Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti

Belenggu Cinta Si Wanita Pengganti
Bab 38


__ADS_3

Vira terdiam dengan tubuh yang tidak menggunakan busana, ia masih belum sadar jika Luis tengah mengintipnya dari celah pintu.


Rasa panas mulai menjalar keselamatan kulit perut, perasaan gelisah dan nafsu seorang wanita mulai bangkit dari tubuh Vira.


Ia bukan orang munafik dan Vira sangat menginginkan sentuhan dari seorang pria, walau pun ia berusaha untuk menahan nafsunya tapi setiap melihat Luis gairah di tubuhnya mulai bangkit. Membuat hasrat yang tersimpan di dalam tubuh pun mulai bergejolak dan menginginkan sesuatu untuk bisa memuaskan.


Vira mulai terbaring di atas ranjang, ia meraba-raba setiap bagian sensitif miliknya yang membuat hasrat nya mulai bangkit dan tidak tertahan lagi.


******* mulai terdengar dari mulut mungil Vira, tangannya terus meraba-raba bagian sensitif miliknya. Dan semua yang di lakukan oleh Vira telah di lihat Luis, pria itu terdiam dengan perasaan yang kacau.


Gairah dan keinginan untuk memuaskan Vira pun mulai muncul, ingin sekali berada di atas tubuh Vira dan membuat wanita itu berteriak dalam kenikmatan dunia.


Hingga suara handphone milik Vira berbunyi yang membuat wanita itu mengakhiri kegiatannya dan segera mengangkat panggilan.


Luis yang melihat Vira langsung menggunakan pakaian pun segera bergegas kembali turun ke bawah, ia tidak ingin Vira sampai tahu jika dirinya telah mengintip.


Vira turun dari lantai dua, ia melihat Luis masih duduk di atas sofa. Vira hanya bisa bernafas lega, ia takut apa yang ia lakukan tadi di ketahui oleh Luis.


"Pak Luis maaf membuat anda menunggu lama," ucap Vira.


"Tidak masalah," jawab Luis yang masih menenangkan diri dan juniornya.


"Saya harus pergi dulu karena ada urusan, jadi maaf Pak Luis. Sebaiknya anda segera pulang," ucap Vira dengan sopan.


"Memangnya kau akan pergi kemana?"

__ADS_1


"Saya akan pergi ke rumah sakit, untuk mengunjungi Rafael."


"Kalau begitu aku ikut," Luis langsung bangkit dan mengambil kunci mobilnya.


Vira hanya bisa terdiam dengan ekspresi yang bingung karena pria itu malah ikut bersamanya tanpa mendengar jawaban dari Vira.


Luis langsung membuka pintu mobil dan mempersilahkan Vira untuk masuk, ia pun langsung masuk ke dalam mobil setelah Vira masuk.


Luis yang melihat Vira pun mendekati wajah Vira secara tiba-tiba, wanita itu mulai memejamkan mata. Vira kira Luis akan menciumnya tapi rupanya Luis memasangkan sabuk pengaman Vira yang masih belum terpakai.


Melihat Luis tersenyum melihat tingkah Vira, wanita itu hanya bisa mengalihkan pandangannya seraya menahan malu karena ia telah berpikir yang tidak-tidak.


"Vira, apa kau sudah lama mengenal Satria?" tanya Luis yang ingin mengetahui berapa jauh hubungan Vira dan Satria.


"Mungkin sekitar 1 tahun yang lalu," jawab Vira.


"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Vira dengan jantung yang mulai berdetak dengan kencang.


"Sungguh, mungkin aku terlalu berpikir banyak tapi..." Luis tidak melanjutkan perkataannya, ia lebih memilih bungkam dan kembali memfokuskan dirinya ke jalanan.


Vira kini diam, ia yakin jika Luis mulai sadar jika dirinya lah yang telah menghabiskan malam bersama dengan pria itu saat malam pertamanya dengan Vina.


"Aku tidak mencintai Vina, menurut mu apa yang harus ku lakukan?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Luis, Vira sedikit tersentak saat mendengar pertanyaan dari Luis.


"Em.. Mungkin aku tidak pengalaman tentang percintaan," jawab Vira.

__ADS_1


"Sungguh? Bukankah kau sudah memiliki suami?" Luis langsung mengajukan pertanyaan yang membuat Vira terdiam karena ia sadar pertanyaan itu adalah jebakan untuknya, karena Vira mengaku sudah memiliki suami kepada Luis.


"Kenapa diam? Selama aku datang ke rumah mu, aku bahkan tidak melihat suami mu? Apa kau tidak memiliki suaminya?" tanya Luis.


Vira langsung terdiam dengan wajah yang panik dan bingung, Luis melihat wajah panik Vira pun tersenyum.


"Aku tahu semuanya tentang mu," ucap Luis dengan senyuman penuh kepuasan.


"Apa? Tahu semua tentang ku?" tanya Vira bingung sekaligus gugup.


"Aku adalah orang yang hebat, untuk mengetahui identitas mu bukanlah hal yang sulit bagi ku." Ucap Luis dengan bangga.


"Dasar penguntit," ucap Vira dengan ekspresi kesal.


"Maaf, tapi boleh aku tahu siapa sosok pria yang sangat beruntung itu?" tanya Luis yang ingin tahu tentang pria yang telah meniduri Vira sampai berbadan dua.


"Emm.. Pria itu orang yang sangat tampan, mapan dan pastinya kaya raya." Jawab Vira dengan senyuman di wajahnya, "Tapi, meski aku mengangumi nya dan bahkan ingin memiliki nya. Aku tidak bisa mendapatkannya..." Vira mengatakan hal itu dengan raut wajah yang sendu.


"Kenapa?" Luis langsung menatap ke arah Vira dengan serius, bahkan ia sampai menepikan mobilnya hanya karena ingin mendengar jawaban dari Vira.


"Karena dia milik orang lain," Vira tersenyum dengan raut wajah sendu.


Hal itu membuat Luis sedikit tidak suka karena dengan melihat ekspresi Vira yang seperti sedih karena tidak bisa bersama dengan pria itu, menandakan jika Vira sangatlah mencintai pria itu.


Tanpa Luis tahu jika pria yang di katakan oleh Vira adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


Luis hanya diam, lalu ia kembali melanjutkan perjalanan nya. Wajah Luis kini berubah muram dengan perasaan kesal dan marah. Ia tidak suka mendengar Vira mencintai wanita lain, di dalam hati Luis. Ia ingin sekali bisa memiliki Vira seutuhnya meski ia tahu itu adalah hal yang mustahil, terlebih lagi Vira adalah saudara kembar dari istrinya.


__ADS_2