
Luis kini terjebak dalam permainan yang di lakukan oleh Vina, setelah penyakit Vina di ketahui oleh orang-orang wanita itu sering masuk rumah sakit saat di bentak oleh Luis maupun saat Luis tengah bersama dengan seorang wanita yang hanya sekedar untuk membahas bisnis.
"Mama, apa kau pikir jika Vina sangat berlebihan akhir-akhir ini?" tanya Luis yang sudah mulai jengkel dengan sikap Vina.
"Apanya yang berlebihan, itu wajar karena Vina memiliki penyakit jantung yang harusnya bersikap baik itu kau! Kau harusnya bisa bersikap lebih lembut dan menghargai Vina terlebih dengan kondisinya saat ini," ucap Maria yang malah menyalahkan Luis.
Kesal dengan sikap Maria yang malah terus menyalahkannya Luis langsung bergegas pergi meninggalkan ibu kandungnya sendiri.
Vina yang melihat kepergian Luis pun memasang wajah sendu, ia langsung menarik tangan Luis.
"Mas, maafkan aku karena kondisi ku yang seperti ini kau menjadi sering di marahi oleh Mama," ucap Vina dengan mata yang berkaca-kaca.
Tapi Luis tidak menanggapi perkataan dari Vina, ia meminta Vina untuk melepaskan tangannya. Setelah itu Luis langsung berlalu pergi dengan punggung yang mulai menjauh dari hadapan Vina.
Maria yang melihat kesedihan Vina langsung menghibur menantunya, dan Vina hanya tersenyum tipis saat mendengar perkataan dari Maria.
Luis mulai melajukan mobilnya ke jalan kota yang padat oleh mobil-mobil, di sepanjang jalan Luis hanya bisa menahan amarah di hatinya. Ia ingin sekali mengusir Vina dari kehidupannya tapi pengaruh wanita itu tidaklah sedikit, ia bahkan bisa mengambil hati Maria yang membuat wanita paruh baya itu berada di pihaknya.
Di saat Luis tengah berada di dalam mobil, ia sekilas melihat wanita yang mirip dengan Vina tanpa pikir panjang Luis langsung menepikan mobilnya tepat di depan Vira.
Lalu Luis langsung keluar dari mobil dan menyapa Vira dengan sopan.
"Selama sore nona Vira, apa yang sedang anda lakukan?" tanya Luis yang hanya sekedar basa-basi.
"Selamat sore juga Pak Luis, seperti yang anda lihat saya sedang berjalan-jalan." ucap Vira.
"Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?" tanya Luis.
"Iya, aku mau sekalian pergi ke toko pakaian bayi." Ucap Vira.
"Bagaimana jika ku antar?" ucap Luis menawarkan tumpangan.
__ADS_1
"Tidak usah, saya tidak ingin merepotkan Anda Pak Luis." Ucap Vira yang ingin menolak secara halus.
"Jika saya menawarkan tumpangan berarti saya memang tidak merasa direpotkan," ucap Luis, perkataan Luis membuat Vira bingung harus menolak dengan cara apa lagi.
Dengan terpaksa Vira menyetujui ajakan Luis untuk mengantarkannya ke toko baju, di dalam mobil Vira hanya diam dan tidak ingin mengobrol sama sekali dengan Luis.
Entah kenapa perasaan aneh muncul di benak Vira, ia merasa gugup dan jantungnya terus berdetak kencang saat berada di samping Luis.
"Kau ingin membeli pakaian untuk Rafael?" tanya Luis.
"Iya," jawab Vira singkat.
Luis kembali diam dan fokus melihat jalan raya, entah kenapa ada perasaan senang di hati Luis. Vira memiliki wajah yang sama dengan Vina tapi ia memiliki sikap yang sangat berbeda jauh dari Vina, mungkin bagi Luis. Vira adalah kebalikan dari Vina.
Tapi tiba-tiba pikiran Luis langsung teringat dengan nama istrinya yang bahkan hampir sama dengan Vira.
