Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Sebuah kebenaran yang tak terbantahkan


__ADS_3

Beijing saat ini tengah musim dingin maka alea memakai pakaian yang disesuaikan untuk musim salju,dalamnya alea memakai turtleneck polos putih lengan panjang dengan bawahannya memakai celana kulot warna Senada dan dipadupadankan dengan memakai down jaket atau jaket bulu untuk menghangatkannya.untuk rambut Alea membiarkannya tergerai serta untuk riasan dia hanya memakai Cushion dan Lip Gloss saja.



Alea melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel menuju kamar sebelah yang rashad tempati,Alea memencet bel kamar rashad,tidak lama rashad keluar dengan pakaian dengan warna senada dengan dirinya.


Rashad terpesona melihat alea begitu cantik jelita bagai bidadari tanpa sayap,dia tertekad untuk bisa merebut hatinya alea.


rashad mencoba menutupi rasa groginya kepada Alea,dia berdehem,


"Sudah siap,ayo kita makan pagi dulu habis itu kita langsung ke tempat produksi film"


"Oke,tapi jujur saja aku sedikit grogi rashad,ini benar-benar pengalaman pertama aku bertemu dengan orang orang hebat dibelakang layar"


"Kenapa mesti grogi,karya kamu itu bagus,mereka tidak akan sembarangan memilih asal karya yang akan mereka terbitkan sebagai film,kamu semangat ya,harus percaya diri okey..ada aku disamping kamu selalu"


"Terima kasih ya rashad kamu sudah memberiku kesempatan untuk mengasah kemampuanku agar lebih berkembang lagi"


"Its okey,aku nggak akan pernah salah dalam menilai orang yang mempunyai potensi ataupun tidak dan aku lihat di dalam diri kamu itu terdapat potensi yang besar maka dari itu sayang untuk disia-siakan"


Rashad menatap Alea dalam,selama ini Alea penasaran dengan tatapan yang tidak biasa dari rashad untuknya.


Entahlah Apakah itu hanya perasaannya saja ataukah memang ada kebenaran Di balik semua itu,Alea tidak ingin ambil pusing.


Keduanya breakfast di restoran tempat mereka menginap,rashad menarik kursi dan mempersilahkan alea untuk duduk,


"Terima kasih rashad" alea melemparkan senyumnya untuk rashad dan dibalasnya dengan senyum menawan rashad.


rasyad memanggil pelayan restoran untuk melihat menu yang tersedia didalamnya.


"kamu mau pesan apa alea?"


"Saya pesan menu breakfast italia 2 dan kopi juga 2"

__ADS_1


"Baik tuan mohon ditunggu"


"gimana tidur kamu semalam Alea Apakah nyenyak"


"sangat nyenyak sekali Mungkin karena seharian kemarin waktu kita habis dalam perjalanan,kalau kamu rashad?"


"Sama kayak kamu apalagi mengingat bahwa kamu disini didepanku,aku merasa senang" lagi-lagi rashad menatap alea lekat,membuat Alea jadi salah tingkah dan Dia memutuskan untuk menanyakan hal yang mengganjal di hatinya selama ini.


"Hmm rashad,boleh aku tanya sesuatu sama kamu?" akhirnya kalimat itu lolos dari mulutnya.


"Boleh..mau tanya apa alea?"


"Maaf sebelumnya Kalau lancang,Jujur saja saya penasaran dengan tatapan kamu ke aku yang seperti sangat merindukan seseorang"


Alea melihat rashad menunduk sejenak membuatnya merasa tidak enak hati,


"Emm Sekali lagi maaf ya rashad kalau Bicaraku ini sedikit mengganggu kamu,Anggap saja aku tidak pernah menanyakan hal itu padamu"


Alea melihat rashad menghembuskan nafasnya kasar,kemudian dia mulai membuka mulutnya,


Ucapan yang terlontar dengan lugas dimulut rashad membuat tubuh alea kaku,tidak tau harus merespon apa.


Rashad yang melihatnya seakan tau yang ada didalam pikiran alea,


"kamu tidak perlu merasa terbebani dengan kebenaran tentang perasaan yang ada di hatiku ini,bagiku melihatmu bahagia saja sudah cukup"


Alea merasa tidak enak hati dengan rashad yang selama ini selalu baik terhadap dirinya,


"Terima kasih ya rashad dan maaf karena aku tidak tau apa yang harus aku sampaikan ke kamu"


Rashad tersenyum tulus,


"Its okey alea,kamu dibawa santai saja ya seperti biasanya,emm satu hal lagi yang ingin aku sampaikan sama kamu,mungkin ini sedikit membuatmu merasa terkejut"

__ADS_1


Alea mengernyitkan keningnya,penasaran dengan yang akan dikatakan rashad padanya.


"Apa itu rashad"


Rashad membuka layar selulernya,kemudian diperlihatkannya hasil test dna dengan nama dirinya nindu alea dengan danira soetedjo,alea mencoba mengingat ingat kembali nama danira seotedjo,


"Danira soetedjo,bukankah dia wanita anggun yang dijumpainya sewaktu disingapura" batinnya dalam hati.


Alea membelalakkan matanya tidak percaya,


"Apa maksud semua ini rashad"


"Maaf kalau saya lancang alea,sewaktu kamu sakit saya mengambil satu helai rambut kamu untuk melakukan test dna dengan orang tua dari mendiang tunanganku karena aku ragu tidak mungkin di dunia ini ada dua orang yang sama persis,ternyata kecurigaanku terbukti bahwa kamu memang kembarannya mendiang tunanganku"


Belum selesau rashad menjelaskan pada alea,terlihat keluarga soetedjo mendatangi meja makan mereka,


Alea terkejut dengan kehadiran orang yang dia jumpai di singapura itu,


"Nona alea,apa kabar?lama tidak jumpa"


danira memeluk erat alea,ternyata beginilah pelukan hangat seorang ibu.


"Ah iya baik ibu danira"


disampingnya ada seorang lelaki yang meskipun sudah berusia 50 namun masih terlihat gagah dan tampan.


terlihat jelas wajah lelaki tua itu terkejut melihat wajah alea,rashad yang melihatnya ingin segera langsung mengungkapkan kebenaran.


"Kalian sudah pernag saling bertemu?" tanya rashad.


"Iya sudah" jawabnya alea dan danira kompak bersamaan.


"Jadi begini tante,om,rashad 2 minggu lalu melakukan test dna terkait alea dengan marsha,hasil test dna nya sudah keluar,kalian bisa lihat sendiri hasilnya"

__ADS_1


Rashad menyodorkan bukti dari hasil test dna yang menyatakan kalau alea terbukti cocok 100% dengan marsha,itu artinya alea anaknya danira soetedjo dan wijaya soetedjo.


Betapa terkejutnya mereka melihat kebenaran yang tak terbantahkan itu,segera mereka memeluk erat alea bersama,seakan ingin melepaskan kerinduan yang teramat dalam.Sementara alea hanya terpaku atas semua kenyataan yang baru saja dia lihat.


__ADS_2