Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 20


__ADS_3

Sinta hanya bisa diam saat melihat wajah Vira yang panik, "Semoga saja kau tidak bertemu dengan Luis," ucap Sinta.


"Iya Ma, semoga saja."


Kini Vira tengah bersiap untuk bertemu dengan perwakilan perusahaan Andara, Vira berharap jika bukan Luis yang bertemu dengannya nanti. Tapi jika di pikir-pikir mana mungkin Luis akan meluangkan waktu hanya untuk membahas kontrak kerja sama dengan perusahaan kecil seperti perusahaan miliknya.


Vira di dampingi oleh asistennya berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan, pria di depannya nampak menatap Vira dengan tatapan terkejut.


"Nyonya, apa yang sedang anda lakukan di sini?" tanya pria itu yang menyangka jika Vira adalah Vina.


"Maaf, mungkin anda salah orang. Kenalkan Saya Elvira pemilik perusahaan yang sudah memiliki janji untuk menandatangani kontrak," ucap Vira dengan jantung yang terus berdetak dengan kencang.


Pria di depannya langsung melihat jadwal milik Luis dan rupanya ia memiliki janji untuk membahas kontrak kerja sama dengan perusahaan swasta.


"Baik, silahkan masuk." Ucap pria itu menyambut kedatangan Vira.


Vira dan Lia duduk di sebuah kursi, Vira masih terus gugup dan bingung. Di dalam hatinya Vira terus berdoa semoga ia tidak bertemu dengan Luis.


"Ya Tuhan, untuk kali ini kabulkan lah do'a ku. Semoga hari ini yang datang bukan Luis, ku mohon. Amin.."


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampilkan sosok pria dengan balutan jas hitam miliknya, Vira dengan perasaan gugup dan jantung yang berdetak dengan kencang langsung membalikkan tubuhnya.


Ia pun tersenyum manis meski di dalam hati tengah menangis sejadi-jadinya.


"Selamat pagi, Pak Luis." Sapa Vira dengan hormat.


Luis terdiam sejenak saat melihat sosok di depannya, wanita cantik yang memiliki wajah sama dengan istrinya.


"Apa maksudmu ini, Vina? kau jangan menggangguku, bahkan kau menyamar menjadi pemilik perusahaan lain hanya untuk ingin bertemu dengan ku?" ucap Luis yang kesal.


"Maaf Pak Luis, sepertinya anda salah orang. Saya Elvira dan ini dokumen kerjasama yang dengan perusahaan saya, anda bisa membacanya dari setiap poin yang di tulis." Ucap Vira yang langsung menyerahkan dokumen miliknya.

__ADS_1


Luis masih tidak mengerti, ia mengambil dokumen itu dan masih menatap tajam ke arah wanita yang ia sangka adalah Vina. Lalu asistennya membisikkan sesuatu yang membuat Luis terdiam dengan mata yang langsung melihat ke arah Vira.


Luis mulai membaca setiap poin kerjasama yang di tawarkan oleh perusahaan milik Vira, tanpa pikir panjang Luis langsung menandatangani kontrak perjanjian kerjasama tersebut.


"Terimakasih, Pak Luis. Senang bisa bekerja sama dengan anda," ucap Vira yang mengulurkan tangannya.


Luis langsung membalas uluran tangan Vira, "Senang bekerja sama dengan anda, nona Elvira." Jawab Luis.


Setelah itu Vira langsung bergegas hendak pergi tapi Luis langsung menghentikan langkah wanita itu.


"Mungkin ini masih pagi tapi bagaimana jika kita makan dulu, sekaligus membahas produk yang anda ingin pasarkan bersama dengan perusahaan kami?" tanya Luis


Vira ingin sekali menolak tapi dia tidak bisa, dengan berat hati wanita itu menyetujui ajakan Luis untuk makan bersama.


Di dalam sebuah restoran Luis terus melihat ke arah Vira, ia ingin memastikan jika wanita itu bukanlah Vina.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Luis.


"Sepertinya belum pernah, ini kali pertama saya melihat anda secara langsung." Jawab Vira.


"Sungguh? Sangat sulit di percaya, tapi mungkin hanya sekedar mirip kadang suka ada orang yang mirip dengan orang lain," ucap Vira dengan wajah yang masih santai meski di dalam hatinya tengah bingung dan panik.


Luis langsung mengeluarkan handphonenya dan membuka sosial media miliknya, lalu ia mencari sosial media milik Vina dan memperlihatkan foto Vina kepada Vira.


Vira terdiam saat melihat wajah Vina, ia pura-pura terkejut saat melihat wajah wanita yang mirip dengannya.


"Apa ini istri anda yang mirip dengan saya?" tanya Vira dengan jantung yang masih berdetak dengan kencang.


"Iya," jawab Luis.


"Mungkin itu hanya sebuah kebetulan, lagi pula bukankah setiap manusia memiliki 7 kembaran." Ucap Vira menjelaskan.

__ADS_1


Luis hanya diam dan tidak menanggapi perkataan dari Vira, kini pesanan milik mereka berdua telah datang. Vira dengan hati-hati memakan makanan miliknya, ia lebih memilih tidak banyak bicara dan diam saja.


"Apa nona Elvira sudah menikah?" tanya Luis.


"Iya sudah," jawab Vira bohong.


"Sungguh, apa kau sudah punya anak?" tanya Luis yang penasaran dengan sosok wanita di depannya.


"Sudah," jawab Vira yang merasa seperti tengah di interogasi oleh Luis.


Luis merasa kurang puas dengan kedua jawaban Vira, "Lalu dimana kau tinggal?" tanya Luis.


"Em.. Selama ini saya tinggal di Bandung," jawab Vira.


"Sungguh? Apa kau anak tunggal?" tanya Luis.


"Maaf Pak Luis, tapi sepertinya itu pertanyaan yang kurang sopan terlebih kita baru pertama kali bertemu," ucap Vira yang merasa kurang senang dengan pertanyaan dari Luis.


"Maaf jika pertanyaan dari saya membuat anda kurang nyaman," ucap Luis yang masih menatap ke arah Vira.


Vira hanya tersenyum dan kembali memakan makanan, ia ingin sekali segera pergi dari tempat ini tapi Luis terus saja makan dengan pelan dan bahkan pria itu belum menghabiskan makanannya sama sekali.


"Maaf Pak Luis, saya harus segera pulang." Ucap Vira dengan ekspresi menyesal.


"Sungguh? Memangnya ada apa?" tanya Luis.


"Suami saya memberitahu jika anak saya sedang rewel dan ingin segera bertemu dengan saya, saya harap anak bisa mengerti." Ucap Vira dengan ekspresi yang lembut.


"Oh, tentu. Silahkan, saya sangat senang bisa mengenal Nona Vira dan saya harap kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar." Ucap Luis dengan tatapan mata yang aneh.


Vira tersenyum kaku, ia langsung mengambil tas miliknya dan segera pergi meninggalkan restoran tersebut. Jantungnya masih belum bisa berdetak dengan normal, selama makan bersama tadi Vira tidak bisa mengendalikan detak jantungnya, perasaan takut dan bingung terus memenuhi isi hatinya.

__ADS_1


Luis yang melihat kepergian Vira tersenyum tipis, ia mulai mengambil handphone miliknya dan menghubungi seseorang.


Di saat itu Luis melihat pesan dari Vina yang mengatakan untuk cepat pulang karena ibu mertuanya tengah datang berkunjung di tambah lagi Anggun sedang rewel dan merindukan dirinya.


__ADS_2