
Vina kini hanya bisa diam dengan perasaan yang bingung, ia mulai berpikir rencana apa yang harus ia lakukan sekarang.
Tiba-tiba sebuah rencana mulai tersusun di otak kecilnya, Vina mulai mengambil handphone miliknya dan menelpon seseorang. Setelah selesai menelpon sebuah senyuman tiba-tiba terukir jelas di wajah Vina.
Wisnu kini berada di rumah sakit, ia masih menunggu kabar dari Dokter yang menangani Sinta. Dan untuk kecelakaan Sinta, Wisnu tidak memberitahukan kepada Vira karena ia tidak ingin membuat Vira semakin tertekan setelah kecelakaan yang menimpa Rafael.
Dokter yang menangani Sinta pun keluar dari ruang rawat, "Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Wisnu dengan perasaan yang campur aduk.
"Keadaan istri anda sekarang sudah mulai stabil tapi beliau masih belum sadarkan diri," ucap Dokter menjelaskan kondisi Sinta.
"Syukurlah, apa saya boleh bertemu dengan istri saya?" Pinta Wisnu dengan penuh harap.
"Silahkan, tapi jangan lama-lama karena pasien harus beristirahat."
"Baik Dok, terimakasih."
Wisnu langsung masuk ke ruang rawat istrinya, perasaan sedih langsung menyelimuti dirinya tak kala melihat kondisi wanita yang ia cintai.
"Sayang, maafkan aku. Jika aku bisa mendidik Vina dengan baik mungkin kau tidak akan pernah mengalami hal seperti ini," ucap Wisnu dengan mata yang berkaca-kaca, rasa bersalah seakan menghantuinya.
Wisnu hanya bisa menyesali apa yang telah ia lakukan, di saat Wisnu tengah berada di ruang rawat Sinta. Tiba-tiba ada seorang dokter yang masuk, tapi Wisnu sama sekali belum pernah melihat Dokter tersebut.
"Pak Wisnu, anda bisa keluar karena sekarang waktunya saya memeriksa kembali kondisi Bu Sinta." Ucap Dokter itu dengan berjalan dan melihat koneksi Sinta.
"Anda siapa? Lalu dimana dokter yang sebelumnya?" tanya Wisnu heran.
"Dokter Indra sedang menangani operasi jadi saya menggantikan Dokter Indra untuk memeriksa kondisi Bu Sinta," jelas Dokter, lalu Dokter itu langsung menyuruh Wisnu untuk segera keluar dari ruang rawat.
Di saat tengah menunggu tiba-tiba seseorang dari perusahaannya menelpon dan menyuruh Wisnu untuk cepat datang karena ada urusan yang mendadak dan harus segera di selesaikan.
Wisnu dengan berat hati harus pergi meninggalkan Sinta sendirian di rumah sakit, lalu Wisnu segera mengemudikan mobilnya menuju perusahaan miliknya.
Di tengah perjalanan pergi ke perusahaan, entah kenapa jalan yang sering di lalui oleh Wisnu mengalami perbaikan. Ia dengan terpaksa harus putar arah dengan menggunakan jalanan hutan yang sepi dan juga jauh.
Di saat Wisnu tengah mengemudikan mobil, tiba-tiba ada telpon dari pihak rumah sakit.
"Hallo dengan suami Ibu Sinta?"
__ADS_1
"Iya saya sendiri, ada apa yah?"
"Mohon maaf Pak, kami mengabarkan jika Bu Sinta telah meninggal dunia."
Wisnu terdiam dengan mata yang membulat sempurna.
"Bagaimana bisa istri saya meninggal, bukankah keadaannya sudah membaik?"
"Mohon maaf Pak, Pak Wisnu bisa segera datang ke rumah sakit. Dan kami turut berdukacita."
Wisnu langsung memberhentikan mobilnya, ia menangis sejadi-jadinya. Wanita yang sudah menemaninya bertahun-tahun kini telah tiada.
"Vina, ini semua gara-gara kau!?" ucap Wisnu yang kesal.
Di saat Wisnu hendak memutar balik mobilnya tiba-tiba sebuah mobil truk dari arah lain melaju kencang dan menabrak mobil Wisnu hingga mobilnya terseret beberapa meter.
