
Sepeninggal rashad direstoran,dirga menghubungi seseorang,
"Halo bro ada apa?"
"Za,bantu gue selidiki semua kehidupan rashad arga hartono,gue kasih waktu 1 hari"
"Oke siap bos"
Dirga harus tau semua hal tentang rival cintanya,mengingat setiap tatapan rashad terhadap wanitanya membuat dirga benar-benar emosi.
Ada pesan masuk di handphone dirga,segera dia lihat ternyata dari wanitanya,
"Sayang,maaf ya tadi ninggalin kamu,aku sudah lama tidak ketemu miska sahabat aku jadi mumpung dia ada waktu luang,aku pengen jalan-jalan sama dia,gapapa kan? always love you,emmuuachh" dirga yang membaca pesan dari wanitanya tersenyum simpul.
Dia pun melajukan mobilnya menuju apartemennya untuk bersiap-siap ke ritztoon jogja.
.
.
"Thank miska udah menyelamatkanku dari kondisi mencekam"
"Hah..kondisi mencekam gimana?"Mata miska masih tetap fokus menyetir.
"Nanti aku ceritain,sekarang ke apartemenku dulu ya aku mau mandi dulu sebelum keluar"
"Oke"
Apartemen alea,
Alea mengisi bathup dengan air hangat serta memberinya aroma therapi untuk merilekskan tubuhnya.Alea menanggalkan semua pakaian yang melekat di tubuhnya,memperlihatkan tubuh indah dengan lekukan sempurna serta kaki jenjangnya yang bagitu mulus.
Alea berendam dan membaringkan tubuhnya perlahan dan menikmati wangi aroma therapi yang menenangkan dirinya.
Ketika tengah berendam,alea merasakan kepalanya pusing tidak karuan,semakin lama pandangannya semakin kabur dan gelap.
Miska yang tengah menunggu dikamar alea merasa aneh,
"Lama banget mandinya tuh orang"
Miska yang merasa ada yang tidak beres segera mengetuk pintu kamar mandi alea namun tidak mendapatkan jawaban,karena merasa khawatir miska membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci,dasar alea dari dulu seperti itu,selalu suka lupa kunci pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Alea...." miska terkejut melihat sahabatnya itu tidak sadarkan diri didalam bathup,segera miska mencoba sekuat tenaga mengangkat tubuh alea keluar dari bathup lalu memakaikan jubah mandi.Karena panik mau menelepon siapa,akhirnya miska menelepon atasannya pak rashad,
"Halo pak,saya miska,maaf ganggu waktunya,tolong bantu saya pak alea pingsan dikamar mandi di apartemennya,saya kirimkan lokasi apartemennya ya pak"
Rashad tengah terbaring di ranjangnya,deringan telepon berbunyi dari layar handphone nya tertulis tidak ada nama,karena penasaran akhirnya rashad mengangkat teleponnya,
"iya halo,apa?oke sekarang juga kamu kirim lokasinya,saya jalan kesitu"
Rashad melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,ingin segera sampai untuk menyelamatkan alea.Sesampainya di apartemen dia berlarian menuju unit milik alea,tepat didepan pintu rashad melihat sudah ada petugas dari rumah sakit di kamar unit apartemen alea.
Segera dia mencari keberadaan alea,dilihatnya alea dikamar mandi dengan hanya memakai jubah mandi terbaring tidak sadarkan diri,dengan cepar rashad membopong tubuh alea untuk dibaringkan di brankar dan membawanya segera ke rumah sakit.
Miska menemani alea didalam mobil ambulance sedangkan rashad mengikutinya dari belakang.
Saat ini alea tengah berada diruang inap vvip,semua biaya sudah ditanggung oleh rashad.
Rashad baru saja bertemu dokter yang menangani alea,katanya dia hanya kurang darah dan kecapean.
Syukurlah rashad merasa lega.rashad masuk ke kamar inap alea,didapatinya miska tengah menunggu alea disamping ranjang.
