Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Meraih simpati


__ADS_3

Beberapa hari berlalu,jika dirga hitung ini saatnya ia untuk terbang kembali menemui wanita nya di maladewa.


Dirga memastikan kepulangan nya ke jakarta untuk menyelesaikan segala pekerjaan nya agar dia bisa berada disana menghabiskan waktu bersama alea selama seminggu lama nya.


Dirga bertekad untuk berusaha memperbaiki hubungan nya yang renggang dengan alea,ia akan berusaha agar mendapatkan simpati kembali dari alea apapun caranya.


Kepergian dirga kali ini ia tidak terpikirkan bagaimana jika orang suruhan nya rashad mengikutinya,karena seluruh pikiran nya sudah terpatri nama alea,sehingga tanpa ia sadari perjalanan nya kali ini tidak lagi aman.


Dirga membuka layar laptop nya,dia sudah tidak sabar ingin melihat sedang apa wanitanya itu,namun yang ada hanya semburat kekecewaan dan keterkejutannya mendapati wanitanya tidak terlihat berada didalam kamar,di dapur,di ruang tamu,dihalaman belakang,lalu dimana alea berada?


Raut kekhawatiran menceruak,dirga begitu panik melihat bayangan wanitanya tidak tertangkap satu pun dari kamera pengawas cctv miliknya,dirga segera meraih ponsel disamping kiri tangan nya,


"Dimana nona alea,kenapa dilayar cctv tidak ditemukan keberadaannya?cepat katakan" sungguh saat ini amarah dirga sudah memuncak karena tidak melihat pergerakan wanitanya dilayar cctv yang dihubungkannya ke laptop nya.


"Nona alea lagi di rooftop tuan,ditemani samas asisten,katanya dia bosan,gapapa kan tuan?" mendengar perkataan salah satu pengawal mansionnya,membuat dirga bernafas lega,


"Iya gapapa,kalian tetap awasi,jaga nona kalian baik-baik"


"Baik tuan dimengerti"


"Good"


Dirga menutup panggilan teleponnya,dia tidak menyadari bahwa perbincangannya bisa didengar langsung oleh seseorang yang sedang mendengarkan dengan seksama sedari tadi.

__ADS_1


Tanpa dirga sadari dibelakang ada private jet yang tengah mengekorinya namun memilih untuk menjaga jarak aman agar tidak dicurigai keberadaan nya.


Ya,dia rashad bersama agen serta bodyguard terbaik dan termahal yang ia sewa untuk menerobos kediaman dirga yang dimana ada alea yang ia sembunyikan.


"Ternyata dugaan saya terbukti,kali ini anda tidak bisa lagi berkilah,akan aku pastikan anda menerima hukuman setimpal faris dirgantara"


Tangannya terkepal erat,rahang nya mengeras,manik mata hijau nya seakan terbakar amarah membara mendengar fakta bahwa dialah yang selama ini menyembunyikan alea.Dia benar-benar tidak habis fikir ada manusia berhati iblis seperti dirga yang tega mengurung seseorang wanita ditempat yang bahkan rashad yakini terpencil hingga selama ini dia dan keluarga seoetedjo gagal menemukan alea.


Selama kurang lebih menempuh perjalanan kurang dari 6 jam,akhirnya private jet dirga mendarat dilandasan halaman belakang mansionnya.


Dirga yang sudah tidak sabar segera melangkahkan kakinya lebar berderap menuju kamar wanitanya karena dirga melihat ketika tengah mendarat di rooftop sudah tidak ada wanitanya disitu.


Senyumnya melebar melihat wanitanya memakai pakaian yang dibelikan nya,dia memakai sweeter rajut lengan panjang dengan memakai syal untuk menutupi leher jenjang nya serta memakai penutup tangan dengan bawahan dipadu padankan memakai rok warna putih membuat nya terlihat kontras dengan kulit nya yang memang seputih susu.



Dirga tidak bisa mengelaknya bahwa wanitanya itu memang selalu terlihat mempesona,wajar saja jika banyak lelaki diluaran sana jika melihatnya akan langsung tersihir oleh kecantikan nya yang memang diatas rata-rata.Sungguh,dirga pria yang beruntung bisa memiliki alea dan akan selalu memilikinya,entah rintangan sebesar apapun akan dirga hadapi,meskipun dia tertatih untuk mengejar kembali wanitanya itu agar mendapatkan hatinya lagi,dia rela.


Perasaan dirga berdesir melihat wajah wanitanya nampak damai dibanding ia kemari beberapa waktu lalu,manik mata cokelat dirga tak lepas memandangi senyum wanita didepan nya itu yang merekah memandangi hujan turun diluar jendela dengan rambut panjang nya ia biarkan tergerai begitu saja sehingga menambah kesan anggun darinya,sungguh wajah teduh alea membuat dirga merasa tenang,betapa ia sangat merindukan wajah wanitanya seperti itu.


Dirga hanya terpaku berdiri mematung didepan pintu tanpa ingin menganggu aktifitas wanitanya yang sedang menikmati pemandangan rintik hujan yang dirga kira sangat mempengaruhi perasaan alea detik ini.


Namun tanpa sengaja alea menengok kearah belakang dan mendapati ada seorang lelaki berdiri bersandar pintu kamar dengan kedua tangannya dimasukkan kesaku celananya tengah memandanginya dalam.

__ADS_1


Manik mata mereka bertemu saling menatap dalam diam,keduanya tetap berada dalam posisi utuh seperti tadi,hingga alea memutus pandangannya ke arah lain dan memutuskan untuk memandangi kembali hujan yang turun karena baginya itu jauh lebih bisa menenangkan jiwa nya.


Dirga yang merasa belum puas memandangi manik mata wanitanya itu kembali tersenyum getir karena ternyata alea masih belum bisa memaafkan dirinya.


Tapi itu bukanlah suatu halangan bagi dirga,ia akan berusaha sekeras mungkin untuk menunjukkan kepada alea atas kesungguhan hatinya.


Ia terus melangkahkan kakinya mendekati wanita cantik dengan tatapan teduh itu berada,


"Ehm...kamu apa kabar?"


terdengar suara asing yang tertangkap dipendengaran alea,dia merasa dirga berbicara rendah serta terlihat gugup,lantas apa yang membuatnya gugup?


"Sudah sedikit terbiasa" manik mata nya masih tidak lepas dari pandangan hujan.


"A...." belum sempat dirga meneruskan perkataannya,tiba-tiba dirga merasa perutnya terasa sakit.


"Aku ke kamar mandi dulu ya" dengan langkah lebar dirga masuk kedalam kamar mandi.Alea melihat ponselnya dia letakkan dimeja kecil sebelah ranjang alea.


Alea enggan memikirkan hal itu,ia kembali meneruskan pandangannya keluar jendela karena baginya itu jauh lebih menarik.Namun lamunan alea segera naik kepermukaan ketika terdengar dering ponsel milik dirga berbunyi,awalnya alea abai saja,namun setelah beberapa kali ponselnya berbunyi terus menerus,membuat alea dengan terpaksa melihat layar diponsel milik dirga yang tertera nama firza,keningnya berkerut,


'Mungkin ini hal yang mendesak,apa aku angkat saja ya panggilan telepon nya?'


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE VOTE YANG BANYAK DAN JANGAN SKIP IKLAN YA🥰

__ADS_1


XIE XIE NIE😊


__ADS_2