
Luis kini berada di rumah Sabrina, ia mengatakan semua yang telah di lakukan Vina kepadanya.
Sabrina hanya duduk dengan tangan yang mengelus rambut pria itu, ada perasaan senang di hati Sabrina karena kini kebohongan Vina sudah di ketahui oleh Luis.
"Jadi, kau akan bercerai dengannya?"
"Tentu saja, aku tidak ingin menikah dengan wanita yang sudah membohongi ku bahkan ia mengandung anak orang lain dan mengaku jika itu anak ku!" Luis mempertegas kata-katanya, lalu ia bangkit dan mencium Sabrina.
"Ada apa? Apa kau ingin pelampiasan?" tanya Sabrina yang melihat kemarahan di mata Luis.
"Iya, aku menginginkan pelampiasan untuk melemahkan tubuh ku."
"Lakukanlah apa yang kau mau pada ku," bisik Sabrina dengan tangan yang membelai wajah Luis.
Luis langsung memeluk dan mencium Sabrina, tangannya mulai melucuti semua pakaian milik Sabrina.
Erangan dan ******* mulai terdengar jelas keluar dari mulut mungil Sabrina, keringat keduanya mulai bercucuran.
Luis beberapa kali mengeluarkan semua benih miliknya ke dalam tubuh Sabrina hingga keduanya tumbang dengan keringat yang bercucuran.
Luis melihat Sabrina tengah tertidur di atas sofa dengan selimut yang membalut seluruh tubuhnya. Sebuah senyuman muncul di wajah Luis, ia membelai wanita cantik yang kini menjadi teman tidur nya.
"Secepatnya aku akan menceraikan Vina dan aku akan melamar mu."
Brang..
Terdengar suara benda jatuh dari lantai dua, Luis yang penasaran pun mengecek lantai dua ia takut jika ada pencuri yang masuk ke rumah Sabrina.
__ADS_1
Luis melihat sebuah pintu terbuka dan ia yakin itu kamar Sabrina, perlahan Luis membuka pintu kamar. Tapi tatapan matanya tertuju pada beberapa bingkai foto yang tertata rapi dia atas dinding.
"Ini Vira!?" Luis melihat dengan teliti, ia yakin jika foto yang ada di depan matanya itu Vira, lalu Luis melihat sebuah album foto tua dan saat membuka nya. Luis melihat foto-foto keluarga Wisnu tapi kenapa semua foto-foto itu bisa ada di rumah Sabrina.
Di saat Luis tengah di landa kebingungan, sebuah dokumen tiba-tiba terjatuh dari rak buku. Luis melihat isi dokumen tersebut dan terdapat informasi mengenai operasi plastik, bahkan Luis bisa melihat wajah rusak yang sangat parah.
Mata Luis langsung membulat sempurna ia menyadari jika wanita yang memiliki wajah rusak itu Vira, Luis sangat mengenal wanita itu bahkan Luis melihat biodatanya dan benar saja itu Vira.
Lalu Luis melihat hasil operasi plastik dan itu adalah foto Sabrina, "A..pa yang sebenarnya terjadi? Bukankah Vira sudah meninggal?"
Luis terkejut dan juga bingung dengan keadaan yang kini ia hadapi, siapa sebenarnya Sabrina kenapa wanita itu bisa memiliki foto-foto keluarga Wisnu.
Di saat Luis masih berada dalam kebingungan, pintu kamar tiba-tiba terbuka secara perlahan.
Kini tatapan Luis tertuju pada sosok Sabrina yang baru datang dengan sebuah handuk menutupi tubuhnya.
Sabrina melihat ke arah dokumen yang di pegang oleh Luis, ia paham apa yang di katakan oleh Luis.
"Aku Vira, saudara kembar Vina."
Luis terdiam dengan senyuman aneh, ia merasa tidak percaya dengan perkataan wanita di depannya karena ia yakin jika Vira sudah meninggal.
"Tapi Vira sudah meninggal dan aku lihat mayatnya di masukkan ke dalam tanah!"
"Itu mayat orang lain, aku belum meninggal." Sabrina menjawab dengan tegas jika dirinya adalah Vira.
"Tapi bagaimana bisa? Jika kau Vira lalu kenapa dengan wajah mu?"
__ADS_1
"Vina merusak wajah ku dengan air keras, jadi aku memalsukan kematian ku dan menjalankan operasi plastik untuk mendapatkan identitas yang baru."
Sabrina berusaha untuk menjelaskannya semuanya kepada Luis, ia takut jika Luis tidak menerima kenyataan yang ada di depan matanya.
"Tapi kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya kepada ku?"
"Aku takut jika kau tidak percaya jika aku adalah Vira." Sabrina mengalihkan pandangannya, tatapan sendu mulai terlihat di kedua matanya.
Tapi sebuah tangan langsung memeluk Sabrina dengan erat, perasaan hangat dan nyaman ia rasakan saat Luis memeluknya.
"Aku sangat senang jika kau masih hidup, dari awal aku bertemu dengan mu. Aku merasa jika kau tidak asing dan sekarang aku telah tahu alasannya karena kau adalah Vira, wanita yang sangat ku cintai."
Sabrina langsung membalas pelukan Luis, tangisan tidak bisa ia tahan lagi. Tangan Luis nampak mengelus rambut wanita di depannya.
"Luis, ada yang ingin aku katakan kepada mu." Sabrina mulai menghela nafas, ia ingin mengungkapkan semua yang terjadi dan siapa yang telah melakukan hubungan dengan pria itu saat malam pertama.
"Apa itu?"
"Yang melakukan hubungan malam pertama dengan mu bukanlah Vina tapi aku, aku menggantikan Vina untuk berhubungan denganmu karena dia.." Tapi sebelum Sabrina menyelesaikan perkataannya, Luis langsung menutup mulut wanita itu dengan jari.
"Aku tahu itu, dari awal kita bertemu aku sudah tahu dan aku sudah yakin jika yang bersama ku pada malam itu adalah kau."
Sabrina terdiam dengan mata yang berkaca-kaca, ia tidak percaya jika Luis bisa mengenalinya.
"Tapi kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya? Lalu kenapa kau tidak langsung mengusir Vina."
"Semua itu tidak mudah, tapi yang terpenting sekarang aku sudah bersama mu."
__ADS_1