Berbagi Cinta: Suami Pilihanku

Berbagi Cinta: Suami Pilihanku
Menemui Laila


__ADS_3

Sudah 3 hari Laila tinggal bersama dengan ibunya Adwi. Emak juga sudah bicara kepada Anjani lewat telpon, ia tidak ragu menyampaikan ketidaksukaannya terhadap ibunya Adwi yang begitu saja mengambil Laila dari dirinya.


Hari ini, ia akan kembali mengambil Laila dengan ditemani oleh Abah. Memang, meski sebentar, tapi Adwi sebenarnya malas datang ke rumah ibu kandungnya. Ia merasa asing karena di sana ibunya Adwi sudah mempunyai banyak anak, bahkan ada juga yang seusianya.


Sementara di sini Adwi merasa enggan untuk datang, di sana ibunya Adwi menanti-nanti kedatangan anaknya karena biasanya anak lah yang datang mengunjungi orang tuanya.


Emak dan Abah pun pergi hanya dengan melewati dua kampung. Pemandangan di sana juga masih terlihat asri, banyak pohon jati yang tumbuh lurus di sepanjang perjalanan. Dan akhirnya, mereka pun telah berada di kawasan tempat tinggal ibunya Adwi. Mereka belum tahu dimana letak rumahnya, lantas mereka mencoba untuk bertanya.


Di persimpangan jalan terlihat sebuah pos ronda dan beberapa orang yang tengah menongkrong. Lantas, Emak dan Abah menghampiri mereka untuk menanyakan letak rumah ibunya Adwi. Dan ternyata, dari sana jaraknya sudah sangat dekat, mereka memberi arahan dan patokan agar Emak dan Abah bisa sampai di depan rumah yang tepat.


"Bener yang ini Bah?" Emak merasa tidak percaya saat mereka berhenti di depan sebuah pagar rumah yang tengah mengelilingi bangunan indah nan megah.


"Kata orang-orang sih yang ini Mak, coba kita panggil aja." Ucap Abah merasa yakin.


"Assalamu'alaikum, permisi!" Abah menyahut orang rumah, dan tak berapa lama, datang lah seorang wanita berbadan gemuk.


"Wa'alaikumsallam. Mau cari siapa ya Pak? Bu?" Ucap wanita gemuk itu.


"Saya kakeknya Laila Neng, saya ke sini mau jemput Laila." Ucap Abah.


"Ohh.. ayo Pak, Bu, masuk dulu. Laila nya ada di dalem." Wanita itu tersenyum sambil mempersilahkan Emak dan Abah untuk masuk ke rumahnya.


"Iya Neng," Emak dan Abah pun mengikuti kemana wanita itu berjalan.


'Wahh.. jadi bener ini teh rumah ibunya Adwi? Keluarganya emang pada kaya ya, tapi kok...'


Dalam hati, Emak merasa takjub. Semua keluarga maupun kerabatnya Adwi yang pernah ia temui, menampakkan penampilan yang berkelas dan memiliki rumah yang sangat mewah. Tapi ia heran, kenapa hanya Adwi sendiri yang sangat terlihat berbeda.


Di dalam rumah, terlihat Laila yang sedang asyik bermain dengan tumpukan boneka. Bajunya kini terlihat berbeda, Emak tahu betul dengan baju-baju yang Laila miliki. Sekarang ia memakai baju siapa? Padahal ia juga membawa bekal baju, tapi yang itu sepertinya baru.


"Emak! Emak mau nginep di sini juga ya?" Laila terkejut melihat emaknya yang tiba-tiba saja datang.


"Nggak, Emak ke sini mau jemput kamu." Ucap Emak.


"Tapi Laila masih mau nginep di sini ya kan?" Ucap wanita gemuk itu, ia adalah bibinya Laila (adik tirinya Adwi).

__ADS_1


"Iya, aku masih pengen di sini. Aku juga mau sekolah di sini." Ucap Laila membuat Emak terkejut.


"Aku udah beli tas sama sepatu baru!" Laila menunjukkan tas dan sepatu barunya. Sepertinya, keluarga setengah-setengah itu sudah berhasil memanjakan Laila.


"Loh? Kata Mamah kan Ila juga udah beli?"


