
Anak sumber rezeki, banyak anak banyak rezeki. Bukankah begitu? Tentu, jikalau orang tua berusaha keras untuk memeberi rezeki kepada anak-anaknya. Jikalau anak-anaknya soleh, soleha, membantu meringankan beban orang tuanya.
Dengan usaha tentu rezeki bisa kita dapatkan. Dan anaklah yang menjadi pendorong, penyemangat, kita untuk meraup rezeki yang akan tiada habisnya. Rezeki akan habis hanya jika kita sudah tak ada di dunia ini.
Benarkah? Ya, rezeki adalah penghidupan, sesuatu yang tuhan berikan agar kita masih bisa hidup. Rezeki bukan hanya uang, bukan hanya makanan, tetapi udara, mata yang bisa melihat, tangan yang bisa bergerak, semua adalah rezeki. Selama kita masih hidup, selama itu kita mendapat rezeki, dan selama itu kita mendapat penghidupan. Maka syukuri hidup ini karena hidup juga bagian dari rezeki.
Si bungsu milik Anjani juga menjadi sebab sembuhnya penyakit lambung Anjani, walau ia adalah anak yang tak diharapkan namun ia menunjukkan bahwa dirinya itu berguna. Tuhan mungkin mencoba menyadarkan Anjani untuk mensyukuri apa yang telah diberikannya. Dan Anjani beserta Adwi mulai dapat menerima keberadaan anak itu dengan lebar kasih sayangnya.
__ADS_1
Sekarang sosok Laila lah yang membuat Adwi sadar bahwa ia terlalu payah dalam memimpin rumah tangganya. Bercerai? Selingkuh? Dan sebagainya, bukanlah hal tabu baginya, orang tuanya sudah lama bercerai dan hal itu sudah ia anggap sebagai nasib turunan.
Tapi Anjani bersikukuh untuk mempertahankan hubungan rumah tangganya saat Adwi pasrah dengan segala keadaan. Neraka baginya, anak-anaknya, semua tanggung jawab ini terlalu berat. Adwi pikir ia sudah salah memilih calon, ia sudah menyerah sebelum mencoba berjuang kembali.
Dirinya yang dulu hidup susah sekarang berharap hidup senang karena pepatah mengatakan sakit dahulu lalu senang kemudian. Belum waktunya, saat kau berhenti di tengah jalan dan menunggu senang itu datang dengan sendirinya? Mustahil, ini bukanlah sistem gaji yang membayar pekerjanya di tanggal 1 setelah 1 bulan mengeluarkan hasil kerjanya.
Materi bukan segalanya, namun kita hidup di dunia dengan bermodalkan materi. Jangan khawatir jatuh miskin, yang membuat miskin itu pikiranmu sendiri, cara pandangmu sendiri.
__ADS_1
Ada orang yang sudah punya mobil tapi ah kurang ini, kurang itu, dirinya masih merasa kurang, masih merasa miskin. Intinya ubah cara pandangmu jika kamu ingin menjadi kaya. Bukan kaya soal materi, tetapi kaya untuk diri sendiri.
Sekian dan terimakasih, author menyatakan novel ini sudah tamat. Cerita diambil dari kisah nyata, namun masih banyak rentetan yang mungkin tidak nyambung dan kurang jelas untuk dipahami.
Mohon maaf sebesar-besarnya sambil author mencoba merevisi. Terimakasih untuk yang sudah singgah hingga bab akhir, semoga sehat selalu, semoga, semoga, yang baik-baik saja untuk kalian para pembaca.
Untuk yang ingin mengikuti jejak author difollow ya biar gak ketinggalan karya terbarunya. Sekarang author masih memiliki 2 karya on going. "Mendapat Cinta Perjaka." Dan "Cintai Kekuranganku." Jika berkenan silahkan mampir klik profilku dan rate.
__ADS_1
Wassalam.