Kini mobil milik Wisnu sudah tidak berbentuk lagi dengan tubuhnya yang berlumuran darah, suara nafas Wisnu yang terengah-engah terdengar seperti sedang dalam keadaan sekarat.
Orang yang berada di mobil truk pun mulai turun dan melihat keadaan Wisnu, tapi bukannya menolong pria itu langsung menghantam kepala Wisnu dengan sebuah besi panjang yang membuat pria itu tewas seketika.
Luis yang masih berada bersama dengan Vira menerima panggilan dari Vina, ia tanpa ragu mengangkat panggilan dari istrinya.
"Ada apa?"
"Mas.. Hiks.. Hiks.. Hiks.. Mama."
"Ada apa? kenapa kau menangis, lalu ada apa dengan Mama?"
"Mama ku meninggal dunia, sekarang ia berada di rumah sakit."
"Apa? Mama Sinta meninggal dunia, tapi bagaimana bisa?"
"Ku dengar jika ia jatuh dari tangga, setelah itu Mama di bawa ke rumah sakit. Tapi ternyata Mama malah meninggal dunia, Mas ku mohon Mas Luis datang ke rumah sakit. Aku tidak kuat melihat jenazah Mama."
"Baik aku akan ke sana, kirimkan saja alamat rumah sakitnya."
"Baik Mas."
__ADS_1
Luis segera mematikan panggilan dari Vina, ia langsung berpamitan kepada Vira.
"Maaf Nona Vira, saya harus pergi karena ibu mertua saya telah meninggal dunia."
Vira terdiam saat mendengar hal itu, ibu mertua Luis sama dengan ibu kandungnya sendiri. Tanpa menunggu jawaban dari Vira, Luis langsung bergegas pergi meninggalkan Vira sendirian.
Tanpa Luis sadari jika Vira kini tengah menangis setelah mengetahui jika ibu kandungnya sudah meninggal dunia.
Vira heran kenapa ayahnya tidak memberitahukan tentang kecelakaan yang menimpa Sinta, lalu Vira langsung menelpon Wisnu untuk menanyakan kebenaran tentang kematian Sinta.
"Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi atau sedang berada di luar jangkauan, silahkan coba lagi nanti."
Vira semakin panik saat mengetahui jika nomor ayahnya tidak aktif, rasa sedih semakin membuat Vira depresi. Ia mendapatkan kabar buruk tentang Rafael dan kini ibu kandungnya sendiri pun telah meninggal dunia.
Luis yang kini telah sampai di rumah sakit tempat Sinta di rawat pun langsung menghampiri Vina yang tengah menangis sejadi-jadinya.
Maria yang melihat Vina tengah bersedih pun berusaha untuk menenangkan menantunya.
"Dimana ayahmu?" tanya Luis kepada Vina karena ia belum melihat keberadaan Wisnu.
"Hiks.. Hiks.. Aku juga tidak tahu Mas, aku sudah menelponnya berkali-kali tapi ponsel ayah tidak bisa di hubungi." Ucap Vina yang terus menangis.
Maria pun langsung menyuruh Luis untuk menenangkan Vina, dengan terpaksa Luis menenangkan istrinya dengan cara memeluknya agar tidak lagi bersedih.
Di saat semua orang tengah di Landa kesedihan, seorang polisi pun datang menghampiri mereka semua.
"Apa benar ini keluarga Pak Wisnu?" tanya polisi itu.
"Iya benar, saya putrinya. Ada apa yah?" tanya Vina yang langsung bangkit dengan mata yang masih berkaca-kaca.
"Kami memberitahukan jika Pak Wisnu mengalami kecelakaan dan sekarang jenazahnya sudah di bawa ke rumah sakit ini," ucap Pak Polisi.
Vina yang mendengar hal itu langsung menangis dan jatuh pingsan, Luis dan Maria langsung membantu Vina untuk bangun.
"Bagaimana bisa ayah mertua saya mengalami kecelakaan?" tanya Luis.
"Menurut analisis di lapangan, sepertinya Pak Wisnu telah di tabrak tapi mobil yang menabraknya sudah melarikan diri."
__ADS_1