Berbagi Cinta: Suami Pilihanku

Berbagi Cinta: Suami Pilihanku
Iseng-iseng Berhadiah


__ADS_3

Bisnis donat Laila mulai dikenal satu kampung. Pasalnya donat buatan Laila sangat empuk dengan hiasan yang kekinian. Laila tidak pernah mengharapkan hal itu akan terjadi, ia tidak terlalu suka membuat donat untuk dijadikan bisnis, karena proses pembuatannya terlalu ribet menurutnya. Tapi kalau sudah begini ya mau bagaimana lagi, rezeki mana bisa Laila tolak.


Perlahan Anjani pun paham dengan resep yang dibuat Laila. Ia sekarang membantu Laila karena Laila sudah banjir pesanan, dirinya tak perlu lagi menjual dagangan sendiri, karena sudah ada orang yang menawarkan jasanya untuk menjualkan donat buatan Laila.


Selama ini Adwi tak berani protes, kepada Laila dirinya jarang ngobrol. Dirinya tak melarang berlangsungnya bisnis itu karena mungkin sekarang tak perlu lagi Anjani maupun Laila yang keluar mendagangkan dagangan secara langsung.


Bu Titi namanya, ia seorang janda yang memang suka berkeliling jualan berbagai macam makanan buatannya. Ia tertarik dengan donatnya Laila, jadi ia sekalian saja membawa donat Laila itu.


Berkat adanya Bu Titi, donat buatan Laila menjadi lebih laris lagi. Bu Titi yang sering berjalan sampai ke kampung sebelah itu sukses membuat Laila banjir reseller dan juga customer. Hidup Laila berubah drastis, ia tak menyangka bisnis yang sama sekali tak ia niati benar-benar bisa memberi keberuntungan padanya.

__ADS_1


"Hari ini kita ke pasar ya Mah, aku pengen beli nugget, bakso, sama sosis. Mamah juga beli sayuran buat stok masak."


Lagi, Laila mengajak Anjani untuk pergi ke pasar. Padahal baru 2 hari yang lalu mereka ke pasar, Laila yang kecil ini rupanya suka sekali jajan.


Walau sengaja jajan untuk diri sendiri tapi ia juga harus berbagi kepada adik-adiknya. Uang yang dikeluarkan Laila tentu tidak sedikit. Sekarang ia juga memiliki kemauan sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti listrik, gas, lauk pauk, bahkan kadang ia yang memberi jajan sekolah adiknya.


Laila menyerahkan bisnis donatnya itu kepada Anjani. Ia membuka bisnis keripik singkong yang dahulu sering ia pikir-pikirkan, baginya bisnis keripik sangat mudah dan simpel. Bisnis barunya itu juga langsung dilancarkan. Ternyata tuhan memberkati jalannya Laila.


Laila sudah bisa menjahit karena sebelumnya ia menjahit juga saat di PT. Ia membuka jasa menjahit mengingat hanya menjahit satu gelinding saja harganya 10 ribu. Laila merasa senang, ternyata tinggal di rumah saja ia bisa mengangkat derajat orang tuanya.

__ADS_1


"Udah gak perlu kerja dong? Ini uang mau dikemanain?" Ucap Adwi kala itu.


Utang-utangnya berhasil Laila tutup sedikit-sedikit, dan kebutuhan keluarga sudah Laila yang ambil alih. Jujur Adwi merasa tersaingi oleh anaknya ini, sebagai lelaki ia jadi merasa rendah. Tapi ia sadar bahwa anaknya ini memang melakukan hal baik, dirinya berjuang keras untuk mencapai titik yang sekarang.


"Loh? Kok dikasih ke aku Pak?"


Laila terkejut melihat Adwi menyerahkan seluruh uang gaji yang baru diterimanya. Sebelumnya Laila sempat nyinyir, menganggap Adwi ayahnya itu tak tahu diri, 'gak perlu kerja lagi? Iya udah lah ngandelin aku aja.'


"Bapak gak pandai nyimpen duit, mending kamu yang simpen. Bapak tau bagi kamu uang segini bisa didapetin cuma dalam beberapa hari, Bapak jadi bingung sekarang mau kerja apa."

__ADS_1


Adwi terlihat sendu, tak pernah Laila melihat Adwi yang seperti ini. Apakah ayahnya ini benar-benar sudah sadar? Please deh Pak, ini terlalu telat.


__ADS_2