Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Tatapan mematikan!


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00,alea saling bertukar nomer telepon dengan rashad karena hubungan kerjasama antar keduanya,


Rashad melajukan mobilnya menuju apartemen alea.jalanan kota jakarta tidak pernah sepi,masih saja ramai seperti biasanya.


Tiba dipelataran parkir apartemen,


Alea melepas sabuk pengamannya,alea kalah cepat ketika akan membuka pintu mobil,rashad sudah membukakan pintu mobilnya untuk alea sembari terukir senyuman manis dibibirnya.


Ah..alea merasa berdesir mendapat perlakuan manis rashad, 'apa lelaki itu biasa memperlakukan wanita dengan semanis ini" ucapnya dalam hati


Rashad terus memandangi wajah cantik alea,sungguh wajah yang sangat dia rindukan,jika hilang akal mungkin rashad sudah memeluk alea,


Namun rashad sadar jika dihadapannya ini bukanlah kayla salsabila,mendiang tunangannya,melainkan nindi alea.


Rashad bertekad untuk merebut hati alea apapun itu.


***


Kantor Ritztoon jakarta,


Seperti biasanya alea datang 1 jam lebih awal dikantornya,hari ini akan jadi hari yang sibuk kareng dari pagi sampai sore akan ada rapat masing-masing divisi.


Alea membuka komputer nya,menyusun serangkaian acara untuk rapat serta berkas-berkas yang diperlukan untuk bahan rapat.


Ditengah alea tengah sibuk dalam pekerjaannya,ale mendengar pintu lift khusus CEO terbuka,menampakkan pak dirga melangkah menuju ruangannya.


'tumben pak dirga berangkat awal' batinnya dalam hati

__ADS_1


    Alea berdiri kemudian memberikan hormat kepada pak dirga,


"Selamat pagi pak" ucapnya dengan senyum tipis


    Dirga semalaman gelisah tidak bisa tidur karena bayangan alea bersama lelaki lain tengah tertawa lepas seakan menikmati waktu berdua,membuat dirga memutuskan untuk berangkat lebih awal di perusahaannya.


Dirga masih diliputi rasa amarah tentang apa yang dilihatnya semalam,mata yang sedikit merah karena tidur hanya 1 jam saja membuat kepala nya sedikit pusing.


    Ketika keluar dari lift,pandangan dirga tertuju pada alea yang tengah fokus memandangi layar komputer,


Jantung dirga berdegup melihat sosok wanita di depannya itu dengan rambut panjang nya yang masih tergerai ber volume,riasan make up natural,memakai kemeja merah panjang dengan lengan di lipat,warna yang kontras dengan kulit putih mulus nya.


Dirga mencoba menetralkan kembali perasaannya,membuatnya terlihat tenang sembari melangkah seperti biasa,


"Buatkan saya kopi sekarang" ucapnya dengan tatapan tajam sembari menutup pintu dengan kencang.


Segera alea menuju pantry untuk membuatkan pak dirga kopi,dirapihkan nya rambut alea yang tadi masih tergerai dengan di ikat kebelakang menyisakan anak rambut depan.


Tok...tok..tok..


"Masuk"


"Ini pak kopi nya"


"Bawakan saya berkas-berkas untuk rapat nanti"


"Baik pak,saya ambil dulu"

__ADS_1


Ketika alea melangkah menuju pintu keluar ruangan,alea merasakan cengkeraman tangan yang kuat dari belakang,


dibalikkannya badan alea dengan cepat,dihimpitnya tubuh alea dengan tubuh dirga,


cengkeraman tangannya yang kuat membuat alea tidak bisa bergerak,


Mata keduanya bertemu,lelaki itu menatapnya dengan tajam,terlihat kilatan penuh amarah dikedua bola matanya,tatapan yang sungguh mematikan.


Sedetik kemudian dirga mencium paksa alea,


Alea membelalakkan matanya atas apa yang terjadi,


"To..tolong ja..jangan pak" sekuat tenaga alea mencoba meronta namun nihil karena cengkeramannya yang begitu kuat.


Dirga yang masih diliputi amarah semalam langsung ******* bibir manis wanita didepannya ini dengan bringas,menekan tubuh alea dengan tubuh perkasanya,dirga terus mencecap bibir yang membuatnya candu ini,kemudian turun mencium leher putih mulus yang melambai lambai ingin dicecapnya.


Disela-sela dirga tengah menciuminya,dirga mendengar isakan tangis dari bibir wanita ini,dirga yang tersadar menghentikan ciumannya.


Dilepaskannya cengkeraman tangan wanita itu,tubuhnya yang gemetar menandai jika alea sangat ketakutan.


Dirga menghapus air mata alea,dikecupnya kening alea dengan lembut,


entah mengapa dada dirga merasa nyeri melihat alea menangis terisak.


Dilihatnya alea sedikit tenang,


"A..apa salah saya pak" ucapnya dengan masih terisak.

__ADS_1


"Maafkan saya alea,saya khilaf"


__ADS_2