Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 29


__ADS_3

"Mungkin saya akan menggunakan sales," ucap Vira.


Perkataan Vira membuat Luis kembali tertawa, "Mungkin saya ingin sedikit memberikan nasehat kepada anda, apa anda siap mendengar nya?" tanya Luis.


"Saya siap, Pak Luis." Jawab Vira.


"Baik, Nona Vira. Kita berada di zaman yang modern dan hampir semua orang menggunakan media sosial, lalu menurutmu orang-orang masih akan melirik promosi menggunakan sales?" tanya Luis.


"Sepertinya tidak," jawab Vira dengan wajah yang sedikit malu karena pengetahuannya sangatlah dangkal tentang bisnis.


"Itu kau juga tahu, lalu kenapa kau malah ingin promosi menggunakan sales?" ucap Luis.


"Maaf pak Luis, pengetahuan saya masih kurang tentang hal-hal seperti itu dan terimakasih Pak Luis untuk nasehatnya, dan untuk kedepannya nanti saya akan lebih giat lagi belajar tentang bisnis dan strategi yang cocok untuk di mempromosikan produk saya," ucap Vira.


"Baguslah jika kau paham maksud ku, aku melakukan ini karena melihat mu memiliki potensi dalam berbisnis. Jadi semua perkataan ku yang tadi jangan di ambil hati, anggap saja itu sebuah pembelajaran atas kecerobohan mu." Ucap Luis.


"Baik Pak Luis, terimakasih."


Luis merasa sangat senang bisa melihat ekspresi Vira yang seperti tengah menahan rasa malunya, lalu Vira pun meminta pamit kepada Luis tapi Luis langsung menghalanginya.


"Memangnya kau ingin pergi kemana?" tanya Luis.


"Saya ingin menyiapkan dokumen yang anda minta dan harus di serahkan besok," ucap Vira.


"Begitu, bagaimana jika kau menemaniku makan siang. Dan saat itu pula kau bisa menyiapkan dokumen itu, aku akan memberikan arahan kepada mu karena sejujurnya dokumen yang selalu kau berikan kepada ku sangatlah berantakan." Ucap Luis.


"Apa boleh?" tanya Vira.


"Tentu saja boleh, aku yang mengajakmu." Ucap Luis.


Setelah itu Vira pun menyetujui ajakan Luis, kini mereka berdua pergi ke sebuah restoran mewah. Luis sengaja menyewa ruang VIP khusus untuk dirinya dan juga Vira, di dalam ruangan itu Vira di bantu oleh Luis membuat dokumen yang baik dan benar.

__ADS_1


Vira nampak antuasias dengan ajaran Luis karena Luis pria yang hebat, baik dari segi bisnis maupun pengetahuannya.


"Bagaimana, bukankah sekarang tulisan mu jauh lebih rapi." Ucap Luis.


"Iya, terimakasih Pak Luis. Maaf telah merepotkan Anda," ucap Vira dengan perasan senang.


"Sama-sama, Nona Vira. Saya sangat senang bisa berbagi ilmu kepada anda," ucap Luis dengan mata yang masih terfokus kepada Vira.


Lalu Luis langsung menyuruh Vira untuk memakan makanan yang sudah mereka pesan, dari tadi Vira terus fokus pada laptop miliknya sampai lupa dengan makanan yang sudah tersedia di atas meja.


"Terimakasih Pak Luis," ucap Vira yang merasa tidak enak karena selama ini Luis sering mengajaknya makan siang.


"Sama-sama, ayo cepat di makan nanti makanannya ke buru dingin." Ucap Luis.


Luis dan Vira pun mulai memakan makanan milik mereka, suasana pun mulai berubah menjadi lebih hangat.


Luis dan Vira mulai kembali mengobrol tentang diri mereka satu sama lain, bahkan Luis merasa lebih nyaman mengobrol dengan Vira ketimbang dengan istrinya sendiri.


"Kemana sih kau, Mas. Aku dari tadi menunggu mu, tapi kau bahkan tidak datang berkunjung sama sekali." Ucap Vina yang mulai kesal.


Vina pun memutuskan untuk keluar dari rumah sakit, dan segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah para pelayan langsung menyambut Vina.


"Siapkan air hangat untuk ku, aku ingin mandi. Dan satu lagi, siapkan juga beberapa pakaian untuk ku. Aku ingin menginap di rumah orang tua ku selama 3 hari," ucap Vina kepada para pelayan yang ada di rumah nya.


Para pelayan langsung menuruti perintah dari Vina, wanita itu juga meminta mereka untuk menyiapkan pakaian milik Anggun dan kebutuhan anak itu karena Vina harus membawa Anggun.


Setelah semuanya siap, Vina langsung bergegas pergi ke rumah Sinta dan juga Wisnu.


Di samping Vina sudah ada pengasuh Anggun yang ikut pergi ke rumah Sinta, "Nyonya, apa tidak apa-apa anda pergi dari rumah sakit? Kondisi anda mungkin saja belum membaik," ucap pengasuh yang mengkhawatirkan kesehatan Vina.


"Kondisi ku sudah sehat," ucap Vina.

__ADS_1


Di saat Vina tengah melihat ke jalanan kota, tiba-tiba handphone miliknya berbunyi dan rupanya itu Maria.


"Hallo, Ma. Ada apa?"


"Kamu kemana sayang? Mama tadi dapat kabar dari pelayan jika kamu pergi bersama Anggun."


"Aku mau pergi ke rumah Mama Sinta, aku sudah lama tidak mengunjunginya."


"Begitu yah, tapi kenapa harus hari ini. Kau baru saja keluar dari rumah sakit."


"Kondisi ku sudah membaik kok Ma, jadi Mama gak perlu khawatir."


"Baiklah, tapi jika terjadi apa-apa kau harus hubungi Mama."


"Baik Ma, kalau begitu aku tutup dulu."


"Iya sayang."


Vina langsung mematikan panggilan dari Maria, bagi Vina wanita itu sangatlah cerewet tapi meski begitu Vina sangat bersyukur karena Maria sangat memanjakan nya dan juga selalu membela nya.


Sesampainya di rumah Sinta, Vina langsung masuk ke dalam rumah. Para pelayan nampak terkejut saat melihat Vina tiba-tiba datang tanpa memberitahukan dulu kepada orang-orang yang ada di rumah.


"Dimana Mama?" tanya Vina kepada seorang pelayan.


"Nyonya ada di kamar," jawabnya.


Lalu Vina langsung berjalan masuk ke dalam kamar Sinta, ia melihat Sinta tengah duduk dengan tangan yang sedang menggendong seorang bayi.


"Ma?" Panggil Vina dengan raut wajah bingung.


Sinta langsung melihat ke arah sumber suara dengan mata yang membuka sempurna, kedatangan Vina yang secara tiba-tiba membuat Sinta terkejut terlebih lagi saat ini ia sedang mengurus Rafael.

__ADS_1


"Bayi siapa itu?" tanya Vina dengan raut wajah yang bingung dan heran.


__ADS_2