Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 8


__ADS_3

"Dokter, bagaimana keadaan menantu saya? Dan bagaimana bayinya?" tanya Maria yang spontan langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Operasinya berjalan lancar dan Bu Vina pun dalam keadaan baik. Dan untuk bayinya pun sangat baik meski ia lahir secara prematur," ucap Dokter yang sudah di suap oleh Vina agar mengatakan jika bayinya lahir secara prematur.


"Syukurlah, lalu apa jenis kelamin cucu saya?" tanya Sinta.


"Bayi nya perempuan dan sangat cantik," jawab Dokter.


Maria, Steven, Sinta dan Wisnu langsung bernafas lega saat mendengar hal itu. Tadinya mereka ingin segera melihat keadaan Vina tapi Dokter melarangnya karena pasien harus segera beristirahat, Maria dengan hati yang senang langsung memberikan kabar kepada Luis tapi handphone pria itu masih belum aktif.


Vina yang kini sudah sadar dari operasi langsung melihat ke sekeliling, ia melihat kedua orangtuanya dan juga mertuanya tapi Vina tersenyum hambar dan kecewa saat menyadari jika Luis tidak ada.


"Bagaimana keadaanmu, apa kau masih merasa sakit?" tanya Maria yang berjalan mendekat ke arah Vina.


"Keadaan ku sudah membaik hanya masih terasa sedikit sakit bekas operasi," jawab Vina.


"Apa kau ingin melihat bayimu?" tanya Sinta.


"Iya, apa jenis kelamin anak ku?" tanya Vina.


"Bayimu perempuan dan sangat cantik," jawab Sinta yang berjalan mengambil bayi Vina.


Dengan perlahan Sinta memberikan bayi tersebut ke pangkuan Vina, senyuman kebahagiaan terukir jelas di wajah Vina.


"Dimana Mas Luis? Apa dia sudah tahu jika aku sudah melahirkan?" tanya Vina dengan penuh harap.


Keempat orang itu saling menatap satu sama lain seakan tidak tega mengatakan yang sebenarnya jika Luis sama sekali tidak peduli dengan keadaan Vina.


"Luis sedang ada urusan yang mendadak di luar kota, tapi ia menitipkan pesan jika dia sangat senang saat mengetahui jika kau sedang melahirkan," ucap Maria bohong.


Vina tersenyum tipis dan berusaha tetap senang, "Ma, tolong.." Pinta Vina dengan tangan yang menyerahkan bayinya ke Sinta.


"Aku ingin istirahat dulu," ucap Vina yang kembali membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.


"Baiklah."


Keempat orang itu mulai pergi meninggalkan Vina sendirian di dalam kamar, setelah kamarnya sepi Vina mulai menangis mengingat sikap Luis yang sangat dingin kepadanya.

__ADS_1


Jika saja ia berjodoh dengan pria yang menghamilinya mungkin kehidupannya tidak akan se menyedihkan ini.


"Kenapa kau pergi? Kenapa kau malah pergi dan meninggalkan ku bersama dengan anak kita. Kenapa kau tidak ingin berjuang sedikit saja untuk ku, kenapa kau malah menyerah begitu saja," ucap Vina di tengah rasa kecewa yang melanda hatinya.


Di saat Vina tengah memejamkan mata, suara pintu terbuka terdengar ke telinganya. Seorang pria mulai masuk ke dalam kamar, Vina langsung membuka matanya dan melihat siapa orang yang menganggu istirahatnya.


"Mas, kau datang," ucap Vina dengan senyuman yang merekah di wajahnya.


"Iya, kau melahirkan anak perempuan?" tanya Luis memastikan.


"Iya dan anak kita sangat cantik," jawab Vina dengan raut wajah senang.


Tapi tidak ada raut wajah bahagia yang Luis tunjukkan pria itu masih menatap dingin ke arah Vina, "Kenapa kau melahirkan anak perempuan?" Pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Luis yang membuat Vina terdiam dengan perasaan yang hancur.


"Memangnya kenapa?" tanya Vina dengan mata yang tertuju pada suaminya.