"Tapi aku pengennya yang ini. Kalo belinya sama Mamah, Mamah suka gak ngebolehin aku beli apa yang aku mau. Mamah bilang itu mahal, itu mahal. Aku suka nya di sini, aku gak mau pulang!"


Tentu saja Laila merasa senang, tapi Emak merasa sangat tidak enak, karena keluarga itu bukanlah keluarga utuh Laila. Dan sekarang, Laila yang hanya seorang cucu dari ibunya Adwi telah meminta banyak kemauan kepada keluarga itu.


"Gak papa Bu, lagian nanti Laila saya anterin kok ke rumahnya. Saya juga gak mungkin nyekolahin Laila di sini tanpa izin dari orang tuanya." Ucap bibinya Laila tidak ingin melihat Laila sedih.


"Mm... saya gak enak Neng soalnya, nanti takutnya Ila di sini malah bikin repot."


""Nggak kok, justru saya seneng karena di rumah jadi nggak berasa sepi. Adik-adik saya juga lagi pada kerja di kota."


Ibunya Adwi memiliki 4 orang anak dan mereka sudah pada dewasa. Yang perempuan ini adalah anak pertama, dan yang lainnya adalah anak laki-laki.


"Kalo Neng kerjanya di mana?"


"Saya udah nggak kerja Bu, sebentar lagi saya mau menikah. Nanti Ibu sama Bapak juga dateng ya, Laila juga mau dateng kan? Nanti di rumah Bibi ada kue yang besar loh."


"Alhamdulillah Neng kalo gitu. Insyaallah, Ibu sama Bapak bakalan dateng kok. Oh ya, ibu besan nya ke mana?"


"Lagi ke sawah Bu, kalo Bapa lagi ke kebun."


"Ohh.. lagi ngapain?"


"Ibu lagi cabutin rumput liar di sawah, kalo bapak lagi panen umbi."


"Wahh.. rajin-rajin ya."


"Ahaha.. udah biasa Bu."


Emak tidak mengira, ternyata orang yang mempunyai rumah mewah itu masih melakukan pekerjaan yang sama seperti mereka. Padahal, orang kaya bisa menyuruh buruh untuk mengurus sawah dan ladangnya.

__ADS_1


"Ya udah yuk Ila, kita ke rumah Emak. Di sana juga ada boneka barbie loh." Ucap Emak bohong, ia hanya mencoba untuk menarik perhatian Laila agar bisa ikut dengannya.


"Beneran Mak?" Tanya Laila.


"Iya."


"Ya udah, Emak ambil dulu bonekanya ke sini." Titah Laila.


"Iya Ila nya ikut dulu."


"Gak mau, Ila mau nungguin di sini. Bawa aja bonekanya ke sini." Laila tetap tidak mau beranjak dari tempatnya.


"Ila..."


"Udah Bu, biarin aja, lagian Laila juga anteng di sini kok." Bibinya Laila memotong.


"Takut ngerepotin Neng."


"Ah Ibu, kayak sama siapa aja. Saya kan juga keluarganya."


"Mmm.. ya udah deh. Ila, kamu yakin gak mau ikut sama Emak?"


"Nggak, Ila mau di sini."


"Ya udah atuh Bah, kita pulang aja. Ila jangan rewel ya di sini." Terpaksa Emak pulang tanpa mendapat Laila.


"Laila gak pernah rewel kok Bu." Ucap bibinya Laila.


"Ya udah Neng, kita pulang dulu ya. Titip salam buat Ibu sama Bapak."


"Iya Bu, nanti saya sampein."


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsallam."

__ADS_1


Memang, seharusnya Emak dan Abah tidak perlu merasa sungkan. Keluarga ibunya Adwi juga adalah bagian dari keluarga mereka. Tapi tetap, status keluarga setengah-setengah itu membuat mereka merasa khawatir kepada Laila.


Emak yang tidak berhasil mengambil Laila kembali itu pun langsung menelpon Anjani. Setelah 5 hari di sana, baru Adwi yang tancap gas sendiri untuk menjemput Laila. Ia datang bersama dengan Anjani dan Riki agar Laila mudah dibujuk pulang.


__ADS_2