Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 33


__ADS_3

Kematian Sinta dan Wisnu yang secara bersamaan pun menjadi pusat perhatian media, terlebih lagi mereka berdua merupakan seorang pengusaha dan juga mertua dari Luis, pria yang memiliki kedudukan tinggi di dunia bisnis.


Bahkan kematian Sinta dan Wisnu pun menjadi bahan perbincangan di media, untuk saat ini jenazah Sinta dan Wisnu belum di makamkan karena masih banyak orang-orang yang datang untuk mendoakan dan melihat mereka berdua. Acara pemakaman pun sudah di jadwalkan pukul 14.00 WIB, sementara sekarang masih menunjukkan pukul 10.00 WIB.


Vina yang merupakan anak tunggal dari Sinta dan Wisnu pun nampak di datangi oleh sahabat-sahabat kedua orang tuanya hanya sekedar untuk mengucapkan bela sungkawa.


Luis yang melihat hal itu hanya bisa diam, ia masih tidak menyangka jika kematian kedua mertuanya bisa berbarengan seperti ini.


Di saat semuanya tengah sedih dengan kematian Wisnu dan Sinta.


Tiba-tiba sosok wanita datang yang membuat semua orang tertuju pada sosoknya, Vina yang melihat hal itu langsung membulatkan matanya.


"Vira." Nama itu tiba-tiba keluar dari mulut Vina saat melihat sosok Vira dengan busana hitam muncul di pemakaman kedua orang tuanya.


Vira berjalan tanpa menghiraukan pandangan semua orang, ia sudah tidak memiliki kedua orang tua dan Vira pun sudah tidak peduli lagi dengan perkataan Vina.


Karena yang ia pedulikan sekarang ada keinginannya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya sebelum jenazah mereka di makamkan.


"Mama... Ayah.." Ucap Vira dengan mata yang berkaca-kaca.


Ini terakhir kalinya ia melihat kedua orangtuanya, Vira bisa melihat jenazah ayahnya yang sudah terbungkus rapi oleh kain kafan. Perasaan sedih dan kacau terus menyelimuti benak Vira, kematian kedua orang tuanya yang sangat mendadak seperti sebuah mimpi buruk bagi Vira.


Luis yang melihat Vira datang ke pemakaman mertuanya hanya bisa terdiam, hingga tiba-tiba Vina menghampiri Vira yang membuat Luis tersadar dari lamunannya.


"Apa yang sedang kau lakukan!" ucap Vina dengan nada pelan.

__ADS_1


Vira hanya diam dengan mata yang berkaca-kaca, ia tidak bisa menyembunyikan perasaan sedih atas kehilangan kedua orang tuanya.


"Sebaiknya kau pergi dari sini, apa kau lupa dengan apa yang telah kita sepakati. Jika kau akan pergi dari kehidupan ku!?" ucap Vina dengan nada pelan karena ia tidak ingin sampai orang tahu apa yang sedang mereka bicarakan.


Kedatangan Vira menjadi pusat perhatian semua orang, wajahnya yang mirip dengan Vina membuat semua orang mulai menebak jika wanita itu adalah kembaran Vina. Tapi di sisi lain mereka juga mulai bertanya kenapa Sinta dan Wisnu hanya memperkenalkan satu orang anak jika mereka memiliki dua orang anak.


Vina langsung menarik tangan Vira dan membawanya masuk ke dalam sebuah ruangan.


"Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila!" ucap Vina dengan nada memaki, ia tidak habis pikir jika Vira berani menampakkan dirinya di depan semua orang.


"Apa yang salah?" tanya Vira dengan tatapan mata yang masih sendu.


"Apa yang salah kau bilang? Tentu saja ini salah, semua orang hanya tahu jika aku adalah putri Ayah dan Mama, tapi sekarang kau muncul secara tiba-tiba. Bagaimana tanggapan semua orang, apa kau ingin membuat nama baik Ayah tercemar?!" ucap Vina yang tengah membicarakan hal yang tidak masuk akal.


"Alasan! Aku tahu alasan mu datang ke sini, kau pasti ingin di ketahui oleh semua orang jika kau juga putri dari Ayah dan Mama agar kau juga bisa mendapatkan harta warisan mereka berdua." Ucap Vina yang menebak kedatangan Vira secara mendadak.


"Apa kau pikir aku se serakah itu? Aku tidak peduli dengan warisan. Kau bisa ambil semua itu! Yang aku inginkan sekarang hanya ingin melihat kedua orang tua ku untuk terakhir kalinya." Ucap Vira dengan nada sedikit tinggi.


Lalu Vira hendak pergi tapi Vina langsung menghalangi wanita itu, "Mau kemana kau?" tanya Vina.


"Aku ingin melihat jenazah kedua orang tuanya ku," jawab Vira yang sudah sedikit kesal dengan sikap kekanak-kanakan Vina.


"Apa kau kira aku mengizinkan mu? Sebaiknya kau pergi dari sini, kau bahkan tidak di terima di tempat ini." Ucap Vina yang langsung mengusir Vira.


Tapi kini Vira bukan wanita yang dulu, ia tidak peduli lagi dengan gertakan dan ancaman Vina.

__ADS_1


"Aku tidak membutuhkan izin darimu." Jawab Vira dengan tegas.


"Kenapa kau sangat egois, aku hidup dalam belenggu penyakit sementara kau memiliki tubuh yang sehat. Tapi kini kau hanya memikirkan dirimu sendiri tanpa memikirkan diri ku," ucap Vina dengan mata yang berkaca-kaca, ia langsung kembali membicarakan penyakitnya kepada Vira.


Tapi kini Vira hanya menatap datar wanita di depannya, tidak ada rasa simpati lagi seperti dulu.


"Aku tidak peduli meski kau penyakitan sekali pun," ucap Vira.


Lalu Vina langsung terdiam, "Kau sangat egois!" Teriak Vina yang tengah memegangi dadanya.


"Aku egois? Yang selama ini egois itu kau! Kau lah yang egois, kau hanya memikirkan dirimu sendiri, kau menjadikan penyakit mu sebagai ancaman untuk ku dan juga kedua orang tau kita. Kau bahkan meminta mereka untuk tidak mempublish ku ke publik dan kau masih bilang aku yang egois? Tapi pada kenyataannya lah kau yang egois," ucap Vira dengan tatapan mata yang menatap kesal ke arah Vina.


Ia tidak habis pikir dengan sikap Vina yang masih memikirkan dirinya di keadaan seperti ini.


Vina yang kesal langsung memegangi dadanya dan terjatuh ke lantai, ia kini tengah menahan sakit karena penyakit jantung nya.


Tapi Vira hanya diam dan tidak panik sedikit pun saat melihat keadaan Vina seperti ini, lalu Vira pun berjalan mendekati Vina.


Ia lalu berjongkok dan mendekatkan mulutnya pada telinga Vina.


"Apa kau ingin tahu apa yang bisa membuat penyakit jantung mu kumat semakin parah?" ucap Vira berbisik di telinga Vina.


Wanita itu terdiam sesaat, lalu Vira kembali melanjutkan perkataannya.


"Aku telah memiliki seorang bayi laki-laki, dan kau bisa tebak siapa ayahnya? Luis lah ayahnya."

__ADS_1


__ADS_2