"Aku menginginkan anak laki-laki yang cocok untuk menjadi penerus ku bukan anak perempuan dan lagi anak itu sama sekali tidak mirip dengan ku," jawab Luis yang masih menatap di gin ke arah Vina.


Deg...


Jantung Vina langsung berdetak kencang seakan hendak melompat dari tempatnya saat mendengar perkataan dari Luis. "Itu wajar karena ia anak perempuan dan lebih mirip kepada ku," jawab Vina berusaha untuk menutupi rasa gugupnya.


"Iya Mas," jawab Vina kembali meyakinkan Luis.


"Kau beristirahatlah, aku masih ada urusan yang harus ku urus," ucap Luis yang kembali pergi meninggalkan Vina.


"Tapi Mas, kau baru datang. Apa kau yakin ingin pergi lagi dan aku baru saja melahirkan, apa boleh kau tinggal di sini lebih lama lagi?" tanya Vina dengan mata yang penuh harap.


Luis hanya melihat Vina sekilas tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya, pria itu langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan keadaan Vina sama sekali.


Untuk kedua kalinya Vina di kecewakan oleh sikap Luis, memang dari awal pernikahan tidak ada cinta untuk nya dari Luis.


Bahkan selama beberapa bulan menikah pria itu sama sekali tidak pernah mengizinkannya untuk tidur bersama dan masuk ke dalam kamarnya.


"Aku di tinggalkan oleh orang yang ku cintai dan menikah dengan pria yang sama sekali tidak mencintai ku," ucap Vina dengan mata yang berkaca-kaca.


*

__ADS_1


*


Satria berjalan mondar-mandir, ia masih khawatir dengan keadaan Vira yang belum selesai melakukan operasi.


Tapi pikirannya pun kembali teringat akan ucapan karyawan wanita itu yang mengatakan jika Vira hamil di luar nikah.


Hingga Dokter yang melakukan operasi kepada Vira pun langsung keluar dari ruang operasi.


"Dokter, bagaimana keadaan pasien? Apa pasien dan bayinya selamat?" tanya Satria.


"Syukurlah keduanya selamat tapi karena bayinya lahir secara prematur jadi harus berada di inkubator selama 1 minggu," jawab Dokter.


Satria hanya bisa menghela nafas lega, lalu ia langsung melihat ke arah karyawan Vira.


"Kalian jaga Nona Vira, saya harus pulang karena masih ada urusan," ucap Satria.


"Baik, terimakasih Pak Satria sudah menolong Bu Vira," ucap mereka berdua dengan senyuman di wajahnya.


"Sama-sama."


Satria langsung pergi begitu saja, ia tidak bisa menunggu Vira siuman karena masih ada beberapa urusan yang harus ia kerjakan.


Vira mulai membuka matanya, ia melihat kedua karyawannya tengah duduk dan menunggu dirinya.


"Apa yang terjadi?" tanya Vira yang bangun dari komanya.


"Bu Vira, anda sudah sadar? Syukurlah," ucap Nila dengan kaki yang berjalan ke arah Vira.


"Iya," ucap Vira dengan tangan yang meraba perutnya tapi Vira langsung membulat saat menyadari jika perutnya sudah datar. "Bayi ku? Kemana bayi ku?" tanya Vira dengan ekspresi yang panik.


"Bu tenang dulu, bayi anda baik-baik saja. Sekarang ia sedang berada di inkubator," jelas Nila kepada Vira.


Vira pun bernafas dengan lega saat mendengar penjelasan dari Nila, ia mulai mengingat apa yang terjadi kepadanya.


"Siapa yang membawa saya ke rumah saki?" tanya Vira.


"Pak Satria yang membawa anda ke rumah sakit, saat itu anda tergelincir dan mengalami pendarahan," jelas Nila.

__ADS_1


Vira terdiam, "Lalu dimana Pak Satria sekarang?" tanya Vira yang ingin mengucapkan terimakasih.


"Pak Satria sudah pergi dan anda sudah koma selama 1 Minggu."


__ADS_2