"Nona Vira, nama asli mu apakah Elvira?" tanya Luis kembali memastikan jika ia tidak salah ingat.
Luis terdiam dengan ekspresi yang serius, "Apa jangan-jangan Vina memiliki kembaran karena ini bukan hanya sebuah kebetulan, bahkan wajah dan nama mereka sangat mirip."
Vira terdiam saat melihat ekspresi Luis yang nampak serius, tapi wanita itu tidak berani bertanya kepada Luis.
Sesampainya di toko pakaian bayi yang berada di pinggir jalan, Vira langsung turun dari mobil. Ia awalnya ingin berpamitan dan mengucapkan terimakasih tapi tanpa di sangka Luis juga ikut masuk ke dalam toko.
Vira terus memilih pakaian yang cocok untuk Rafael tapi Vira bingung karena semua pakaiannya sangat lucu.
"Bagaimana jika pakaian ini, motif nya sangat bagus untuk anak laki-laki." Ucap Luis dengan mata yang terpaku pada sebuh pakaian bayi laki-laki.
Vira langsung melihat pakaian yang Luis tunjuk dan benar saja pakaian nya sangat lucu dan pastinya akan cocok untuk Rafael.
"Baik, aku ambil yang ini." Ucap Vira yang mengambil pakaian itu.
__ADS_1
Tapi Luis kembali memberikan pakaian-pakaian bayi pilihannya untuk Rafael, ia memilih beberapa lembar pakaian yang menurutnya cocok untuk Rafael. Vira terdiam saat melihat pakaian yang di pilih oleh Luis untuk Rafael, entah kenapa Vira merasa sangat senang karena Luis adalah ayah kandung Rafael.
Kini Luis dan Vira berada di meja kasir, ia langsung memberikan barang belanjaan mereka untuk di cek harganya.
"Totalnya Rp. 950.000," ucap kasir tersebut.
Di saat Vira ingin membayar Luis langsung mengeluarkan kartu debit nya, "Pak Luis biar saya saja yang bayar karena ini barang belanjaan saya," ucap Vira.
"Tidak, saya yang memilih pakaian ini jadi biarkan saya yang bayar." Ucap Luis.
Vira terdiam dengan ekspresi yang sedikit senang, setelah itu kasir pun langsung memberikan struk belanjaannya kepada Luis dan Luis langsung memasukkannya ke dalam saku.
"Mari Nona Vira, biar saya antar pulang sekalian." Ucap Luis.
Vira pun langsung masuk ke dalam mobil bersama dengan Luis, "Terimakasih Pak Luis, anda telah membayarkan barang belanjaan saya." Ucap Vira dengan senyuman hangat dan lembut.
"Sama-sama, anggap saja itu hadiah dari ku untuk Rafael." Jawab Luis yang terdiam sesaat ketika melihat wajah Vira yang cantik terutama saat wanita itu tersenyum kepadanya.
"Nona Vira, apa anda lapar?" tanya Luis.
"Lumayan," jawab Vira.
"Bagaimana jika kita ke restoran untuk makan," ajak Luis.
"Tidak, tapi bagaimana sebagai tanda terimakasih saya ingin mengajak anda makan di rumah saya?" tanya Vira yang tiba-tiba kalimat itu seakan keluar dari mulutnya.
"Baiklah, saya terima ajakan anda dengan senang hati."
Vira langsung menyesali apa yang ia katakan, "Mulut sialan, apa yang telah kau katakan. Bagaimana bisa aku tiba-tiba malah mengajak pria itu untuk makan di rumah ku, tapi aku juga tidak mungkin tiba-tiba membatalkan ajakan itu."
Kini Vira hanya bisa tersenyum pasrah, ia pun mengajak Luis pergi ke rumahnya yang telah di berikan oleh Wisnu. Tapi sebelum itu Vira pergi ke supermarket terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan untuk dia masak nanti.
__ADS_1