Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 27


__ADS_3

Luis yang baru pulang dari rumah Vira, mulai membuka pintu kamar tidurnya di saat pintu terbuka Luis terkejut ketika melihat sosok Vina sudah berdiam diri di dalam kamarnya.


"Darimana saja kau, Mas?" tanya Vina yang langsung mengintrogasi Luis.


"Aku kerja lembur di kantor," jawab Luis dengan mata yang tidak melihat ke arah Vina.


"Lembur di kantor? Aku sudah menelpon ke kantor mu tapi mereka bilang jika kau tidak ada di sana, kau jangan bohong yah Mas!" ucap Vina yang kesal melihat Luis telah berbohong kepadanya.


"Vina, aku lelah dan sekarang aku ingin beristirahat. Sebaiknya kau jangan mencari masalah baru lagi," ucap Luis dengan nada sedikit tinggi.


"Aku bukan mencari masalah, aku hanya mengkhawatirkan mu. Kau tahukan, jika aku sangat mencintai." Ucap Vina yang langsung memeluk tubuh Luis dari belakang.


"Sebaiknya kau segera tidur, aku mau mandi dulu." Ucap Luis yang melepaskan tangan Vina yang tengah memeluknya.


Vina terdiam saat melihat kepergian Luis yang menghilang di balik pintu kamar mandi, Vina hanya bisa menghela nafas panjang. Ia kembali menenangkan dirinya, lalu Vina langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang Luis.


Setiap malam Vina selalu membayangkan malam indah bersama dengan Luis, ia ingin sekali merasakan kenikmatan bersama dengan Luis. Tapi pria itu belum mengajaknya untuk menikmati malam indah bersama, meski begitu Vina tidak akan pernah menyerah.


Ia mulai mengganti pakaiannya dengan pakaian yang seksi yang hampir memperlihatkan lekuk tubuhnya, di saat Luis keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama ia terkejut saat melihat Vina yang sudah menggunakan pakaian seksi tengah duduk di atas ranjang.


"Sebaiknya kau gunakan pakaian yang benar, nanti kau masuk angin." Ucap Luis yang mengambil remote AC dan langsung menurun suhu AC yang membuat ruangan semakin dingin.


Lalu Luis langsung naik ke atas ranjang dengan selimut yang menutupi sampai ke leher, Vina yang tengah menggunakan pakaian seksi pun mulai merasakan dingin dari suhu AC yang telah di turunkan oleh Luis.


Vina yang tidak ingin sakit pun terpaksa kembali menggunakan pakaian yang tertutup, karena saat ia ingin menaikkan suhu AC Luis melarangnya.


Dengan tangan yang memeluk tubuh Luis, Vina mulai terlelap dalam tidurnya. Meski tidak bisa bercinta dengan Luis, setidaknya ia bisa memeluk suaminya sepanjang malam.

__ADS_1


Vina mulai membuka matanya tapi ia sudah tidak menemukan keberadaan Luis, hawa dingin mulai menyapu pori-pori kulitnya. Vina pun merasakan badannya perasa panas dingin, "Mungkin aku meriang," ucap Vina yang menyadari jika dirinya sakit.


Ini semua ulah Luis yang malah menurunkan suhu AC, yang membuat Vina kedinginan sepanjang malam.


Vina mulai masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi air hangat, untungnya kamar mandinya sudah di sediakan alat untuk mandi air panas.


Di atas lantai kamar mandi Vina melihat celana Luis yang tergeletak dan tidak di simpan di tempat cucian, Vina yang malas langsung memungutnya tapi tiba-tiba sebuah kertas jatuh dari saku celana Luis.


Vina yang malas pun langsung memungut kertas itu, tapi Vina terdiam saat melihat struk belanja. Yang membuat Vina kaget Luis membeli baju bayi laki-laki dengan harga Rp. 950.000, lalu Vina langsung menggeledah saku celana Luis yang lain dan benar saja ada struk belanja daging sapi dan telur.


Vina yang marah langsung keluar dari kamar mandi, ia segera mencari keberadaan Luis.


"Dimana suami ku?" tanya Vina dengan raut wajah marah.


"Tuan sudah berangkat bekerja, Nyonya." jawab Pelayan itu dengan ekspresi yang takut saat melihat Vina yang tengah marah.


Vina yang kesal hanya bisa melampiaskan semuanya pada para pelayan, lalu ia melihat Maria datang. Vina langsung memegangi dadanya dan membuat semua orang yang ada di rumah langsung panik ketika melihat Vina yang jatuh pingsan.


"Nyonya Vina tiba-tiba pingsan ketika mengetahui jika Tuan sudah pergi," jawab pelayan itu.


"Bagaimana bisa? Apa yang sebenarnya terjadi? Cepat panggil supir dan bawa Vina ke rumah sakit, kita harus cepat jika tidak nyawa Vina bisa dalam bahaya." Ucap Maria yang panik.


Supir dan pelayan yang lain pun mulai membawa tubuh Vina ke dalam mobil, Maria dengan setia menemani menantunya yang tengah tak sadarkan diri.


"Cepat jalankan mobilnya!" Maki Maria yang kesal karena supir sangat lama menyalakan mesin mobilnya.


"Baik Nyonya,"

__ADS_1


Perlahan mobil yang membawa Vina pun mulai melaju dengan cepat menuju rumah sakit, sesampainya di sana Vina langsung di tangani oleh Dokter langganan yang sudah mengobati Vina sejak lama.


Setelah cukup lama menunggu Dokter yang menangani Vina pun keluar dari ruang pemeriksaan, Maria langsung bangkit dan menanyakan kondisi Vina.


"Kondisinya sekarang sudah membaik, tapi jika sampai telat membawanya ke rumah sakit mungkin nyawanya tidak akan tertolong lagi," ucap Dokter itu dengan ekspresi yang serius.


"Ya Tuhan," ucap Maria yang sedih sekaligus panik.


"Iya dan saya memberikan anda saran, jangan buat Nona Vina terkejut maupun banyak pikiran karena itu akan mempengaruhi kesehatannya." Ucap Dokter.


"Baik Dokter, apakah sekarang saya boleh menjenguk Vina?" tanya Maria.


"Boleh, lagi pula Nona Vina sekarang sudah siuman."


"Baik Dok, terimakasih."


Maria langsung masuk ke dalam ruang rawat Vina, ia melihat menantunya tengah berbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Vina, bagaimana keadaan mu sekarang? Apa kau lebih baik?" tanya Maria.


"Aku sekarang sudah mulai membaik, Ma. Terimakasih, sudah mengkhawatirkan ku." Ucap Vina dengan senyuman sendu.


"Sayang, coba ceritakan pada Mama. Apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana bisa tiba-tiba kau pingsan. Apa ada masalah?" tanya Maria.


"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Ma, aku menemukan struk belanja di celana Mas Luis, dan struk belanja itu bertuliskan jika Mas Luis telah membeli baju bayi laki-laki, terus ia juga membeli keperluan dapur lainnya. Di tambah lagi semalam Mas Luis pulang larut malam, apa jangan-jangan dia?" ucap Vina yang kembali menangis.


Maria yang mendengar hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir dengan pola pikir anaknya yang malah menyakiti dan menyia-nyiakan Vina.

__ADS_1


Lalu Vina juga memberikan struk belanja itu kepada Maria, dengan teliti Maria melihat struk belanjaan itu dan benar saja Luis sudah membeli baju bayi laki-laki.


"Ma, untuk siapa dia membeli baju bayi laki-laki? Apa Mas Luis punya anak dengan wanita lain karena merasa kecewa dengan anak ku karena anak ku seorang perempuan?"


__ADS_2