
Kini Luis tengah berhadapan dengan Vina, ia langsung membicarakan inti dari pertemuannya kali ini.
"Vina, setelah apa yang kau lakukan. Aku akan menceraikan mu."
Vina hanya diam, matanya mulai berkaca-kaca tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena semuanya memang salahnya.
"Dan aku akan memberikan uang untukmu, anggap saja itu hadiah dari ku."
Luis langsung memberikan surat cerai yang harus di tanda tangani oleh Vina, "Apa kau tidak bisa memberikan kesempatan untuk ku? Sekali saja?"
Luis langsung menggelengkan kepalanya, "Tidak bisa, dan sebaiknya kau tanda tangani segera."
Vina dengan air mata yang berlinang langsung menandatangani surat cerai tersebut, tanpa melihat ke arah Luis. Vina langsung pergi begitu saja, hatinya sangat hancur yang ia inginkan adalah sebuah kebahagiaan tapi entah kenapa Tuhan selalu tidak memberikan apa yang ia inginkan.
Vina kini berjalan ke sebuah taman, ia terus menangis dan tidak bisa menahan air matanya.
Hingga seorang pria datang menghampiri Vina, "Vina." Panggil Satria.
__ADS_1
Suara Satria langsung membuat Vina melihat ke arah pria itu, dengan cepat Vina menghapus air matanya.
"Jangan menangis." Pinta Satria yang duduk bersimpuh dan menyetarakan tingginya dengan Vina.
Vina menangis, ia tidak bisa menyembunyikan rasa sedih di hatinya. "Yang ku inginkan hanyalah sebuah kebahagiaan tapi kenapa aku tidak bisa mendapatkannya! Dan aku hanya ingin di cintai, tapi kenapa aku tidak pernah mendapat itu!"
Satria langsung memeluk Vina, "Maafkan aku yang membuat mu menderita selama ini, meski begitu aku sangat mencintaimu, Vina."
Mendengar kata cinta yang di lontarkan oleh Satria, membuat Vina melepaskan pelukan dari pria itu.
"Kau bohong! Kau tidak pernah mencintai ku, jika kau mencintaiku kenapa selama ini kau malah pergi menghilang dari kehidupan ku!"
Vina hanya diam, dari dulu ia memang mencintai Satria. Cinta pertamanya dan pria yang sudah merenggut kesuciannya.
"Beri aku kesempatan lagi, Vina. Aku berjanji akan membuat mu bahagia. Aku akan menjadi suami yang baik untuk mu dan menjadi ayah yang baik untuk anak kita, aku berjanji." Satria memeluk Vina, ia tidak ingin lagi melepaskan wanita itu.
Di hati Satria ia sangat mencintai Vina, tapi rasa bersalah juga menghantuinya karena ulahnya Vina kini menjadi wanita yang jahat dan kejam.
__ADS_1
"Kenapa kau masih mencintai ku?" tanya Vina dengan mata yang berkaca-kaca, ia tahu bagaimana orang-orang membencinya tapi kenapa Satria masih mau mencintainya.
"Karena kau wanita yang baik di mata ku," ucap Satria dengan tangan yang membelai pipi Vina.
"Baik?" Vina tertawa hambar saat mendengar pujian itu. "Aku yang membunuh kedua orang tua ku, aku bahkan yang mencelakai Vira dan aku selalu berbuat kasar kepada Anggun! Kau masih mau mengatakan jika aku baik?"
Satria terdiam saat mendengar hal itu, lalu ia menghela nafas. "Aku tahu kau wanita yang baik saat pertama kita bertemu, dan yang membuat mu melakukan semua itu adalah kesalahan ku. Jika saja dulu aku tidak pergi meninggalkan mu begitu saja, aku yakin kau tidak akan melakukan hal itu. Dan satu lagi, aku tidak peduli dengan kejahatan yang kau lakukan dan aku juga tidak akan melaporkan ke polisi. Jadi kita simpan rahasia ini berdua karena aku tidak ingin melihat mu di penjara."
Vina tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, ia tidak percaya jika Satria mau menerima dirinya apa adanya.
"Sekarang kita ke rumah sakit untuk menjemput Anggun. Dan kita akan memulai hidup yang baru, hanya bertiga. Aku, kau dan anak kita."
Satria langsung menarik tangan Vina dan merangkul pundaknya, lalu Satria mengajak Vina untuk pergi bersama dengannya.
**
*Author tahu, pasti banyak dari kalian yang kecewa karena Vina tidak di hukum atas kejahatannya.
__ADS_1
Tapi author melakukan hal itu karena apa yang di lakukan Vina karena dirinya hanya ingin bahagia meski dengan cara yang salah. Ia ingin merasakan rasanya di cintai karena selama ini cinta nya kepada Luis bertepuk sebelah tangan.
Apa di sini ada yang cintanya bertepuk sebelah tangan* :(