
Vira kembali mengunjungi perusahaan Luis untuk memberikan beberapa dokumen yang di minta oleh perusahaan pria itu, tadinya Vira ingin menyuruh Lia tapi asisten Luis meminta nya untuk datang sendiri ke perusahaan.
"Selamat siang, Pak Luis." Sapa Vira yang baru masuk ke ruangan Luis.
"Selamat siang juga Nona Elvira," jawab Luis yang langsung menyuruh Vira untuk duduk.
"Ini saya mengantarkan dokumen yang anda minta," ucap Vira yang ingin segera pulang.
"Terimakasih, maaf merepotkan mu." Ucap Luis dengan mata yang masih tertuju pada sosok Vira.
"Tidak apa-apa, kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Vira yang sudah ingin beranjak pergi.
Tapi Luis tidak akan membuat Vira pulang begitu saja dengan cepat, Luis langsung menyuruh Vira untuk duduk dan mengobrol sebentar tentang bisnis yang akan mereka jalankan meski sebenernya sudah tidak perlu ada lagi yang di bicarakan, tapi pria itu tetap mencari topik yang ingin ia bicarakan dengan Vira yang membuatnya harus berlama-lama bersama dengan Luis.
"Bagaimana jika kita mengobrol sambil makan?" ajak Luis.
"Emm.. Sepertinya tidak bisa, hari ini saya ada janji dengan anak saya." Ucap Vira karena hari ini ia akan mengajak Rafael untuk jalan-jalan di taman.
"Oke, baiklah."
Setelah itu Vira langsung pamit pergi meninggalkan perusahaan Luis, Vira langsung menelpon pengasuh Rafael untuk membawa putranya ke taman karena Vira akan menunggu Rafael di taman.
Tanpa Vira sadari jika Luis mengikuti wanita itu hingga ia sampai di taman, Luis bisa melihat Vira yang tengah duduk dan menunggu seseorang.
Mata Luis langsung tertuju pada seorang wanita yang membawa kereta bayi, nampak wajah Vira bahagia saat melihat seorang bayi yang berada di kereta bayi tersebut.
"Apakah itu anaknya?" ucap Luis dengan mata yang masih tertuju pada Vira.
Ia melihat Vira menggendong tubuh seorang bayi dan mengajaknya duduk di sebuah kursi yang langsung menghadap ke sebuah danau, kini Vira hanya berdua dengan anaknya.
Luis yang penasaran pun berjalan menghampiri Vira hingga wanita itu terkejut saat melihat Luis berada di sampingnya.
"Pak Luis?!" ucap Vira yang melihat kedatangan Luis.
"Nona Vira, kebetulan sekali kita bertemu lagi." Ucap Luis yang langsung duduk di samping Vira.
"Iya kebetulan sekali," ucap Vira.
"Dasar Luis sialan, memang nya ini suatu kebetulan. Aku tahu jika kau pasti mengikuti ku," pikir Vira.
__ADS_1
"Apa ini anakmu?" tanya Luis yang melihat seorang bayi di dalam gendongan Vira.
"Iya, ini putra ku." Jawab Vira dengan raut wajah tidak bisa yang membuat Luis sedikit terdiam.
"Apa dia laki-laki atau perempuan?" tanya Luis yang ingin tahu.
"Dia bayi laki-laki, namanya Rafael." Jawab Vira.
"Waw.. Nama yang indah, boleh ku gendong putramu?" tanya Luis.
"Emm.. Boleh, tapi hati-hati." Jawab Vira.
Luis dengan perlahan dan hati-hati menggendong Rafael, ia bisa melihat wajah tampan bayi di depan matanya itu. Tapi ada perasaan familiar di hatinya, setelah itu Luis kembali memberikan Rafael kepada Vira.
Di saat Luis dan Vira tengah mengobrol, Luis mencium aroma wangi parfum yang sangat ia kenali.
"Kau memakai parfum Coffe?" tanya Luis.
"Iya karena aku suka wangi itu," jawab Vira.
Vira yang menyadari jawabannya pun langsung terdiam, ia ingat Luis pernah bertanya seperti itu saat mereka melakukan hubungan intim waktu itu.
"Baiklah," jawab Luis.
Ia bisa melihat Vira berjalan dengan cepat dan sangat terburu-buru, Luis berpikir mungkin Vira sangat mencintai suaminya sampai takut terlambat menyambut kepulangan suaminya itu.
Luis mulai kembali duduk, ia merasa jika Vira adalah orang yang sangat tidak asing di hidupnya. Wajahnya yang mirip dengan Vina dan parfum yang ia gunakan sama persis dengan Vina yang tidur bersamanya di saat malah pertama.
Luis terus merasa penasaran dengan sosok Vira yang sangat mirip dengan Vina, tapi yang ia tahu jika Vina sama sekali tidak memiliki kembaran.
Lalu di saat Luis tengah terdiam dan merenung, ponselnya tiba-tiba berbunyi dan rupanya itu telpon dari seseorang yang ia suruh untuk mencari indentitas Vira.
"Apa kau sudah menemukan informasi yang ku inginkan?"
"Sudah, dan bagaimana jika kita bertemu?"
"Dimana?"
"Di cafe flora jln. x."
__ADS_1
"Baik, aku ke sana sekarang."
Luis langsung berjalan pergi menuju mobil miliknya yang terparkir tidak jauh dari taman, ia sangat ingin tahu informasi apa yang di dapatkan oleh orang itu.
Sesampainya di cafe yang di sebutkan, Luis berjalan ke meja nomor 8. Ia melihat sosok pria yang sudah menunggunya dari tadi.
"Mana informasi yang ku inginkan?" tanya Luis.
"Sesuai kesepakatan, bayaran ku 10 juta." Ucap Pria itu yang ingin mendapatkan bayarannya terlebih dahulu.
"Tentu, mana?!" tanya Luis yang mulai kesal.
"Aku ingin uangnya dulu baru ku berikan informasinya," ucap pria itu.
"Baiklah." Luis langsung mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening pria di depannya.
Pria itu nampak senang saat mendapatkannya sebuah notifikasi uang masuk ke rekeningnya.
"Ini informasi yang kau inginkan dan kau pasti suka dengan apa yang ku dapat." Ucap Pria itu dengan percaya dirinya.
Luis mulai membuka amplop coklat di depannya, ia membaca setiap informasi tentang Vira.
Mata Luis seketika membulat sempurna saat mengetahui informasi tentang wanita itu.
"Apa maksudnya ini?" tanya Luis.
"Apa?"
"Vira belum menikah tapi dia sudah memiliki seorang anak?" tanya Luis.
"Iya, bagaimana yah aku mengarahkannya. Wanita itu hamil di luar nikah," ucap Pria itu.
"Lalu pria brengsek mana yang telah menghamili wanita itu?" tanya Luis tanpa dia tahu jika pria brengsek yang ia sebutkan adalah dirinya sendiri.
"Aku tidak tahu karena tidak ada informasi tentang hal itu,"
"Lalu siapa kedua orang tuanya?" tanya Luis.
"Tidak ada informasi tentang hal itu," jawabnya.
__ADS_1
"Apa-apaan ini, aku membayar mu dengan mahal tapi hanya informasi seperti ini yang kau dapatkan? Bahkan anak buah ku bisa mencari informasi seperti ini." Maki Luis yang kesal.