuah kontak dengan nama Vira. Lalu saat Vina membuka pesannya, ia melihat wallpaper seperti wanita di chat WhatsApp milik Luis.


"Ini bukan aku," ucap Vina yang melihat foto wanita mirip dengannya, tapi ia tahu jika yang ada di foto itu bukan dirinya.


"Ini Vira.." Sambung Vina dengan tangan yang gemetar oleh amarah.


Vina langsung kembali menyimpan handphone Luis di atas meja, amarahnya terus bergejolak. Ia ingin segera melabrak Vira tapi Vina saat ini tidak mengetahui dimana Vira tinggal.


Lalu Vina kembali mengambil handphone Luis, ia ingin melihat kemana lokasi terakhir Luis kunjungi.


Vina terdiam saat melihat sebuah alamat rumah dan alamat rumah sakit, tanpa pikir panjang Vina langsung mencatat alamat rumah tersebut dan segera pergi.


Vina langsung turun dari mobil dan segera menekan bel rumah.


Vira yang ingin segera beristirahat, langsing kembali membuka matanya saat mendengar suara bel rumah yang terus berbunyi.


"Siapa sih, yang bertamu malam-malam seperti ini."


Tapi Vira terdiam, ia berpikir bisa aja itu Luis. Dengan langkah Vira segera membuka pintu, tapi ia langsung terdiam saat melihat sosok wanita yang sangat ia kenal sudah berdiri di depan pintu.


"Vina, apa yang sedang kau lakukan di rumah ku?" tanya Vira yang terkejut.

__ADS_1


Vina secara perlahan masuk ke dalam rumah, ia langsung menutup pintu rumah. Dengan tatapan marah dan merendahkan Vina tanpa banyak bicara langsung menampar Vira dengan keras.


Vira terdiam dengan sorot mata terkejut, "Apa kau gila tiba-tiba menampar ku?!" Tanya Vira dengan marah.


"Tamparan ini sangat pantas untuk p*lacur dan penggoda suami orang lain," jawab Vina yang sudah sangat marah.


"Apa yang kau bicarakan? Aku sama sekali tidak mengerti," tanya Vira.


"Apa kau kira aku bodoh? Tadi pagi Luis datang ke sini, katakan apa yang telah kau lakukan bersama dengan suami ku?" tanya Vina yang sangat kesal.


Melihat kemarahan Vina, Vira dengan sengaja mengatakan kebohongan agar wanita itu tambah marah.


"Iya, Luis datang ke sini dan kau tahu apa yang kami lakukan? Kamu bercinta, bahkan dia sangat puas dengan pelayanannya ku." Ucap Vira yang sebenarnya itu hanyalah kebohongan.


Mendengar hal itu Vina sangat marah, ia langsung menyerang Vira membabi buta yang membuat Vira terjatuh dan berada di bawah tubuh Vina.


Tanpa ras kasihan Vina menampar dan menjambak rambut Vira, ia bahkan membenturkan kepala wanita itu ke lantai yang membuat Vira menangis dengan rasa sakit yang luar biasa.


Vira kini terbaring lemas di atas ranjang, matanya masih menatap wajah Vina. Sementara darah sudah mulai mengalir membasahi lantai, Vina yang puas pun langsung bangkit.


"Kau memang layak untuk mati, sebaiknya kau jangan pernah mencoba untuk merebut Luis dari ku." Ucap Vina.


Lalu Vina pun melihat wajah Vira yang sudah sangat lemas dengan air mata yang terus mengalir.


"Aku benci melihat wajahmu yang menyerupai wajah ku," ucap Vina dengan tatapan marah.

__ADS_1


Wanita itu mulai mengambil sesuatu di tas miliknya, sebuah botol kecil berwarna hijau. Dengan senyuman penuh kepuasan Vina mulai membuka botol kecil itu.


"Selamat menikmati hadiah dari di malam yang ini, saudara ku." Ucap Vina yang langsung menuangkan cairan di dalam botol itu ke wajah Vira.


__ADS_2