"Miska,kamu pulang saja,biar saya yang nemenin alea,kamu besok juga mau kerja kan?"
"Apa nggak ngerepotin pak rashad?" miska tidak enak hati karena sudah mengganggu waktunya atasannya.
"Kalau begitu terima kasih pak rashad dan tolong jaga alea ya,saya besok pagi kesini bawa baju ganti alea,kalau begitu saya permisi"
"Iya anda hati2 dijalan"
.
Rashad memandangi alea yang masih terlelap dengan wajahnya yang pucat.Baru kali ini dia memperhatikan dari jarak dekat wajah alea yang sangat mirip dengan marsha.Hingga sempat terbersit pikiran,
'Apa jangan-jangan marsha dan alea saudara kembar?' katanya dalam hati
Untuk memutus keraguan rashad mengambil satu helai rambut alea dengan lembut,untuk mencocokkan DNA alea dan orang tuanya marsha.
**
Sementara dirga yang tengah berada dijogja merasa hatinya gelisah tak menentu,dilihatnya wanitanya tidak mengiriminya pesan lagi.Karena gusar segera dia menelepon alea,
Tut..tut...
__ADS_1
'Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi'
Diualanginya panggilan keluar sampai 5x,tetap tidak mendapatkan jawaban.
Rahang dirga mengeras, 'sekali lagi tidak kamu angkat,awas aja besok kamu akan aku hukum'
Drrt....drtt...
"Halo"
"Ini siapa,dimana alea"
"Saya temannya,alea tadi pingsan dikamar mandi,dia saat ini lagi dirumah sakit medica jakarta pusat"
tut...tut...tut..
Panggilan terputus begitu saja,dirga berlarian meninggalkan acara tanpa berpamitan pada siapapun karena pikiran dirga saat ini tengah kacau,dia melajukam mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara tempat jet pribadinya terparkir.
Didalam perjalanan dirga merasa sangat gelisah,ingin rasanya segera berada disamping wanitanya itu.
Untungnya bandara jakarta dengan rumah sakit medica hanya menempuh jarak 15menit saja,mobil dirga melaju diatas 200km/jam.
Dirga berlarian dikoridor rumah sakit dan bertanya nama pasien atas nama nindi alea dikamar mana,
Dirga sampai didepan pintu ruangan vvip,segera dia buka pintunya dan mendapati rashad tengah tertidur di sofa sebelah ranjang pasien.
Rashad yang kaget mendengar suara pintu terbuka dengan agak keras langsung terbangun,dihadapannya sudah berdiri dirga dengan wajah penuh amarah tengah menatap dirinya.
Rahang dirga mengeras,mendapati wanitanya ditemani oleh lelaki itu.
"Pak dirga,anda kenapa disini" dilihatnya wajah rashad yang kebingungan
"Justru saya yang tanya,kenapa anda bisa ada disini bersama wanita saya" kilatan amarah terlihat jelas diwajah dirga.
Rashad terperanjat mendengar kata wanitanya,itu artinya dirga dan alea tengah menjalin hubungan.
"Saya tadi ditelepon temannya alea dan berkata kalau alea pingsan di kamar mandi dan saya membawanya kesini"
"Oh begitu,kalau seperti itu saya mewakili wanita saya mengucapkan terima kasih namun sekarang sudah ada saya disampingnya jadi anda tidak perlu repot-repot lagi kesini"
Ingin rasanya rashad tetap disisi alea namun dia tidak ingin ribut dirumah sakit,lebih baik dirinya mengalah karena rashad juga takut kalau tidurnya alea terganggu.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit dulu,tolong jaga alea untukku" rashad sengaja berkata seperti itu untuk menegaskan kalau dia tidak akan menyerah begitu saja dan dia akan berjuang untuk mendapatkan hati alea.
Tangan dirga mengepal,rahangnya mengeras, 'beraninya kamu bermain-main denganku!